
Pak Yuda akhirnya memutuskan untuk kembali ke pantai, karena keadaan Banyu yang sedang tidak sadarkan diri membuatnya menjadi sangat khawatir kalau nantinya pemuda itu akan menjadi lebih parah kondisinya.
Sesampainya Di darat, ABK Pak Yuda membantu membawa Banyu untuk diantar kembali kerumah Pak Yuda dan keluarga.
"Ada apa ini Ayah, kenapa Bang Banyu gak sadarkan diri?. " tanya Dilla cemas ketika melihat keadaan Banyu.
"Dia tadi pingsan,kepalanya tiba-tiba sakit.Mungkin karena luka dikepala nya masih belum sembuh benar Nak." jawab sang Ayah.
"Kita harus segera mengobatinya Nak,ayo cepat kamu buatkan obat pereda nyeri di kepala." ujar Bu Ayu yang juga ikut cemas.
Dilla pun mengangguk dan langsung berlari kekebun belakang untuk meramu tanaman obat.Dilla membersihkan dan meracik tanaman obat yang sudah dia ambil di TOGA.
Setelah selesai, buru-buru Dilla memberikannya kepada Banyu untuk di minum, karena Banyu masih pingsan,Dilla pun membantunya untuk duduk dan memegangi gelasnya agar Banyu mudah untuk meminumnya.
Tapi ternyata agak susah memasukkan minuman itu ke mulut Banyu.Dilla pun meminta Ayahnya untuk membantunya memegangi tubuhnya Banyu, lalu Dilla menyuapi Banyu obat racikan nya sesendok demi sesendok.
Banyu masih belum sadar, tapi dia sudah tidak pingsan melainkan sedang tertidur. Terdengar suara dengkuran yang halus dan beraturan dari mulutnya.
*****
Hari sudah mulai malam,Banyu yang pingsan terjaga dari tidurnya.Banyu menatap sekeliling, dan dia merasa ada yang aneh.
Bukankah tadi aku masih dikapal Pak Yuda? 'pikir nya.
Banyu yang merasa kelaparan ingin beranjak ke dapur.Sesampainya di dapur dia hampir bertabrakan dengan Dilla yang baru selesai dari kamar mandi.Karena pintunya dibatasi dengan gorden, jadi mereka tidak bisa melihat kalau dibaliknya ada orang yang berjalan dari arah berlawanan.
Sejenak mata keduanya saling bertemu dan Dilla merasakan ada yang berbeda dengan dadanya, ada sesuatu yang berdetak dengan kencang disana.Tapi Dilla mencoba menepis nya. Dia tidak mau jatuh cinta pada laki-laki yang belum jelas status nya, bagaimana kalau ternyata Banyu adalah suami seseorang?
"Eh.. hampir saja,Maaf ya. " ujar Banyu saat mereka hampir saja bertabrakan.
"Eeh, gak pa pa kok Bang. Apa Abang butuh sesuatu?." tanya Dilla, siapa tau Banyu ke dapur karena dia lapar, kan sudah cukup lama dia tidak sadarkan diri.
"A-Anu... Apa masih ada makanan? , soalnya aku merasa sedikit lapar. " ujar Banyu malu- malu.
"Oo, Bang Banyu gak usah sungkan,sini duduklah. "
Dilla mengajak Banyu ke meja makan dan mempersilahkan Banyu duduk di salah satu kursi.
__ADS_1
Lalu Dilla membuka tudung saji, didalamnya sudah ada ikan kakap bakar,sambel mata dan juga lalapan.
"Wow, keliatannya enak. " ujar Banyu.
"Iya Bang,ini Dilla yang masak.Ayo silahkan dimakan. " ujar Dilla sambil menyendokkan nasi ke piring Banyu.
"Bapak sama Ibu pada kemana, kok sepi?. "tanya Banyu, sedari tadi dia belum melihat Pak Yuda dan Bu Ayu.
"Mereka lagi pergi ke undangan pengajian di kampung sebelah. " jawab Dilla.
"Jadi tinggal kami berdua saja dirumah ini." fikir Banyu.
"Kenapa kamu gak ikut juga?. "tanya Banyu lagi.
Dilla jadi menghela nafas" Hmmmpt. "
"Eee iya ya, kan kamu harus jaga pasien dirumah,Bener kan?. "Banyu sadar kalau Dilla tak bisa pergi karena harus menjaga dirinya.
Dilla hanya menjawab dengan membesarkan bola matanya.
" Kalau boleh tau, kamu tamatan apa sekolah nya. "Banyu jadi banyak tanya.
" O iya ya saya lupa,terimakasih ya sudah merawat saya.Kalau nanti saya sembuh dan ingatan saya kembali, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan kamu dan juga orang tuamu , aku janji. "ujar Banyu lagi.
