Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 37


__ADS_3

Nyonya Sri masih larut dalam lamunannya.


"Ma.... Mama...??. " Pak Bambang mencoba menyadarkan Nyonya Sri dari lamunannya.


"Mama lagi gak kesambet setan kan Ma???. " tanya Pak Bambang.


Nyonya Sri dengan cepat jadi tersadar karena ucapan suaminya itu.


"Iiihh Papa, Mama tuh serius Pa. Mulai sekarang Mama akan mencoba belajar untuk menerima Dilla, siapa nama lengkapnya??. " tanya Nyonya Sri.


"Faradilla Cahyani Ma. " jawab Arya.


"Iya, calon dokter Faradilla Cahyani Sucipto. Nama yang cantik.Arya Sheta dan Faradilla,Mama rasa kalian memang cocok. " ujar Nyonya Sri,kata-kata Nyonya Sri itu sukses membuat Arya dan Pak Bambang membelalak.


Mereka semakin merasa kalau perubahan sikap Nyonya Sri ini sangatlah aneh sekali.Sampai-sampai mereka saling tatap dan kemudian mengedikkan bahu masing-masing. 😅


*****


Pagi-pagi sekali,Arya meminta pada Bu Lulu untuk diantar ke kediaman Adi Sucipto, Arya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya, Dilla.


Arya juga bermaksud mengantarkan barang-barang Dilla dan juga kopernya, walaupun sebenarnya itu cuma alasannya saja untuk bertemu dengan kekasihnya itu karena ia sudah sangat rindu.


Sayangnya saat tiba disana, ternyata Dilla sudah diantar oleh supir pribadi yang ditunjuk oleh Pak Adi ke kampusnya.Arya hanya bisa bertemu dengan Eyangti, karena Eyang juga sudah berangkat ke kantor ternyata.


Jarak yang jauh antara rumah Arya dan juga Mansion Sucipto membuatnya kehabisan banyak waktu di perjalanan.


Padahal tadinya Arya bermaksud mengejutkan Dilla sehingga ia sengaja tidak memberitahu kalau dia akan datang kemari.Namun ternyata Dilla malah sudah pergi.


Akhirnya Arya memutuskan untuk langsung ke kantor saja, lagipula hari ini akan ada rapat dengan perusahaan asing yang akan bekerjasama dengan perusahaan mereka.Nanti sore ia juga sudah punya janji untuk pergi bersama Mamanya kerumah keluarga Siska untuk memutuskan hubungan.

__ADS_1


Kali ini Arya bisa sedikit bernafas lega, karena sang Mama sudah mau menerima Dilla dan mendukungnya untuk memutuskan hubungan pertunangannya dengan Siska.Walaupun sempat shok karena tak menyangka, tapi ini adalah mukjizat bagi Arya, Arya tersenyum ketika membayangkan kalau hubungannya dengan Dilla kini kedepannya akan lebih mudah dengan restu dari Mamanya.


*****


Di Kantor...


Pak Bambang sedang memimpin rapat, sedari tadi memang dia sedang menunggu kedatangan puteranya karena hari ini mereka kedatangan klien penting.


Pak Bambang sudah menyampaikan sambutannya ketika Arya datang dan memasuki ruangan rapat.Sebelumnya proyek ini memang penanggung jawabnya adalah Arya sebelum ia menghilang,tapi karena ia dalam proses penyembuhan maka sang Papa lah yang mengambil alih.


Namun setelah mengikuti sebentar, ternyata ingatan Arya tentang proyek pengembangan dan kerjasama ini masih sangat jelas.Arya mengambil alih presentasi dan membuat kliennya terkagum-kagum dan langsung menyetujui kontrak kerja sama mereka.


Mereka bahkan sudah lama mendengar tentang kehebatan Arya dalam berbisnis, selama ini Arya sudah sering mendapatkan penghargaan baik didalam maupun diluar negeri sebagai pengusaha muda terbaik.


Kepercayaan Klien langsung pulih begitu tau kalau Arya sudah kembali dengan selamat, dan mereka bermaksud meneruskan kembali kerjasama yang sudah sempat tertunda itu.Akhirnya kesepakatan itu sudah ditandatangani juga.


