Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 21


__ADS_3

"Ini kamar kamu,jangan harap saya akan berbaik hati sama kamu dan memberikan kamu kamar yang lebih besar dari ini, saya tau kamar dirumah mu pasti juga tidak sebesar ini kan?!. " ujar Nyonya Sri saat mengantar Dilla ke kamar yang akan Dilla tempati dirumah ini.


"Ini saja sudah sangat besar tante. " sahut Dilla.


"Tante.. tante,mulai sekarang kamu harus panggil saya Nyonya. " ujar Nyonya Sri.


Dilla terdiam, rasanya sebutan itu terlalu menginjak harga dirinya, dia kesana bukan untuk dijadikan babu kan.


Untungnya Arya segera datang dan mendengar ucapan Mama nya itu.


"Ma, apa pantas Dilla harus diperlakukan seperti itu. Dilla itu calon istri Arya Ma.Harusnya dia mulai belajar memanggil Mama dengan sebutan Mama." ujar Arya.


"Apa??, tidak sudi aku menerima dia sebagai menantuku. Sampai kapan pun calon menantu Mama cuma Siska saja. " jawab Nyonya Sri dengan sewot nya.


"Mama ini, apa masih belum mengerti ucapan Papa tadi saat di kapal!!" bentak Pak Bambang.


"Dengarkan kalian semua!!!" Pak Bambang mengumpulkan semua pekerja dirumah nya dari tukang kebun, tukang masak,tukang loundry, satpam dan bersih-bersih Semuanya jadi berkumpul.


"Saya perkenalkan pada kalian semuanya, ini Nak Faradilla, bisa kalian panggil dengan nama Non Dilla.Dia adalah calon menantu saya, jadi kalian harus memperlakukannya dengan baik, jangan sampai ada yang berani macam-macam atau berniat jahat sama dia, atau kalian akan berurusan sama saya!!. " ujar Pak Bambang dengan tegas.


"Baik tuan. " Jawab semua orang.


Dilla hanya menunduk malu,karena diperkenalkan sebagai calon menantu.


Sebenarnya semua orang disana jadi kaget, karena setahu mereka calon menantu keluarga ini adalah Siska bukan Dilla.


Para pelayan ini saling lirik dan bertanya-tanya dari mana asalnya gadis yang bernama Dilla ini, karena kelhatan dari pakaian yang ia kenakan sepertinya dia bukan berasal dari keluarga yang berada.


Arya tersenyum puas karena sang Papa mendukung hubungan nya dengan Dilla.


"Terimakasih Papa. " ujar nya pada sang Papa.


"Iya sayang, mulai sekarang Arya, kamu jaga Dilla baik-baik dan satu lagi Dilla, besok kamu ikut Om, Om akan daftarkan kamu ke sebuah perguruan tinggi ternama di kota ini. " ujar Pak Bambang kepada Arya dan berpindah kepada Dilla.


"Baik Om. "


"Apa kamu suka kamarnya?. " tanya Pak Bambang.


"Suka Om. "


"Tapi Om lebih suka kalau kamu pindah kekamar yang ada di lantai dua di sebelah kamarnya Arya, itu lebih cocok buat kamu. " ujar Pak Bambang.

__ADS_1


Mata Nyonya Sri melotot tidak setuju.


Arya dan Dilla saling tatap karena bingung dan takut akan tatapan mata Nyonya Sri.


"Kamu gak usah takut sama istri saya,rumah ini juga rumah saya bukan hanya miliknya. Ayo Arya kita antar Nak Dilla ke atas. " ajak Pak Bambang sambil memberi kode ke pelayannya agar segera membawakan tas yang berisi pakaian Dilla ke atas.


Dilla pun ikut saja apa yang dikatakan oleh Pak Bambang, Arya juga ikut naik ke atas, dia juga mau kekamar nya.


"Papa apa-apaan sih, makin ngelunjak nanti tuh gadis kampung!!. " ujar Nyonya Sri dengan menahan wajah penuh amarah.


Matanya nanar menatap punggung Dilla yang sedang menaiki tangga bersama suami dan juga puteranya Arya.


Nyonya Shinta menghentakkan kakinya ke lantai saking kesalnya.Tapi tidak ada satu pun yang peduli.


Sampailah Dilla dikamar yang ditunjukkan oleh Pak Bambang, kali ini kamarnya lebih besar dua kali lipat dari kamar yang tadi ditunjukkan oleh Nyonya Sri.


Dilla berdecak kagum menatap interior kamar itu, semuanya nampak cantik dan elegant. Perpaduan chat tembok dan juga perabotan dengan warna yang senada dan semuanya terkesan mewah.


Dilla tak pernah menyangka akan tinggal dikamar yang semewah ini.Mimpi pun Dilla tak berani menghayalkannya.


