Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 14


__ADS_3

Banyu dan Pak Yuda dan juga Dilla ikut duduk bersama di teras rumah mereka,sedangkan Bapak-bapak yang tadi mengantarkan Pak Andra sudah pamit kembali kerumahnya karena masih banyak pekerjaan.


Tinggallah Pria yang bernama Andra tadi bersama-sama mereka.Pria itu terus memperhatikan Banyu dalam-dalam.


"Ternyata benar, anda adalah Tuan Muda keluarga Sudjatmiko.Arya Sheta Sudjatmiko. " ujar Pak Andra.


"Arya Sheta Sudjatmiko?. "Banyu dan ke-tiga beranak itu kaget.


" Maksud anda, nama asli saya adalah Arya Sheta Sudjatmiko??. "tanya Banyu.


" Iya, ini adalah foto anda dan keluarga Anda. "Pak Andra memperlihatkan foto yang tadi juga sudah dilihat oleh Dilla.


Banyu memperhatikan foto itu, dan sekilas diotak nya tiba-tiba terlintas kebersamaannya dengan kedua orang yang ada disisi kanan dan kirinya itu.


Berkali-kali matanya terpejam.Dia mencoba mengingat-ingat lebih jauh.


" Mama, Papa??. "ucapnya.


" Benar sekali, mereka adalah Mama dan Papa Anda.Tuan Bambang Sudjatmiko dan juga Nyonya Sri Widiyana. "


"Jadi benar ini orang tua saya?. " tanya Banyu.


"Iya." angguk Pak Andra.


"Lalu nama asli saya adalah Arya. "


"Iya betul, nama asli Anda adalah Arya Sheta dan anda adalah putera tunggal dari keluarga Sudjatmiko dan pewaris tunggal dari perusahaan tambang batu bara keluarga Sudjatmiko.Apa anda bisa mengingatnya?. " Pak Andra merangsang otak Arya untuk mengingat.


Namun Arya masih berusaha.


"Tidak usah dipaksakan dulu, saya yakin setelah anda berobat Anda akan segera pulih dan bisa kembali seperti sedia kala." ujar Pak Andra.


Hati Dilla sangat khawatir mendengar ini, rasanya bagai disambar petir disiang bolong.Kekasihnya itu ternyata adalah anak orang kaya dan bukan itu saja, ternyata Arya yang selama ini dia panggil sebagai Banyu Biru rupanya adalah pewaris tunggal dari perusahaan pertambangan.


Dari dulu dia memang memimpikan seorang pangeran, tapi Dilla jadi ragu apakah Arya pantas untuk nya yang miskin ini?


Wajah Dilla berubah menjadi pucat, mendadak rasanya jantung nya ditikam benda tajam.


Dari tadi Bu Ayu terus saja memperhatikan perubahan raut wajah putrinya itu.Bu Ayu pun merasa semakin yakin kalau Dilla mencintai Banyu alias Arya Sheta.

__ADS_1


Bu Ayu pun merasa khawatir akan perasaan putrinya itu, seandainya saja waktu bisa di ulang. Mungkin Bu Ayu akan mencegah saat Dilla dan para warga meminta agar Bu Ayu mengizinkan Banyu yang kala itu sedang tak sadarkan diri untuk tinggal di rumah mereka.


Dalam hatinya dia sangat takut Dilla putri satu-satunya yang sangat dia cintai menjadi terluka karena hal ini.


Banyu menatap Dilla, dia tau apa yang sedang ada dalam fikiran gadis itu.Banyu yang sekarang sudah tau kalau dirinya bernama Arya ingin sekali mengantakan pada Dilla bahwa kenyataan ini tidak akan bisa merubah perasaannya kepada gadis itu.


Dilla tiba-tiba permisi untuk pergi ke belakang dan menyiapkan masakan, Arya tau kalau itu adalah kode untuk dirinya. Arya mencari alasan bahwa dia sedang ingin mengambil minum.


Pak Yuda dan Bu Ayu masih mengobrol dengan Pak Andra diteras rumah itu,Pak Andra ijin sebentar untuk menelpon Pak Bambang dan mengabarkan bahwa putera Arya Sheta sudah berhasil ditemukan.


Pak Andra juga ingin memberi tahu dimana lokasinya sekarang,Pak Yuda pun mengizinkan.


Sedangkan Bu Ayu, dia terlihat sedang mencemaskan sesuatu, dari tadi dia terus saja menoleh kearah dalam rumah.


"Ada apa toh Bu,kok kelihatannya gelisah banget?. " tanya Pak Yuda.


"Gak ada apa-apa kok Bang,aku ke dalam dulu ya. Mau masak makan siang. " jawab istrinya itu.


"Kan ada Dilla, biar dia saja yang masak, gak enak kan ada tamu kok ditinggal. " ujar Pak Yuda.


