Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 8


__ADS_3

Banyu berjalan keruang tamu dan berbaring di bale-bale tempatnya biasa tidur.Banyu duduk dan memikirkan siapa sebenarnya dirinya ini, kenapa susah sekali untuk mengingatnya.


Pintu rumah diketuk, sepertinya ada yang datang.


"Assalamu'alaikum... " suara dari luar rumah.


"Wa'alaikumsalam" Sahut Dilla dari ruang tengah.


Dilla pun kedepan untuk membukakan pintu. Ternyata Ayah dan Ibunya sudah pulang dari kondangan.


Banyu yang sedang duduk hanya tersenyum melihat Pak Yuda dan juga Bu Ayu yang memasuki rumah.


"Sudah sadar nak Banyu?. " tanya Bu Ayu.


"Iya Bu,sudah se jam yang lalu. " jawab Dilla.


"Sudah makan malam Nak?. " tanya Ibu Ayu lagi.


"Sudah Bu,baru saja. " Jawab Banyu.


"Kamu istirahat aja,ini udah malam juga." ujar Pak Yuda.


"Iya Pak,O iya.Sekali lagi terimakasih ya karena sudah menyelamatkan saya lagi dan lagi. Entah dengan cara apa saya bisa membalas semua kebaikan Bapak dan keluarga. " ujar Banyu.


"Gak usah sungkan gitu Nak Banyu. Bapak dan keluarga ikhlas kok melakukannya. " jawab Pak Banyu.


Lalu dia dan istrinya pamit ke kamar.Sedangkan Dilla sendiri sibuk merapikan baju-baju yang sudah ia setrika ke lemari.Barulah setelah itu dia masuk ke kamarnya sendiri, untuk menaruh pakaiannya dan beristirahat.


*****


Keesokan harinya,🌞


Pagi-pagi sekali Dilla dan ibunya sudah bersiap hendak menyebrang,mereka menggunakan kapal tongkang khusus penumpang yang biasa mengantarkan orang-orang yang ingin menyeberangi pulau.


Dilla sangat antusias karena hari ini dia ingin membeli buku-buku baru untuk dia belajar sendiri dirumah, sebelum nanti uangnya cukup untuk berkuliah.


Sudah semenjak lama Dilla melakukan semua ini, impiannya memang sangat besar untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi.Gadis itu tak pernah patah semangat sedikitpun.


Perahu tongkang yang mereka tumpangi sudah tiba di pelabuhan kecil pinggir kota jakarta. Dilla bersama Bu Ayu dan juga para penumpang lainnya sekarang sudah turun dari tongkang dan mereka berpencar ke tujuan masing-masing.


Ada yang mau bekerja, ada yang kembali kerumah, ada yang memang ingin berbelanja seperti Anak dan Ibu itu.

__ADS_1


Dilla dan Bu Ayu kini tengah berjalan kaki ke halte, mereka ingin naik Bus menuju ke barisan gedung pertokoan.Hari ini Bu Ayu ingin membeli sebuah cincin yang sudah lama ia idam-idamkan.


Kemarin Pak Yuda memberinya sejumlah uang yang cukup untuk membeli setengah Suku emas.Bu Ayu sudah lama menginginkannya karena dulu cincin nya tergadai saat ia harus menambahi uang untuk membeli peralatan menjaring ikan.


Maklumlah, mereka memang bukan orang berada, kadang mencari ikan di laut juga penuh resiko.


Tak jarang kapal Pak Yuda rusak mesinnya dan harus bongkar mesin, sulit sekali untuk mengumpulkan uang.Ditambah lagi harga BBM Yang mulai naik, menambah kesusahan di hati para keluarga nelayan.


Sesampainya di Toko emas,dideretan Ruko yang menjulang tinggi, Dilla dan juga Bu Ayu memilih masuk kedalam salah satu toko.


Penjualnya menanyakan


"Mau cari apa Bu, Mbak?. "


"Saya mau lihat cincin. " ujar Bu Ayu sambil Melihat-lihat ke dalam Etalase tempat cincin-cincin di pajang di Toko Itu.


"Ooo, silahkan Ibu mau pilih yang mana?. " tanya Cici pemilikToko yang keturunan orang China.


"Yang itu aja Ci, yang bentuknya polos. "


"Yang setengah Suku ini?, baik. " Cici itu mengeluarkan Cincin polos yang di minta Bu Ayu.


