
"Apa benar begitu Wira? tapi sudah lama aku tak pernah berurusan dengan pekerjaan dibidang itu.Kau tau sendiri kan kalau aku sudah hampir 20 tahun ini jadi nelayan?!. "ujar Pak Yuda.
" Iya aku tau, tapi kan otakmu itu encer Yud, Apa sih yang kamu gak bisa.Dulu saja kau lah yang selalu mengajariku mengerjakan tugas.Kau ahlinya Yud. "
"Itu kan dulu, pas jaman kuliah.Sekarang sudah berbeda Wira, itu dunia kerja bukan perkuliahan lagi. " sanggah Pak Yuda.
"Kau ini bisa saja Yud,nanti aku akan mengajarimu kalau begitu. " ungkap Pak Bambang.
*****
Sementara itu, Nyonya Sri juga mengajak Bu Ayu untuk berbincang-bincang.Walaupun mereka berasal dari Strata sosial yang berbeda, tapi ternyata Bu Ayu ini tidak bloon-bloon amat seperti yang Nyonya Sri duga.Walaupun tinggal di desa tapi Bu Ayu merupakan salah satu wanita terbaik dikampungnya.
Bu Ayu juga sering ikut kegiatan PKK dan kegiatan sosial yang ada dikampung, jadi kalau soal bergaul Bu Ayu termasuk orang yang mudah sekali akrab, sama seperti Dilla putrinya.
Obrolan mereka tentang kegiatan sosial tidak lah timpang sebelah.
"Ternyata Jeng Ayu ini asyik juga ya kalau diajak bicara. "
"Jeng Sri aja yang baru tau kalau saya orangnya asyik.Jeng Sri juga orangnya asyik ternyata 😁. "jawab Bu Ayu.
" Wah,kayanya Mama dan Jeng Ayu sudah akur ya sekarang?. "
"Itu karena Jeng Ayu ini mudah memaafkan kesalahan Mama Pa, terimakasih ya Jeng. " ucap Nyonya Sri kepada Bu Ayu seraya menggenggam tangan Bu Ayu.
"Sebagai sesama manusia kita kan memang harus saling memaafkan Jeng. " ujar Bu Ayu.
Semuanya pun saling melemparkan senyuman.
"Tuh Ma, belajarlah dari Jeng Ayu,kedepannya di keluarga kita harus selalu rukun dan damai seperti ini, biar hidup kita tenang dan bahagia." ujar Pak Bambang kepada istrinya.
"Iya Pa. "jawab istrinya.
*****
Setelah berkutat dengan urusan kantornya yang melelahkan. Arya memanggil Satria ke ruangannya.
"Permisi Pak Arya."suara Satria terdengar didepan pintu.
"Iya, masuk Sat. " jawab Arya yang sedang duduk di kursi kebesaran miliknya.
"Ada apa Pak, apa ada yang bisa saya bantu?. " tanya Arya.
"Nanti kita keluar setelah jam makan siang, tolong kamu antarkan saya ke kampus calon istri saya!." ujar Arya sambil merapikan berkas yang ada di mejanya.
"Bukannya calon istri Pak Arya di penjara sekarang?. " Satria masih mengira kalau orang yang Arya maksud adalah Siska.
"Bukan Siska,aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa selain tersangka dan pemberi tuntutan. " tukas Arya.
"Lalu,siapa yang Pak Arya maksud? ".Satria jadi penasaran ingin tau, cepat sekali tuan mudanya ini muvon.
__ADS_1
" Nanti juga kamu bakal aku kenalkan.tapi ingat ya, kalau kamu sudah kukenal kan dengannya nanti, kamu tidak boleh naksir sama dia karena dia sudah menjadi calon istriku,ingat itu!. "ujar Arya seraya mengingatkan.
"Sepertinya Pak Arya sangat yakin sekali ya kalau saya juga akan tertarik sama kekasihnya Pak Arya😅. Kebetulan sekali saya juga sudah punya seseorang yang selalu ada dihati saya Pak,jadi anda tenang saja,saya jamin kalau saya tidak akan pernah tertarik dengan calon istri Bapak,karena gadis yang akan saya jadikan calon istri saya adalah gadis tercantik didalam hidup saya."ucap Satria sambil tersenyum bahagia kala melihat wajah Dilla yang menari-nari dikepalanya.
"Tentu, karena dia sangat spesial dihati kamu.Begitu pula gadisku, dia juga tercantik didalam hidupku"Arya tersenyum karena mengingat wajah Dilla yang tiba-tiba terbayang dimatanya.Rasanya ia sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan gadis itu.
" Saya jadi ikut penasaran pengen lihat. "ujar Satria.
"Jangan!, kamu gak boleh penasaran sama dia, cukup nanti kamu tahu dan kenal sekilas saja ya. " ujar Arya sewot.
"Iya Pak anda tenang saja,setelah ini nanti saya siapkan mobilnya.Kalau begitu saya permisi ke basemant dulu. "Satria pun pamit.
" Hmmm. "Arya hanya menanggapinya dengan senyuman dan anggukkan saja.
