Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 52


__ADS_3

Setelah acara pertunangan itu selesai, Dilla diantar oleh Arya pulang ke rumah Eyang nya. Sedangkan Pak Yuda dan Bu Ayu satu mobil dengan Eyang dan Eyangti.


Keluarga ini nampak akur dan gembira.Bagaimana tidak, hari ini adalah satu tahapan penting didalam kehidupan putri dan cucu mereka.


*****


Di mobil Arya,pasangan sejoli yang baru saja mengikat tali pertunangan ini masih bersikap canggung dan malu-malu.Selama mereka resmi berpacaran pun bisa dihitung dengan jari keduanya pergi bersama, hari ini Arya merasa sangat bahagia, tinggal selangkah lagi untuk mereka menuju jenjang selanjutnya.


"Terimakasih ya sayang. " ujar Arya.


"Terimakasih untuk apa Bang?. " Dilla gak paham apa maksud tunangannya itu.


"Terimakasih karena kamu sudah bersedia menerima aku sebagai calon suami kamu, terus terang sekarang rasanya aku ingin cepat nikah sama kamu. " ujar Arya.


"Abang ini bisa aja,Dilla kan baru kuliah semester atau Blok satu Bang.Kita jalani pelan-pelan ya, masa' baru aja masuk kuliah aku sudah menyebarkan undangan pernikahan. " Dilla berkilah.


"Apa salahnya sih sayang, banyak kok yang nikah dulu baru lanjut kuliah. " ujar Arya.


"Setahun lagi aja Bang,sabar ya.Setidaknya Dilla mau penyesuaian dulu dengan teman-teman di kampus,lagipula seluruh keluarga kita kan sudah setuju kalau pernikahan kita akan diadakan satu tahun dari sekarang.Abang kan tau aku kuliah di fakultas kedokteran, setidaknya butuh waktu 6 tahun untuk bisa menjadi seorang dokter,dengan jadwal perkuliahan yang sangat padat gak kayak jurusan lainnya. "


"Iya, Abang tau kok sayang.Tapi Abang jadi takut kalau nanti banyak yang godain kamu di kampus, apalagi kamu kan baik banget sama semua orang.Pasti banyak deh yang bakalan suka sama kamu." ujar Arya, entah kenapa dia jadi semakin posesif.


"Dilla ngerti Bang, tapi Abang juga harus yakin kalau Dilla bukan tipe wanita yang suka pindah ke lain hati dengan mudahnya. " jelas Dilla agar Arya sedikit bisa tenang hatinya.


"Janji ya? . " ujar Arya sambil memajukan jari kelingkingnya.


"😂hahaha, kamu kayak anak kecil aja Bang, lucu deh. Aku janji. " Dilla hanya bisa menuruti kehendak calon suaminya itu yang terlihat konyol sekali dimatanya.


*****

__ADS_1


Keesokan harinya, di Pulau. Satria sudah tiba dirumah orang tuanya bersama seorang wanita cantik dan ingin meminta izin untuk menikah.


Kedatangan Satria tentu saja membuat semua gadis di desa nya dan desa tetangga berduyun-duyun datang untuk melihat, maklum saja Satria kan emang putra kebanggaan dari pulau tersebut.


Sudah barang tentu kalau Satria akan menjadi magnet tersendiri bagi para wanita di desa nya.


Bisik-bisik tetangga terdengar disepanjang jalan menuju rumah Satria, sehingga wanita yang ikut bersamanya jadi bingung dan juga merasa aneh sendiri.


"Kamu banyak banget fansnya ternyata ya?. " ujar Anggun pada pria yang berjalan disampingnya itu.


"Ya, begitulah. " jawab Satria.


****


Bapak dan Ibunya Satria menyambut haru puteranya yang baru pulang ke desa mereka, tapi kali ini pulang-pulang Satria tidak sendirian.


Tadi Ibunya sempat mengira kalau yang datang bersama Satria itu adalah Dilla, karena setahu Ibunya Satria sangat menyukai Dilla selama ini.Akan tetapi ternyata bukan Dilla yang Satria bawa.


"Kenalkan Bu, ini Anggun. Dia calon menantu Ibu. " ujar Satria.


"Calon menantu??, bukannya???... " Perkataan Ibunya terpotong karena Satria sudah memberikan isyarat dengan geleng-geleng tipis dan matanya mengatakan jangan.


