
Bu Ayu menengahi perkelahian antara Banyu dan juga Roby,dia tidak mau putrinya jadi bahan rebutan dan jadi bahan tontonan orang banyak.
Disatu sisi, abu Ayu juga khawatir kalau nanti Dilla akan lebih mengungkapkan isi hatinya pada Banyu didepan semua orang.
"Sudah!! hentikan semua ini.Kalian itu semuanya sudah dewasa,jangan sampai melakukan hal bodoh seperti ini. Sebaiknya kita pulang saja, Dilla, Banyu!! ayo kita pulang kerumah."Hardik Bu Ayu.
" Tapi, kita kan belum selesai mandi Bu. "ujar Dilla.
" Sudah,cepat mandinya dan kita langsung pulang. Gak usah pakai ganti baju segala!. "
Dan kamu,Roby!!,jangan lagi kamu ganggu anak saya Dilla.Sampai kapan pun, saya sebagai Ibunya tidak akan pernah sudi anak saya satu-satunya berpasangan dengan Begundal kayak kamu!!. "
Roby tercengang, tak pernah sekalipun ada yang berani memarahinya seperti ini. Apalagi Bu Ayu adalah orang yang dikenal sangat lemah lembut.
Bu Ayu terlihat benar-benar sedang marah besar, Banyu jadi merasa tidak enak karena membuat Ibu dari kekasihnya itu jadi marah dan malu karena ditontonin semua orang yang ada disana.
Di sepanjang jalan menuju kerumahnya, Bu Ayu terus mencengkram erat tangan Dilla. Banyu hanya bisa mengikuti kedua Ibu dan anaak itu dari belakang.
"Bu, lepasin Dilla Bu. Tangan Dilla sakit. " ujar Dilla.
"Gak bisa, Ibu gak akan lepasin kamu. Hari ini Ibu jadi tontonan warga, apa kamu tahu itu!!. " Bu Ayu masih belum reda amarahnya.
"Bu, ini kan salah saya. Tadi saya yang gak bisa menahan emosi sehingga saya meladeni tantangan Si Roby itu. Tolong Ibu jangan sakiti Dilla, dia gak salah apa-apa Bu. " Banyu memohon kepada Bu Ayu.
Mereka pulang dengan kondisi memakai pakaian basah kuyup yang belum diganti, padahal semuanya membawa pakaian ganti.
Sesampainya dirumah, Pak Yuda sangat terkejut melihat kondisi istri dan juga anak gadisnya yang basah kuyup.
"Loh loh,kok kalian basah kuyup begini.Kan Gak sedang hujan, memangnya kalian bertiga dari mana ?. " tanya Pak Yuda.
Banyu yang hanya mengenakan celana pendek yang basah dan handuk yang dikalungkan di lehernya ingin menjelaskan, tapi Bu Ayu mendahului nya.
"Tadi disungai kami bertemu sama si Roby,preman kampung itu!. " ujar Bu Ayu kesal.
"Roby??!.Bikin ulah apa lagi berandalan itu!?. " Pak Yuda ikut emosi jadinya.
"Dia masih saja mengejar-ngejar Dilla anakmu Bang. " jawab Bu Dilla.
"Berani-beraninya dia! Hukh!. " Pak Yuda sangat geram.
"Untung tadi ada nak Banyu,dia sampai duel sama si Roby. "
"Apa??, Banyu,lain kali gak usah kamu ladeni ya kalau ketemu sama si Roby itu lagi. Lebih baik kamu hindari dia, si Roby itu memang selalu bikin onar dikampung ini.Beberapa Bulan belakangan ini dia memang pergi dari kampung karena di usir warga, tapi sekarang dia balik lagi.Dia itu ikut melaut di kapal besar, ternyata sekarang dia sudah kembali ke sini. " Pak Yuda menghela nafas berat.
"Iya Pak, tadi itu saya sudah coba sabar. Tapi karena dia terus saja memprovokasi saya, jadi kesabaran saya hilang Pak,saya minta maaf sama Bapak dan Ibu karena saya sudah menyebabkan banyak masalah di keluarga kalian. " ujar Bima dengan setulus hatinya.
__ADS_1
"Nak Banyu gak salah kok,semua ini memang kesalahan kami.Seharusnya kami mengirim Dilla untuk tinggal bersama tantenya di kota dari pada membiarkan dia tinggal di pulau terpencil seperti ini. Disini hanya ada pemuda-pemuda nelayan yang kebanyakan gak sekolah,apaa yang bisa diharapkan dari mereka.Apalagi seperti si Roby itu,kerjaan nya hanya bikin rusuh saja. " jelas Pak Yuda.
Banyu hanya menyimak setiap ucapan Pak Yuda.
"Sudahlah Bang,jangan marah-marah lagi. Nanti jadi darah tinggi. " ujar Bu Ayu.
"Ya sudah, sebaiknya kalian segera berganti pakaian,Nanti malah masuk angin. " ujar Pak Yuda lagi.
Ketiganya pun masuk untuk berganti pakaian.
*******
Keesokan harinya, seperti biasa Dilla dan Ibunya sibuk membuat ikan asin. Sedangkan ayahnya dan juga Banyu sedang sibuk membersihkan kapal.