Bu Ayu pun mencoba Cincin itu di jarinya,terlihat dia sangat menyukai cincin itu.


"Bagus ya Nak, ya udah kita pilih yang ini saja ya. " ujar Bu Ayu.


"Berapa ini Ci harganya?. " tanya Bu Ayu pada pemilik toko.


"Yang itu harganya 2 juta 600 ribu Bu, sudah termasuk upah pengerjaannya."


"Saya ambil Ci,ini uangnya. " ujar Bu Ayu seraya merogoh tasnya untuk mengambil uang.


Bu Ayu memang gak mau tawar menawar soal beli Emas, karena biasanya harga emas memang ada pasarannya tersendiri sesuai harga emas Dunia.


Bu Ayu langsung memakai cincinnya di jari manisnya.


Saat mereka akan keluar dari Toko itu, tak sengaja mereka hampir saja bertabrakan dengan seorang Ibu-ibu yang baru saja turun dari sebuah mobil Alphard berwarna putih.


Hampir saja, Nyonya itu jatuh dari kaki lima Toko dan untungnya Faradilla menangkap tangannya dan membantunya berdiri.


Sebenarnya Nyonya itu berjalan gak lihat bawah, sehingga sepatu hak tingginya salah menginjak lobang saluran air yang ada di emperan Toko.

__ADS_1


"Kalian itu kalau jalan PAKE MATA!!. " Nyonya itu malah marah-marah sambil melepas kaca mata hitam yang ia kenakan.


"Maaf, kayaknya anda yang salah ya. Jalan malah sambil main handphone. " Ujar Bu Ayu.


"Hallah, males aku berurusan sama orang kampung kayak kalian, lihat aja dandanan kalian.Gak pantes kalian ada di depan Toko teman saya!. " Ujar Nyonya itu ketus.


"Oo Toko temannya Bu, ya udah yuk Bu. Mending kita pergi dari sini. Dilla juga mau beli buku pelajaran, gimana kalau kita beli di Toko buku seberang sana. " Dilla menunjuk sebuah Toko buku ternama yang berdiri di seberang jalan.


"Dasarrr orang kampung! ,gak Ibunya gak anaknya semuanya sama saja. Bau Amis!!. " ketus Nyonya tadi.


Lalu Nyonya itu pun masuk kedalam Toko emas milik temannya itu.


Dilla dan Bu Ayu tengah berada di Toko Buku,saat sedang memilih-milih buku yang dicari nya ada seseorang yang terus memperhatikannya dari tadi.


Seseorang itu sepertinya terkejut karena melihat Faradilla yang cantik dan manis ada dikota saat ini.


Dia adalah seorang pria yang selama ini sangat Merindukan gadis itu, Dilla adalah gadis yang selalu ingin dilihatnya setiap hari.


"Sudah lama sekali. " Gumamnya.


Pria itu datang menghampiri gadis pujaannya.


Dia berjalan mengikuti kemana Dilla berjalan sambil melihat-lihat isi rak buku.


Dilla melihat buku yang ia inginkan ternyata letaknya sangat tinggi,Dilla pun berjinjit untuk mengambilnya tapi tenyata tidak tergapai.


Tiba-tiba ada tangan dari arah belakang nya yang mengambilkan buku itu.


Spontan saja Dilla berbalik pelan melihat siapa yang sudah membantu dirinya.


Betapa kagetnya Dilla ternyata dia adalah Satria, laki-laki yang dulu ia taksir dan ia cintai. Sudah 3 tahun mereka tidak bertemu.


Sekarang Satria sangat berbeda dari segi penampilan,dandanannya rapi dari atas sampai ke bawah, wangi dan juga sepertinya dia sudah sukses di Jakarta.


Dilla sejenak terpaku melihatnya.Satria pun sama,pemuda itu juga sama terpesonanya melihat senyuman Faradilla.


"Faradilla?. " ujar nya.


"Kak Satria?. " ucap Dilla.


Sementara Bu Ayu yang baru saja berkeliling mencari buku resep masakan juga tak kalah terkejutnya karena melihat Satria.

__ADS_1


Bu Ayu memang sangat menyukai Satria, dulu pas Satria masih tinggal di Pulau.Bahkan seluruh Ibu-ibu yang ada di Pulau juga menginginkan Satria sebagai calon menantu mereka.


__ADS_2