Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 6


__ADS_3

Flash on


Siska yang masih pura-pura menangis sambil memeluk calon Ibu mertuanya itu tersenyum dibalik punggung Nyonya Sri, dalam hatinya dia berdo'a semoga Arya benar-benar sudah mati dilaut dan jenazahnya tidak akan pernah di temukan.


*****


Sementara itu di Desa nelayan,seperti biasanya Dilla sedang sibuk membersihkan kotoran ikan yang baru di dapat oleh sang Ayah dan anak buahnya dini hari tadi.


Sebagian Ikan yang lumayan besar dijual dalam keadaan hidup,tapi sisanya yang kecil-kecil dan jenis-jenis ikan tertentu di proses menjadi ikan Asin.


Pak Yuda Ayahnya Dilla ini punya kapal sendiri dan ada dua ABK nya. Kapalnya memang tidaklah besar, hanya kapal mesin kecil yang cukup menjadi tumpuan mereka dalam mencari nafkah.


Sebenarnya ada sesuatu mengenai Pak Yuda yang tak banyak diketahui oleh masyarakat disini.


Pak Yuda adalah orang datangan yang dulunya mengunjungi Pulau ini dan akhirnya terpikat oleh kecantikan Ibunya Dilla yaitu Bu Ayudia.


****


Banyu berjalan menghampiri Dilla yang sedang sangat sibuk dibagian belakang rumah.


Banyu berjongkok sambil melihat-lihat ikan yang sedang Dilla bersihkan.


"Ada yang bisa aku bantu?. " tanya Banyu.


"Memangnya Bang Banyu bisa apa bersihkan ikan?. Sebaiknya gak usah deh Bang, soalnya bau amis, nanti badan Abang jadi kotor. " ujar Dilla.


"Gak apa- apa kok, aku juga gak ada kerjaan. Aku juga gak enak kalau harus menumpang dan makan gratis setiap hari tanpa bantu-bantu. " ujar Banyu.


"Abang Banyu itu kan lagi sakit, mana tega saya meminta bantuan dari pasien seperti Abang.Sebaiknya Abang duduk saja disana, atau bisa lihat-lihat pantai tuh, pemandangannya bikin tenang pikiran. " saran Dilla.


Dia juga sudah diperingatkan oleh Ayahnya, agar tidak terlalu akrab dengan Banyu. Karena Banyu ini kan laki-laki, Pak Yuda khawatir nanti putri semata wayangnya itu akan jatuh cinta pada laki-laki yang belum jelas asal usul nya dari mana dan statusnya apa.


Oleh sebab itu, Dilla mencoba menjaga jarak dari Banyu. Walaupun kalau boleh jujur, dia mulai merasa ada getaran di hatinya saat melihat laki-laki itu.


Dilla juga takut dan khawatir kalau perasaannya ini akan lebih berkembang lagi.


Dilla jadi ingat dulu

__ADS_1


Flash back


Dulu Faradilla pernah jatuh cinta pada seorang laki-laki yang merupakan kakak kelasnya di SMA.Tapi cintanya ternyata hanya bertepuk sebelah tangan, karena laki-laki itu sekarang sudah kuliah dan bekerja di kota. Sudah 3 tahun ini laki-laki yang bernama Satria itu tidak pernah pulang ke Pulau .


Satria dulu tinggal di Desa sebelah,dia adalah anak Pak kades di Desa tetangga.Banyak sekali gadis-gadis di pulau itu yang memimpikan akan diperistri oleh anak Pak Kades itu.Tapi ternyata Satria lebih memilih untuk kuliah sambil bekerja di Kota dan meninggalkan puluhan hati gadis-gadis pulau yang patah karena dirinya.


Sebenarnya Satria juga menyukai Faradilla, namun karena dia merasa belum mampu mandiri, maka dia mau mencari jati dirinya dulu dan setelah sukses nanti dia akan pulang dan melamar Faradilla.


Tapi Dilla sendiri tidak pernah mengetahuinya.


****


Flash on


Banyu menuruti apa yang tadi dibilang oleh gadis yang telah menolongnya itu, sekarang Banyu sedang jalan-jalan di tepi pantai.


Disana dia melihat Pak Yuda dan anak buah kapalnya sedang bersiap-siap untuk kembali melaut.


Banyu jadi kepikiran untuk ikut melaut, siapa tahu dia bisa meringankan pekerjaan Pak Yuda dan juga membantunya.Pikir Banyu.