"Ooo jadi ini calon mantu Ibu toh. Cantik banget ya,seperti namanya,Anggun.Ayo di ajak masuk Nak.Silahkan,silahkan." Ujar Ibunya Satria.


"Bapak mana Bu?. " tanya Satria.


"Ya biasa kalau jam segini masih di kantor Desa. " jawab Ibunya.


"Iya juga ya. hehehe. " Satria jadi salah tingkah didepan wanita yang didapuk sebagai calon istrinya itu.

__ADS_1


"Ayo Nak Anggun dimakan makanannya. " Ibunya Satria mengeluarkan beberapa piring makanan dari dalam dan dihidangkan di meja tamu.


"Terimakasih Bu, nanti Anggun akan makan. " jawab gadis berhijab itu dengan sopannya membuat Ibunya Satria terkesan.


"Kalian akan menginap kan?. " tanya Ibunya Satria.


"Rencananya sih Iya Bu. " jawab Satria.


******


Di malam harinya Satria mengajak Anggun ke Masjid yang ada di desa nya dan mengenalkan Anggun pada seluruh warga yang ada di masjid sebagai calon istrinya,tentu saja hari ini akan menjadi hari patah hati bagi seluruh gadis-gadis di pulau itu.


Tak jarang pula ada yang menangisi hal itu. Anggun jadi gak enak hati karena ia sudah mengambil kebahagiaan gadis-gadis dipulau itu.


"Balikin Mas Satria kami. " ujar salah satu gadis remaja.


"Maaf???. " Anggun gak ngerti maksudnya apa.Tapi dari yang dia lihat, sepertinya Satria sudah di klaim sebagai milik gadis-gadis di pulau ini.


"Apa kamu sebaik itu dimata mereka, sampai mereka sepertinya mau memusuhi aku?. " tanya Anggun dengan berbisik kepada Satria.


"Ya, begitulah. Setidaknya sekarang kamu bisa tau kan kalau aku ini banyak sekali fans nya.Jadi kamu beruntung loh bisa mendapatkan idola masyarakat kayak aku. " Ucap Satria yang berlaga jumawa.


"Hahaha, ya deh iya. Tenyata Mas Satria adalah seorang Idol dari pulau ini.Anggun sangat beruntung sekali 😁😁. " ujar Anggun.


Sepulangnya dari Masjid,Ayahnya Satria mengajak mereka bicara soal rencana pernikahan mereka.Tentu saja Satria tidak akan bilang ke orang tuanya kalau pernikahan ini hanya sekedar formalitas belaka, karena demi Ibunya Anggun yang sakit, dan juga agar Satria tidak terlihat lemah didepan Dilla yang sekarang sudah bertunangan.Kerja sama mutualisme diantara keduanya ini tidak boleh bocor pada siapapun termasuk orang tuanya Satria.


Mereka harus terlihat seperti pasangan real yang harmonis dan romantis kalau didepan semua orang, agar tidak ada yang curiga. Walaupun di hati Anggun,sekarang memang sudah mulai tumbuh yang namanya benih-benih cinta untuk Satria.


Tapi dihati Satria, entahlah.. mungkin dia masih belum bisa benar-benar mengikhlaskan Dilla untuk Bosnya Arya, atau mungkin dia masih butuh waktu untuk benar-benar melupakan gadis yang sudah mengisi hatinya selama bertahun-tahun itu.

__ADS_1


Pembicaraan tentang rencana pernikahannya pun berlanjut dan sudah diputuskan kalau keluarga Satria akan segera ke Jakarta untuk melamar Anggun secara resmi, tentu saja acaranya tidak akan semewah pertunangan Dilla dan Arya, tapi di Pulau keluarga ini bisa di bilang keluarga kaya, karena Pak Kades ini memiliki banyak Kapal-kapal nelayan yang disewakan dan juga beberapa lahan pertanian organik yang menjanjikan.


Anggun bisa bernafas lega, karena dia bisa diterima dengan baik dikeluaga Satria. Setidaknya Mamanya akan merasa tenang karena sebentar lagi dia akan dilamar dan segera akan menikah, dan pernikahan itu akan Sah dimata hukum dan juga agama.


__ADS_2