
Kedua pria dewasa itu saling terkejut ketika mata mereka melihat orang yang ada di hadapan mereka,begitu juga Bu Ayu dan Ibunya Arya, Nyonya Sri.
"Anda... 👉👈. " ujar mereka kompak.
Dilla yang juga baru keluar dari rumahnya pun tak kalah terkejut melihat Nyonya Sri, karena mereka pernah bertemu didepan toko emas yang dikota kemaren.Ingatan itu masih jelas dibenak mereka.
Sedangkan Pak Yuda memang mengenal Pak Bambang yang ternyata adalah Wiraguna temannya saat dikota dan sekarang mereka memang sudah tidak berteman lagi malah bermusuhan karena sesuatu hal.
"Yuda." ujar Pak Bambang.
"Wira." balas Pak Yuda.
"Jadi benar, kamu Wiraguna, kenapa sekarang nama kamu jadi Bambang Sudjatmiko?. " tanya Pak Yuda.
"Kamu juga, kenapa kamu tinggal di desa nelayan seperti ini.Kamu kan insinyur teknik dengan gelar cumlaude,ngapain kamu tinggal di pulau terpencil seperti ini?. " tanya Pak Bambang.
"Itu bukan urusan mu!." ketus Pak Yuda.
Bu Ayu juga membalas tatapan sinis yang dilayangkan Nyonya Sri padanya.Dilla dan Arya jadi bingung,kenapa bisa orang tua mereka bisa saling bermusuhan seperti ini.
"Pak, Bu, Pa, Ma. Sebaiknya kita duduk dulu ya. Kita bicara baik-baik." pinta Arya dengan sopan pada kedua pasangan orang tua itu.
"Males Mama duduk dirumah wanita itu!." tunjuk Nonya Sri.
"Katanya Mama nyariin Arya?." ucap Arya.
Perlahan Nyonya Sri jadi ingat apa tujuan utama nya datang kemari.Dia langsung menatap Arya dengan tatapan penuh kerinduan seorang ibu kepada putera yang sudah lama tidak bertemu.
"Arya anakku, kamu baik-baik saja kan. Ya ampun Nak, akhirnya Mama bisa bertemu kamu lagi.Mama kangen banget sayang. " ujarnya sambil memeluk putera tersayang nya itu.
"Arya juga kangen sama Mama, tapi Arya belum ingat semuanya Ma.Arya cuma ingat sedikit-sedikit karena Arya mengalami Amnesia Ma. " jelas Arya.
__ADS_1
"Mama tau sayang,Mama sudah tau dari Pak Andra. "
Bu Ayu dan Dilla berpegangan tangan, mereka khawatir kalau Nyonya Sri gak akan merestui hubungan Dilla dengan Arya karena perselisihan yang terjadi antara mereka berdua dan juga Bu Sri kemaren pas di kota.
"Ma, ini Faradilla dan Ibunya Bu Ayudia." ujar Arya memperkenalkan Dilla dan juga Ibunya kepada sang Mama.
"Mama sudah pernah bertemu mereka,ini kan Ibu dan anak yang gak tau diri itu.Hampir aja mereka nabrak Mama pas didepan toko emasnya tante Cristina. "jawab Nyonya Sri dengan muka sewot.
"Astaghfirullah, situ yang mau nabrak kami dan mau jatuh sendiri kok, malah nyalahin kami.Makanya kalau jalan itu kacamata hitam nya dibuka, jangan asal jalan, untung aja anak saya sigap bisa nangkap situ.Kalau gak pasti sudah kejengkang deh situ di trotoar. " jawab Bu Ayu kesal.
"Lah kok malah ribut si Bu,sudahlah ...suruh dulu tamunya duduk.Kan jauh tuh perjalanannya, bikinin minum dulu. " ujar Pak Yuda.
"Gak usah repot-repot, saya juga gak mau lama-lama disini. Gak tahan sama baunya, ini rumah atau gudang ikan asin.Baunya menyengat sekali. " cerocos Nyonya Sri.
"Maaa.. " Pak Bambang dan juga Arya kompak meminta Istri dan Mamanya untuk tidak sembarang bicara lagi.
"Walaupun rumah kami ini bau ikan asin,tapi buktinya anak situ betah-betah aja tuh tinggal disini.Iya kan Nak Arya?. " tanya Bu Ayu meminta pembenaran.
"Iya Bu. " Arya menganggukan kepalanya.
"Kamu kayaknya memang sudah di cuci otak nya sama mereka ya Nak. " ujar Nyonya Sri.