"Masuklah, ini sekarang adalah kamar mu Nak Dilla, saya harap semoga kamu betah tinggal dirumah ini. Gak usah hiraukan ucapan istri saya, dia memang seperti itu, tapi sebenarnya dia itu wanita yang baik kalau kamu bisa mengambil hati nya. " Ujar Pak Bambang.


"Baik Om,Dilla sangat berterimakasih sekali sama Om yang sudah sangat baik sama saya.Mungkin seumur hidup saya, saya juga tidak akan bisa membalas semua ini. " jawab Dilla.


Dilla hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau begitu,kamu istirahat saja dulu ya.Om mau kebawah dulu. "


"Terimakasih Om. ".


" Sama-sama Nak. "jawab Pak Bambang.


Arya dan Dilla pun keluar dari kamar itu.


" Dilla, kamu beristirahatlah.Saya juga mau kembali ke kamar saya dulu."


"Terimakasih Bang Arya. "


"Justru saya yang ingin berterimakasih sama kamu, kalau tidak karena kamu dan keluarga. Mana mungkin saya bisa ada disini dan berkumpul lagi dengan orang tua saya. " jawab Arya.


Dilla jadi salah tingkah.

__ADS_1


******


Sementara itu, dilantai bawah. Nyonya Sri sibuk menelepon seseorang, kelihatan dari cara bicaranya Mamanya Arya itu sedang menelpon calon mantu kesayangannya,siapa lagi kalau bukan Siska.


Nyonya Sri meminta wanita itu untuk segera datang kerumahnya karena Arya sudah kembali.


"Iya, nanti Siska akan datang Tante. " sahut wanita itu.


"Pokoknya kamu jangan sampai gak datang ya, takutnya nanti malah Arya diambil orang."ujar Nyonya Sri.


" Diambil orang bagaimana Tante maksudnya?? "


"Makanya kamu harus cepat datang kemari, jangan sampai terlambat. "


"Ooo begitu ya Tan. " Siska merasa ada yang aneh.


Didalam hati nya dia sangat terkejut mendengar kabar kalau Arya sudah ditemukan dalam keadaan hidup dan sekarang malah sudah kembali kerumahnya. Siska khawatir nanti Arya akan bilang ke Mama dan Papa nya kalau vdia dan kekasihnya lah yang sudah mencelakai Arya.


"Hallo Siska, kamu masih disana??. "Tanya Nyonya Sri.


" Eeee... I.. Iya Tante, saya pasti akan datang. "jawabnya gugup.


" Baiklah,Tante tunggu ya. "ujar Nyonya Sri sambil menutup telepon.


" Hem, lihat saja kau perempuan kampung. Mana mungkin kau bisa bersaing sama calon menantu ku Siska. Kalian ibarat langit dan Bumi..!. "gumam Nyonya Sri sambil menatap kelantai atas.


Wanita itu terus saja menggerutu,kali inilah dia ingin menyusun rencana untuk mempermalukan Dilla dihadapan Arya dan juga Suaminya. Agarku Bapak dan anak itu bisa melihat keunggulan Siska jika dibandingkan dengan Dilla si gadis kampung'pikirnya.


Dilla yang masih berada dikamarnya jadi termangu,kamar yang baru saja ia masukin ini sangatlah luas sekali.


Bukan hanya luas, tapi kamar ini juga sangat indah.Interiornya lebih mewah dari kamar yang pertama tadi, tak henti-hentinya Dilla berdecak kagum.


" Sudahlah, sebaiknya aku mandi dulu, habis itu aku akan sholat. "ujar nya.


Dilla masuk ke kamar mandi, betapa kagetnya ia melihat peralatan canggih dikamar itu. Semuanya bak peralatan mandi di hotel bintang lima.


Semuanya lengkap dan tertata rapi, Dilla jadi takut akan merusaknya jika dia menggunakan peralatan itu. Dilla menyentuh kerannya dengan sangat hati-hati,seketika ia teringat kala dikampung hanya mandi disungai dengan menggunakan basahan dan rame-rame bersama warga kampung.


Tapi disini dia punya kamar mandi pribadi yang hanya dia pakai seorang diri dan komplit dengan jat kusi, juga shower dengan pengaturan suhu air panas dingin dan juga tempat cuci tangan yang elegant dan mewah. Kaca dikamar mandi ini juga besar sekali,tidak seperti dirumahnya.


" Ini rumah atau hotel??. "gumam Dilla sambil memandang sekelilingnya.

__ADS_1


Dilla menaruh handuknya,rupanya dikamar mandi itu sudah tersedia lemari khusus penyimpanan handuk. Disana sudah ada banyak handuk yang tersusun rapi dan bersih juga wangi.


Namun Dilla takut menggunakannya, apalagi itu bukanlah miliknya.Dilla memutuskan untuk menggunakan handuknya sendiri, dia merasa lebih nyaman.


__ADS_2