Hari ini Pak Yuda tidak melaut,dua Minggu sekali dia akan libur melaut. Biasanya dia akan memanfaatkan waktunya untuk istirahat dan kadang membersihkan kapal nya.
Hari ini Banyu dengan senang hati ingin membantu pekerjaan Pak Yuda,sekalian mau pendekatan sama Calon Mertua 🤣.
Tapi baik Pak Yuda ataupun Bu Ayu belum ada yang tau kalau dia dan Dilla sudah jadian. Walaupun Bu Ayu sudah curiga, tapi dia belum tau kebenaran yang sesungguhnya.
****
Di Dermaga, ada kapal pembawa orang dari kota yang datang bersandar.Seseorang yang turun dari kapal berjalan dengan menenteng sebuah Amplop cokelat,pria itu mengeluarkan sesuatu dari dalam amplop tersebut.
Para warga sekitar yang tau dan mengenal orang didalam foto itu kompak menunjukkan rumah Pak Yuda..
"Ini kan Nak Banyu, orang yang ditemukan Nak Dilla terdampar di pantai waktu itu. "ujar salah satu Bapak-bapak penduduk asli pulau ini.
" Banyu??,pria di foto ini namanya Arya, bukan Banyu. "jelas Pria yang tadi bertanya.
" Ooo, bisa jadi. Soalnya Banyu ini nama pemberian dari Nak Dilla anaknya Pak Yuda, karena Nak Banyu ini amnesia.Dia gak ingat siapa dirinya, pas ditemukan tubuhnya banyak leban dan kepalanya terluka parah. "
"Kalau begitu, bisakah anda menunjukkan dimana pria ini tinggal sekarang?. " tanya Pria yang baru datang tadi.
"Baik, biar saya antar anda kerumah Pak Yuda. Pria ini tinggal disana. "
"Terimakasih."ujar Pria tadi.
Bapak nelayan itu mengantarkan Pria tadi menuju kerumah Pak Yuda.Kebetulan rumahnya Pak Yuda tidak begitu jauh dari Dermaga, hanya 700 m.
Sampailah mereka didepan rumah Pak Yuda,tetangga kampung Pak Yuda itu memanggil-manggil yang punya rumah, tapi gak ada sahutan.
" Pak Yuda, Bu Ayu, Neng Dilla. "panggil nya berkali-kali.
Tapi tak satupun sahutan
__ADS_1
" Pada kemana ya mereka?. "tanya Bapak itu.
" Mungkin sedang keluar Pak. "ujar Pria yang bawa-bawa foto Banyu alias Arya.
" Oo, coba kita lihat kesana. Biasanya mereka membuat ikan asin,kali aja ada. "
Bapak itu mengajak Pria tadi ke pinggir pantai. Benar saja, ternyata tuan rumahnya ada disana.
"Bu Ayu, ada tamu yang mencari nak Banyu. " ujar Bapak itu.
"Tamu?. " Dilla dan Ibunya kaget mendengar hal itu, apalagi tamu itu khusus datang untuk mencari Banyu.
"Iya Bu,perkenalkan.. saya Andra,detektif yang disewa oleh keluarga Bapak Bambang Sudjatmiko untuk mencari keberadaan putera mereka yang hilang hampir sebulan ini. Petunjuk yang kami dapatkan dari hasil olah TKP, kemungkinan putera mereka terdampar di Pulau Ini.
ᥬ😲ᄠᥬ😲ᄠBu Ayu dan Dilla makin kaget dan keduanya sampai saling berpegangan tangan.
" Jadi maksud anda,orang yang anda cari bestie beneran Bang Banyu?. "tanya Dilla.
" Coba anda perhatikan foto ini. "Pria bernama Andra itu memperlihatkan foto Arya yang dia Bawa.
" Benar Bu, ini Bang Banyu. "ujar Dilla shok.
Di foto itu, Banyu alias Arya terlihat sangat gagah dan mempesona,diapit kedua orang tuanya.
" Dilla, cepat panggil Ayahmu kemari!. "suruh Bu Ayu pada putrinya itu.
" Iya Bu. "Secepatnya Dilla lari ke pantai tempat Ayah dan kekasih diam-diam nya itu berada.
" Ayah, ada tamu dari kota. "teriak Dilla.
" Siapa Nak?. "tanya Pak Banyu.
" Orang yang cariin Banng Banyu. "jawab Dilla dengan raut wajah sedih, tapi air mata itu masih bisa dia tahan.
" Apa??, jadi ada orang yang cari saya?. "tanya Banyu.
" Iya Bang, cepatlah Abang temuin dia.Siapa tau benar Abang yang dia cari. "
"Ayo Nak Banyu, kita kesana. "
****
Akhirnya Banyu, Dilla, dan Pak Yuda sudah tiba dirumah.Bu Ayu sudah mengajak tamu mereka itu pulang.
Bu Ayu menggelar tikar diteras rumahnya.Pak Andra dan juga Bapak yang mengantarkannya tadi sudah duduk disana ditemani teh manis dan juga cemilan kue dadar gulung buatan Bu Ayu.
__ADS_1