"Mama,mereka lah yang sudah menyelamatkan Arya Ma.Khususnya Dilla, kalau tidak karena dia mungkin nyawa Arya sudah tidak tertolong. " ujar Arya.
"Maka dari itu juga kami kesini Arya. " ujar Pak Bambang kemudian.
"Boleh kami duduk?. " tanyanya pada Pak Bambang.
"Ya silahkan saja, gak ada yang melarang. " jawab tuan rumah.
Pak Bambang pun menarik tangan Nyonya Sri agar ikut duduk di karpet yang sudah dibentangkan di teras rumah Pak Yuda itu.
__ADS_1
Semua orang pun ikut duduk termasuk Pak Andra.
Pak Yuda juga mengundang Pak Kadus untuk datang kerumahnya agar bisa ikut menjelaskan tentang kronologi penemuan Arya Sheta pertama kali didesa mereka, kalau saja keluarga Arya tidak percaya kepada mereka.
Pak Kadus sudah datang dan ikut menjelaskan bagaiman Arya pertama kali ditemukan oleh Dilla dan dirawat oleh keluarga itu hingga saat ini.
"Jadi begini,maksud kedatangan kami kesini, selain untuk menjemput Arya, kami juga ingin mengucapkan terimakasih secara langsung kepada keluarga kamu Yuda, gak nyangka bisa ketemu teman lama disini. " ujar Pak Bambang.
"Tapi lebih tepatnya teman yang sudah berubah menjadi musuh. " timbal Pak Yuda.
"Itu kan sudah lama berlalu kan Yud, kok kamu masih saja mengingat nya. Sudahlah, kita buang saja kenangan buruk itu. Toh baik kamu atau pun saya tidak dapat apa-apa kan?!. " ujar Pak Bambang.
"Terserah!,yang pasti gara-gara masalah itu sudah merubah seluruh hidup ku,asal kamu tau itu!." Ucap Pak Yuda sambil buang muka.
Rasa kesal dan benci yang sudah lama terpendam itu perlahan muncul kembali di hati Pak Yuda.Karena ulah Pak Bambang, Pak Yuda sampai diusir dari rumah dan ia terpaksa melanglang buana hingga sampailah ia di pulau ini dan akhirnya bisa bertemu dan menikah dengan Bu Ayu.Walaupun tanpa restu dari keluarga nya di kota.
"Memangnya Papa dan Pak Yuda kenal dimana?. " tanya Arya.
Pertanyaan itu juga lah yang ingin sekali ditanyakan oleh Dilla kepada Ayahnya.
"Kami dulu teman kuliah dan teman main juga,dulu Papa sering menginap dirumah nya Pak Yuda dikota. Kebetulan waktu itu Pak Yuda adalah anak yang paling kaya dikampus Papa, Ayahnya seorang pengusaha sukses. " ujar Pak Bambang.
"Sudahlah Wira, gak usah kau lanjutkan lagi!. " ujar Pak Yuda, dia gak mau membuka luka lama. Apalagi dia dan Bu Ayu tidak pernah memberitahukan kisah mereka kepada Dilla anaknya.
Yang Dilla kenal dari keluarga Pak Yuda hanyalah kakak perempuan Pak Yuda saja.Dilla bahkan tidak pernah tau kakek dan neneknya dari sebelah Ayahnya.
"Intinya,kami jadi renggang gara-gara Papa sih Nak.Papa yang waktu itu merokok dan juga nakal,membawa benda terlarang ke kamarnya Yuda dan akhirnya benda itu ditemukan oleh Mamanya Yuda, ya... 🤷♂️akhirnya Yuda yang kena imbasnya. "
"Masih ingat kau rupanya Wiraguna!.Asal kau tau,gara-gara ganja mu itu, aku diusir dari rumah,seluruh fasilitas ku dicabut dan tragisnya aku gak diberi uang sepeser pun.Aku luntang-lantung sampai ada seorang Bapak nelayan yang mengajak aku tinggal dirumah nya."
"Lah,bukannya Mas Yuda kesini karena penelitian?. " tanya Bu Ayu.
__ADS_1
"Itu pas pertama kali aku kesini, memang karena proyek penelitian.Saat itu aku masih jadi anak kebanggaan orang tuaku, tapi setelah kejadian benda terlarang milik Wiraguna itu, aku sudah tak dianggap anak lagi. " jelas Pak Yuda.
"Jadi Ayah seorang sarjana, dan bergelar sarjana Tehnik?? kenapa Dilla tidak tau??. "