"Kan sudah ada Abang disini,biar aku bantuin Dilla aja didapur biar cepat masaknya. "


"Ya sudah, kalau itu mau kamu. "


Bu Ayu sengaja ingin tau, apa yang sedang dibicarakan oleh Arya dan juga Putrinya Dilla.


"Jadi sekarang Abang sudah tau identitas Abang yang sebenarnya, dan Abang Bany...eh Arya ternyata adalah orang kaya dikota. Kamu bahkan seorang CEO dari perusahaan tambang batubara Bang.Kamu pasti merasa tidak pantas kalau kita terus melanjutkan hubungan kita ini. Dilla tau, pasti sekarang Abang mau mutusin Dilla kan??. "


"Kata siapa Dilla, apapun keadaannya sekarang ataupun nanti.Abang masih yakin sepenuh hati, bahwa Abang tetap akan mencintai kamu dan terus mencintai kamu. Tetaplah jadi pacar Abang ya. "


Arya dan Dilla tidak tau kalau Bu Ayu sedang menguping dibalik Hordeng pintu yang menuju ke dapur.


Bu Ayu sangat shok mendengar apa yang tadi dibicarakan oleh Arya dan juga Dilla Putrinya.


"Apa?!! jadi mereka memang sudah pacaran diam-diam.Dilla juga menyembunyikan hal ini dari ibunya??. " Batinnya.


Bu Ayu masih tidak percaya bahwa putrinya bisa merahasiakan hal semacam ini dari dirinya.


Baru saja Bu Ayu ingin menanyakan hal itu langsung kepada keduanya,Dilla buka suara.

__ADS_1


"Kalau Abang masih ingin melanjutkan hubungan kita, Abang harus berjanji untuk membicarakan semua ini kepada Ayah dan Ibu.Dilla tidak mau kalau kita sembunyi-sembunyi seperti ini Bang. " ujar Dilla.


"Bagus nak. " bathin Bu Ayu.


Tadi dia jadi urung untuk muncul dari balik gorden.


"Baiklah,nanti pas selesai makan siang aku akan mencoba bicara sama Ayah dan Ibu kamu. " jawab Arya.


"Sekarang sebaiknya Abang kembali keluar, takutnya Ayah dan Ibu jadi berprasangka yang bukan-bukan karena Abang sudah lama didapur tapi gak keluar-keluar.


" Iya,baiklah.Aku keluar dulu ya. "


Saat Arya akan keluar dan kembali ke teras, Bu Ayu buru-buru masuk kedalam kamarnya.


*****


Di tempat yang agak sepi,Pak Andra memberi kabar kepada orang tua Arya bahwa dia sudah berhasil menemukan keberadaan Arya.


Diseberang telepon,Nyonya Sri Widiyana sangat kegirangan.


"Benarkah??? Cepat segera kirimkan di mana alamatnya sekarang.Saya sendiri yang akan menjemputnya bersama suami saya!. " Ujar Wanita itu.


"Baik Nyonya,saya akan segera meng-Share lokasinya.Ini berada di pulau yang agak terpencil,di utara kepulauan seribu. "jelas Pak Andra.


"Ya ampun, putera ku. Kenapa kamu bisa sampai kesana Nak.ᥬ😭᭄ " Nyonya Sri merasa sedih sekali mengenang Putera semata wayangnya itu.


"Kalau begitu nanti detail lokasinya dan nama pemilik rumah yang ditinggalin oleh Mas Arya akan saya kirimkan lewat Chat."..


" Iya, seperti itu saja. Terimakasih karena anda sudah berusaha keras mencari keberadaan putera saya. Mendengar bahwa Arya selamat saja saya sudah sangat senang sekali. "


"Ehhh saya hampir lupa Nyonya. "


"Ada apa??. "


"Mas Arya ditemukan warga sini dalam keadaan pingsan dan tubuhnya dipenuhi luka.Sekarang dia sedang kehilangan ingatannya, atau biasa disebut dengan amnesia Nyonya. "


"Apa???!. " Nyonya Sri sampai menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


"Iya Nyonya,tapi kondisinya sekarang sudah lebih baik dan ia sedang dalam masa pemulihan. Tadi saya sudah menjelaskan semuanya, dan dia mencoba untuk mengerti siapa dirinya yang sebenarnya.Karena disini orang -orang-orang memanggil Mas Arya dengan Nama Banyu Biru. Nama itu pemberian dari gadis yang pertama kali menemukan Mas Arya di tepi pantai. "jelas Pak Andra lagi.

__ADS_1


" Gadis???. "Nyonya Sri berfikir sejenak.


" Iya Nyonya, namanya Dilla. Sekarang Mas Arya tinggal di rumah keluarga itu. "


__ADS_2