Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 33


__ADS_3

Dilla memeluk erat Eyangti nya "Eyangti.... " ucapnya dengan air mata yang tak henti mengalir.


"Kamu Dilla kan, Eyangti sudah tau nama kamu dan wajah kamu, tapi kita belum pernah bertemu.Cucu Eyangti cantik sekali,Eyangti sudah lama ingin bertemu kamu tapi selalu saja dilarang. " ujar Eyangti nya sambil melirik sendu kearah suaminya pak Adi Sucipto.


"Maafin Dilla Eyangti, seandainya saja Dilla tau kalau selama ini Dilla masih punya Eyang dan Eyangti pasti Dilla akan sering berkunjung. " jawab Dilla.


Keduanya saling menghapuskan air mata di pipi masing-masing.Eyangti tersenyum melihat cucunya yang belum pernah bertemu sama sekali selama hidupnya.


Sementara Pak Adi Sucipto hanya melirik sesekali dan memendam perasaannya. Rasa di hatinya kini lebih ke rasa malu yang tak tau bagaimana mengungkapkannya.Malu karena selama ini sudah salah menuduh darah dagingnya sendiri. Walaupun selama ini secara diam-diam istrinya selalu mencari tau tentang kabar Yuda Wiryawan anak laki-laki satu-satunya itu, tapi Pak Adi selalu berlagak tak mau perduli dan malah menutup semua akses untuk Ibu dan anak itu bisa bertemu.


Dilla melirik takut kearah Eyang nya.


"Gak apa-apa sayang,setelah hari ini kita bisa selalu bertemu. " ujar Eyangti.


Pak Adi Sucipto langsung mendelik tajam kearah istrinya,seolah tidak setuju dengan apa yang sudah diucapkan oleh istrinya itu. Lalu laki-laki yang sudah punya tiga orang cucu itu berlalu masuk kedalam rumahnya.


Laki-laki itu sepertinya sedang gamang dengan perasaannya saat ini,dirinya malu untuk mengakui kesalahannya sendiri yang tidak mau percaya dengan apa yang puteranya ucapkan dua puluh tahun yang lalu.


Pak Yuda yang kala itu masih muda dan baru saja lulus kuliah ia usir dengan keji, bahkan tak satu rupiah pun ia bolehkan untuk dibawa oleh puteranya itu.


Pak Adi Sucipto tak sedikitpun mau mendengarkan penjelasan Pak Yuda, beliau malah tak segan-segan menyiksa dan mengusir puteranya sendiri.


Walau didalam hatinya sudah lama menyesali hal itu,tapi karena Egonya Pak Adi tetap kekeh dengan sifat keras kepalanya.


Pernah sekali saat Pak Yuda dan Bu Ayu baru saja menikah, ia mengajak istri yang baru ia nikahi untuk meminta restu kepada Pak Adi dan istrinya tapi melihat calon istri Pak Yuda yang hanya gadis dari desa nelayan, maka ia pun tak sudi untuk merestui nya, bahkan dia merasa kalau puteranya itu selalu mengecewakan didirina dan berucap tidak mau melihat Pak Yuda menginjakkan kaki dirumanya lagi sampai kapanpun.


Tentu saja hal itu juga melukai hati Eyangti,perasaan Ibu mana yang takkan hancur melihat anak yang ia lahirkan dengan susah payah diusir dan dilarang datang oleh suaminya sendiri yang notabene adalah ayah dari anaknya itu sendiri.


Pak Adi duduk termenung diruang kerja pribadinya di mansion itu.Rumah besar nan megah ini terasa sangat sepi karena hanya dihuni oleh dirinya dan istrinya saja.Memang dirumah ini banyak pelayan, tapi para pelayan ditempatkan di paviliun yang ada dibelakang rumah utama.


"Yuda, maafkan Papa Nak. " mata yang sudah berkacamata itu akhirnya bisa mengeluarkan air mata juga.


Air matanya runtuh dengan sendirinya,ketika ia mengetahui kebenarannya dari Pak Bambang yang dulunya bernama Wiraguna, sahabat puteranya yang sudah dia anggap seperti puteranya sendiri, tapi dia tidak menyangka kalau Pak Bambang alias Wiraguna inilah yang sudah menyebabkan terjadinya kesalah pahaman ini.

__ADS_1


"Aku gak akan membiarkan anakmu menikahi cucu ku.Enak saja kamu Wiraguna!!!" ujarnya .


Tiba-tiba Pak Adi bangkit dan berjalan menuju teras rumahnya yang luas dimana masih ada istrinya, Dilla cucunya, Arya dan juga Papanya Arya Pak Bambang alias Wiraguna.