Pak Bambang sangat bangga pada puteranya itu,memang kemampuan Arya dibidang ini sudah tidak perlu di ragukan lagi.


"Iya Pa, mungkin saja.Arya juga merasa kalau sekarang sakit dikepala Arya sudah tidak pernah datang lagi Pa. " jawab Arya senang.


"Coba kamu atur jadwal lagi sama dokter yang dari Singapore itu, biar di check lagi bagaimana perkembangannya soal Kepala kamu. " ujar Pak Bambang pada puteranya itu.


"Iya Pa, jadwalnya minggu depan Arya kontrol lagi sih Pa. "


"Baguslah,semoga saja hasilnya baik dan kamu segera bisa mengingat semuanya lagi agar kamu dan kita semua bisa tau bagaimana kamu bisa terdampar dipulau itu. " ucap Pak Bambang penuh harap.


Arya jadi tertegun,benar sekali apa yang Papanya katakan. dia juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.Tapi satu hal yang Arya yakini bahwa kejadian itu pasti lah bukanlah hal yang biasa-biasa saja.Apalagi kalau mengingat mimpi-mimpi yang selalu datang menghampiri Arya belakangan ini, Arya masih bertanya-tanya didalam benaknya,kalau wanita yang ada didalam mimpinya itu mirip sekali dengan Siska, lalu siapa gerangan pria yang bersama dengan wanita itu.


Sejenak Arya hanyut didalam fikiran nya sendiri, sampai Pak Bambang mencoba menyadarkannya.

__ADS_1


"Arya.. Arya....Kamu sedang mikirin apa sih Nak??. " tanya Pak Bambang bingung dengan sikap putera nya itu.


"Aaaa gak ada apa-apa kok Pa,Arya tadi hanya kebawa suasana saja. " ujar Arya.


"Jadi Sore ini kamu dan Mamamu pergi kerumah keluarga Siska??. " tanya Pak Bambang.


"Kayaknya jadi Pa. "


"Semoga saja Mamamu tidak berubah fikiran setelah sampai disana, dan semoga Mamamu juga bisa mencari alasan yang tepat untuk memutuskan pertunanganmu dengan gadis itu agar tidak menciptakan permusuhan dimasa depan. Lagipula selama ini diantara kalian itu gak pernah ada hubungan sama sekali kan. " ujar Pak Bambang.


"Tentu saja Pa,Arya hanya ingin menikah dengan Dilla saja Pa.Bukan dengan gadis lain, apalagi dengan Siska. " jawab Arya.


"Bagus!!, anak Papa harus bisa bersikap gentleman dan bisa memilih pasangan dengan bijak." Pak Bambang menyemangati puteranya.


"Terimakasih Pa atas dukungan Papa selama ini. "


"Kamu tidak tahu saja, dulu kita berdua sering bertentangan,kamu selalu saja patuh sama Mamamu,tapi sejak kamu menghilang,kamu kini kembali dengan sikap yang baru dan lebih baik dari sebelumnya.Dibalik musibah ini, ternyata ada banyak hal baik yang terjadi. " ucap Pak Bambang.


"Arya jadi penasaran dengan sifat asli Arya sebelumnya. "


.


"Sebaiknya kamu tetap seperti ini Nak,Papa suka sekali dengan sifat kamu yang seperti ini.Papa berharap,nanti kalau kamu sudah sembuh sepenuhnya kamu akan tetap bersikap lembut, baik hati, dan tidak arogan seperti dulu.Papa akan senang sekali. "


"Tentu Pa,do'ain Arya ya Pa. " ucap Arya.


"Iya Nak, tentu Papa do'ain. " jawab Pak Bambang dengan senyuman khasnya.


*****

__ADS_1


Sore hari telah tiba,Arya sudah pulang lebih dulu dengan diantar oleh Satria.Kali ini Satria diminta untuk menjadi sekretaris merangkap supir untuk Arya, karena Bu Lulu akan kembali pada Bos lamanya Pak Bambang.


Nyonya Sri sendiri sudah bersiap dirumah nya.Sore ini jam 7 malam ia dan Arya akan bertandang kerumah calon besan yang akan segera menjadi mantan calon besannya.


__ADS_2