****
Jam makan siang sudah tiba,kini Arya sudah ada di basemant gedung kantornya.Satria sudah menunggunya disana.
Setelah membukakan pintu mobil untuk Arya, Satria pun segera melajukan kendaraan roda empat itu menuju kampus yang dimaksud oleh Bos nya.
" Nanti pas depan toko bunga stop dulu, saya mau membelikan buket buat calon istri saya."pinta Arya pada Satria yang sibuk mengemudi.
" Baik Pak."sahut Arya.
Selang beberapa menit kemudian,mobil itu pun berhenti disalah satu toko bunga.Arya dengan sendirinya turun dari mobilnya dan memasuki toko bunga itu, dia juga memilih sendiri bunga yang akan ia berikan kepada Dilla.
Wajah Arya tak lepas selalu tersenyum sambil menatap bunga-bunga mawar putih yang cantik itu.
"Bunga-bunga ini persis seperti kamu, cantik dan lembut. " lirih Arya.
Setelah beberapa waktu mobil melaju,akhirnya kedua pemuda ini tiba juga di tempat yang dituju.
Arya meminta Satria langsung menuju ke gedung Fakultas Kedokteran tempat Dilla belajar disana.
Setelah tiba di parkiran, Arya pun turun dari mobilnya dengan membawa buket bunga mawar putih yang tadi sudah ia siapkan.Tak lupa Arya juga memakai kacamatanya.
"Kamu tunggu disini saja Satria, sebentar lagi saya akan membawa calon saya kemari. " ujar Arya.
" Iya Pak. "
***
Arya memasuki gedung Fakultas Kedokteran, ia bertanya pada beberapa mahasiswi yang terlihat sedang ramai keluar dari kelas mereka.
"Haiii,apa di kelas ini ada yang bernama Dilla?, emmm maksud saya Faradilla Cahyani,dia mahasiswi baru disini."tanya Arya.
Sejenak para mahasiswi yang ditanya Arya malah bengong sambil memandangi wajah cowok ganteng yang ada dihadapan mereka.Bukannya menjawab mereka malah bengong. Arya jadi sedikit kesal karena jadi bahan tontonan cewek-cewek itu.
Lalu dari kejauhan tak sengaja Arya melihat Dilla yang sedang mengobrol bersama seorang Ibu-ibu dengan pakaian rapi, sepertinya itu adalah seorang dosen wanita dikampus itu.
__ADS_1
Arya langsung melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Para cewek yang tadi sibuk bengong sambil terus menatap kearahnya.
" Setelah jaraknya dengan Dilla sudah semakin dekat, Arya langsung memanggil Dilla.
"Dilla sayang. " sapanya
Bu dosen yang sedang bersama dengan Dilla jadi terkejut sekali, apalagi Dilla.
Seketika Dilla menoleh kearah Arya.
"Bang Arya, ngapain disini? " tanya Dilla kaget.
Arya malah dengan santainya mengulurkan buket bunga yang tadi ia bawa.
Bukannya menerima, Dilla malah meminta Arya menunggu sebentar, karena dia belum meyelesaikan urusannya dengan Bu Dosen.
"Sebentar ya Bang Arya.tunggu disini." pinta Dilla sambil mendorong pelan tubuh Arya untuk duduk dikursi tunggu disisi depan kelas.Baru setelah itu Dilla kembali menemui Bu Dosen.
"Itu pasti pacar kamu kan?, cocok loh buat kamu. " ujar Bu dosen.
"Ah ibu bisa aja, saya jadi malu. " jawab Dilla.
"Ya gak apa-apa toh.Kamu kan sudah beranjak dewasa,wajar kalau kamu sudah mengenal cinta."ujar Bu dosen.
" Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu,gak enak juga Bang Arya sudah lama menunggu. "jawab Dilla.
" Iya, Hati-hati ya."ujar Bu Dosen.
"Iya Bu, terimakasih. " Dilla pun pamit dan ia langsung menemui Arya kembali.
"Sini Bang bunganya, ini tadi untuk Dilla kan?." ucap Dilla sambil menarik buket yang ada di tangan Arya.
"Tentu sayang,kayaknya kamu akrab ya dengan dosen kamu?. " tanya Arya.
"Ya, begitulah Bang. "
Mahasiswi yang tadi terus memandangi Arya jadi saling berbisik."Jadi dia pacar nya cewek baru itu?,tapi kok mukanya familiar ya??. "ujar salah satu dari cewek itu.
"Iya, kayak pernah lihat di tv. " sahut yang lain.
"Iya benar, dia kan yang diberitakan hilang dan akhirnya kembali dengan mengungkap kasus percobaan pembunuhan atas dirinya itu, kasus yang viral saat ini.Cepat banget ya dia muvonnya. " ujar yang satunya lagi.
"Ooo iya, bener tuh. " ujar Yang pertama tadi.
Arya mengajak Dilla untuk ikut pergi bersamanya, karena Arya ingin memberikan kejutan kepada Dilla untuk bertemu dengan orang tuanya yang datang dari desa.
Tapi sesampainya di mobil..
Lalu Dilla
__ADS_1