" Sudah... Abang makan aja dulu. Jangan ngomong terus,nanti yang ada entar kelaparan lagi. "ujar Dilla.
Dilla pun ingin beranjak ke ruang tengah, tapi tangannya ditahan oleh Banyu.
"Kamu mau kemana?,kok gak ikut makan juga? . " tanya Banyu.
"Aku mau nyetrika baju dulu Bang, besok rencananya aku mau ikut Ibu untuk membeli sesuatu dipasar pinggir kota.lagian tadi kami semua sudah makan sehabis magrib." jawab Dilla.
"Apa aku boleh ikut ke Kota?. " tanya Banyu.
"Kami akan menyeberangi pulau dengan perahu ketek,apa Abang gak takut kalau sakit kepalanya kambuh lagi kayak kemaren?. " tanya Dilla.
"Iya juga ya, kemaren aku pasti sudah sangat merepotkan Pak Yuda dan yang lainnya.Ya sudah, aku disini saja kalau begitu. " ujar Banyu.
__ADS_1
Dia juga gak mau merepotkan banyak orang, terlebih dia tidak punya apa-apa sekarang, uang,identitas,apalagi ingatannya. Entah siapa dia sebenarnya?, Banyu jadi merasa seperti orang yang tak berguna sama sekali.
"Abang jangan sedih ya, makannya dilanjutkan saja, kasihan ikannya di anggurin,entar dia lompat lagi ke laut."
Dilla mencoba berseloroh.
Banyu jadi sedikit terhibur mendengarnya.
Dilla meninggalkan Banyu sendirian didapur,sekarang dia sedang sibuk menyetrika pakaian yang sudah seminggu menumpuk di keranjang setrikaan.
Saking banyaknya pakaian yang harus disetrika,Dilla sampai tidak sadar kalau Banyu sedari tadi memperhatikan nya dan sudah duduk di kursi dekat dia menyetrika.
Rajin sekali gadis ini, selain cantik,imut,dan pekerja keras, dia juga pintar masak ternyata. cocok kalau dijadikan istri.'fikir Banyu.
Disaat Dilla menarik satu kemeja dari keranjang,yaitu kemeja Banyu yang dipakainya saat ditemukan terdampar. Banyu juga melihatnya.
Tidak mungkin kalau itu milik Pak Yuda kan? Kemeja biru langit itu kelihatannya bermerek ternama, Banyu terus memperhatikannya.
Dia jadi ingat bayangan yang dia terjatuh dari tebing,dia juga sedang memakai kemeja biru langit.
"Tunggu Dilla, itu kemejanya siapa?. " tanya Banyu.
"Ini... kemeja Bang Banyu. Kenapa?, apa Bang Banyu ingat sesuatu?. " tanya Dilla,dia pun ikut penasaran.
"Iya, aku merasa aku pernah memakainya dan aku juga dilempar dari tebing yang tinggi dan jatuh kelaut." Ujar Bima sambil mengingat-ingat mimpi buruknya belakangan ini.
"Kalau dilihat dari merk nya kayaknya ini kemeja mahal deh Bang, coba lihat. Ini Merk ternama loh. Ini juga celananya Abang juga kelihatannya barang mahal. Apa jangan-jangan Bang Banyu ini adalah orang kaya?. " terka Dilla 🤔
"Kamu bisa aja Dill,kalau ternyata aku ini orang miskin gimana?. "Banyu malah meragukan dirinya sendiri.
" Apa Abang gak lihat dicermin. Abang itu putih, tinggi,kayaknya badan Abang juga terjaga dan berolahraga teratur. Wajah dan rambut Abang juga terawat, kayaknya kemungkinan besar Abang ini memang orang kaya. "ujar Dilla yakin.
" Ah kamu ini, bikin saya GeEr aja.Kalau saya ternyata orang kaya beneran, saya pasti akan datang kesini lagi dan akan menjemput kamu untuk tinggal dirumah saya yang kaya kata kamu itu.Saya juga akan mengganti semua biaya yang sudah keluarga kamu keluarkan untuk saya sepuluh kali lipat. "
Dilla jadi terpanah mendengarnya,Dilla bengong karena dia merasa kalau cara bicara Banyu barusan benar-benar menunjukkan kepribadian laki-laki itu.
"Oooo iya Bang iya. " Sahut Dilla.
__ADS_1
"Tapi sayang nya saya belum juga ingat siapa saya sebenarnya.Kelihatannya kamu harus bersabar ya kedepannya dalam menghadapi orang seperti saya, saya gak tau kapan ingatan saya akan kembali. " Banyu tertunduk lesu kala mengingat bahwa dirinya masih dalam kondisi amnesia.