Banyu pun menghampiri Pak Yuda di kapalnya.


"Iya nak Banyu,kami mau segera berangkat ke laut.Nak Banyu sedang apa disini. Kenapa tidak beristirahat saja dirumah?. " tanya Pak Yuda.


"Saya gak enak Pak tiduran terus, boleh gak kalau saya ikut Bapak dan yang lainnya melaut.Saya ingin membantu sebisanya. " ujar Banyu dengan wajah yang penuh harap.


Pak Yuda terlihat sedang berfikir, dia dan ABK nya yang lain saling bicara lewat bahasa isyarat.


Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Pak Yuda menyetujui Banyu untuk ikut melaut.


Dengan semangat yang membara,Banyu naik ke kapal itu dan ikut berangkat ke laut untuk mencari ikan.


Dilla yang memperhatikannya dari kejauhan jadi kaget, kenapa Ayahnya bisa membiarkan Banyu ikut naik ke kapalnya, Padahal Banyu itu kan belum sembuh benar dan masih sering kumat sakit kepalanya.


"Kamu lihat apa nak? " tanya Ibunya.


"Itu Bu, Bang Banyu ikut Ayah melaut. " jawab Dilla.

__ADS_1


"Biarkan saja Nak,kan ada Ayahmu juga disana. Pasti Ayah bisa menjaganya. " jawab Bu Ayu.


"Tapi kan, dia belum sembuh Bu. Angin laut juga tidak bagus untuk pasien seperti dia.Takutnya nanti dia bakal masuk angin atau kalau sakit kepalanya kambuh gimana?. " Dilla terlihat sangat cemas pada Banyu Biru.


"Kamu kok sangat mencemaskan dia, apa jangan-jangan kamu sudah mulai jatuh cinta sama Nak Banyu?. " tanya Ibunya penuh selidik.


"Ya nggak Bu, Dilla cuma khawatir aja.Walau bagaimanapun dia kan pasiennya Dilla sekarang." ujar Dilla, dalam fikiran nya dia berkata


"Apa iya yang dibilang Ibu tadi?. Ah tidak mungkin kalau aku mulai menyukai Bang Banyu. Itu mustahil. " tepis nya.


****


Sementara itu di kapal Pak Yuda, Banyu dan yang lainnya sedang menebarkan jaring untuk menangkap ikan.


Banyu terlihat sangat antusias karena ini pengalaman pertama baginya.Senyuman terus mengembang di bibirnya.


Angin laut yang sepoi-sepoi dan kadang berubah-ubah meniup rambut Banyu dan setelah beberapa kali menarik jaring, kapal itu berpindah ke tempat lain.


Kini Kapal yang dikendalikan oleh Pak Yuda berjalan ke arah tebing yang curam dan menjorok ke Laut.


"Diarea sini banyak banget kepiting🦀,kita bisa menangkapnya dengan menggunakan perangkap kepiting. " ujar Pak Yuda sambil menyuruh anak buahnya menyiapkan jaring khusus kepiting.


Banyu hanya diam dan memperhatikan mereka secara seksama, maklum ini juga baru pertama kalinya ia melihat alat itu.Jadi dia tidak mau kalau sampai merusaknya dan mengganggu pekerjaan Pak Yuda dan anak buahnya.


Banyu belajar dari melihat kedua ABK Pak Yuda yang mempraktikkan cara memasang perangkap itu. Mereka terjun dengan menggunakan alat selam dan berenang ke arah batu karang dan memasang alat itu diantara batu-batu karang itu.


Sejenak Banyu seolah teringat akan sesuatu, Kepalanya tiba-tiba pusing dan sangat kesakitan, di bayangannya dia dilempar dari atas tebing itu dan terhempas ke air.


Ya, benar sekali.Itu adalah lokasi dimana dia terjatuh dan dibuang. Potongan-potongan ingatan nya itu membuatnya merasakan pusing yang sangat dahsyat. Kepalanya rasanya mau pecah.


Tiba-tiba Banyu terjatuh dan terduduk di tempat penyimpanan hasil tangkapan.


Pak Yuda yang melihatnya langsung mematikan mesin kapal dan menjatuhkan Jangkar agar kapalnya tidak dibawa arus ombak.


Kemudian Pak Yuda segera menghampiri Banyu yang mendadak pingsan.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya???

__ADS_1


Staytune terus ya 😘


__ADS_2