Ke empat orang yang sedang asyik bercengkrama itu terkejut karena kedatangan Pak Adi yang tiba-tiba.


"Kalau memang apa yang kamu katakan itu benar,aku pasti akan menerima puteraku dan keluarga barunya, tapi... "ucapan Pak Adi terpotong.


"Tapi apa Pa?. " tanya Eyangti.


"Tapi jangan harap aku bisa menerima anak dari pria yang tidak bertanggung jawab ini sebagai cucu menantu ku!!. " terang Pak Adi.


"Apa!!??. " sontak ucapan Pak Adi membuat semua orang shok.


"Tapi kenapa Om tidak mengizinkan mereka menikah, yang bersalah disini adalah saya Om. Mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalalu saya, saya sendiri sudah meminta maaf sama Om dengan sepenuh hati saya.Bukan cinta mereka yang salah Om. " bujuk Pak Bambang.


Kini Dilla dan Arya berpegangan tangan karena tak mau dipisahkan.


"Memang semuanya salah kamu, maka sebab itu anak kamu yang harus menanggung akibat nya."


"Siapa nama kamu cucu ku?. " tanya Pak Adi.


"Dilla Eyang, Faradilla Cahyani. " Jawab Dilla sambil menatap Eyang nya sendu.


Selama ini dia memang sudah tau kalau puteranya sudah memiliki seorang putri, istrinya selalu saja mengajaknya membahas soal Pak Yuda dan keluarga barunya, biar hatinya tergugah.Walaupun dia tak pernah menanggapinya sama sekali, tapi Pak Adi diam-diam selalu mendengarkan.


"Apa kamu sudah kuliah?. " dia tau cucunya itu cuma tamatan SMA.


"Kebetulan hari ini adalah hari Dilla pertama masuk kuliah Eyang. "


"Di jurusan apa?." Dari kabar yang ia dengar, dia tau kalau cucunya ini adalah anak yang pintar.


"Kedokteran Eyang, kebetulan juga Om Bambang yang sudah membiayai kuliahnya Dilla." Jawab Dilla jujur.

__ADS_1


"Apa?, mulai hari ini Eyang yang akan membiayai kuliah kamu.Eyang setuju sekali dengan jurusan yang kamu ambil." ujar Pak Adi.


"Tapi Eyang.. " Dilla jadi gak enak sama Pak Bambang dan juga Arya.


"Sekarang kamu kuliah di Universitas mana?,kamu bisa tinggal disini selama yang kamu mau. Lagipula Eyang dan Eyangti kamu hanya tinggal berdua di mansion ini. " ujar Pak Adi.


Eyangti terlihat sangat gembira,senyuman terbit disudut bibirnya. Tapi tidak dengan Arya dan Pak Bambang, bukan itu tujuan mereka membawa Dilla datang kesini.


"Kenapa kamu diam saja?, apa kamu keberatan tinggal sama Eyangti dan Eyang disini?. " Lagi-lagi Pak Adi membuat Dilla tak tau harus menjawab apa. Dilla hanya tertunduk sambil berfikir.


"Kamu tinggal disini dan akan mendapatkan semua fasilitas dari Eyang, tapi kamu jangan berhubungan lagi dengan puteranya si Wiraguna ini!."ujar Eyang nya.


" Pa!!!, Papa tuh kenapa sih Pa!.Apa mau mengulangi hal buruk yang dulu pernah terjadi? Dulu Papa juga tidak mau menerima menantu kita, bahkan Papa mengusir Yuda dan Istrinya. Sekarang Papa tega mau memisahkan cucumu dengan calon suaminya.Apa sih kurang nya Arya ini?, dia tampan, gagah, dan seorang CEO sukses.Kita juga sudah mengenal Wiraguna sejak dulu. "sergah istrinya.


" Justru itu Ma, kamu lupa ya kalau dialah yang sudah menyebabkan kita berpisah dengan Yuda kita selama berpuluh-puluh tahun. "


"Tapi semua itu karena Papa yang terlalu egois,coba kalau dari awal Papa mau mendegar penjelasan putera kita.Apa susah nya sih memaafkan, lagi pula Papa tidak ada kerugian sedikit pun dari masalah itu.Malah putera kita yang sudah banyak menderita, dan juga Mama. Kami harus terpisah gara-gara sikap egois Papa?!.Apa susah nya sih memaafkan?." jelas istrinya.


"Ya jelas susahlah Ma, dulu Yuda kita besarkan dengan cara yang baik, tiba-tiba ada benda terlarang itu dikamarnya dan aku sampai mengusir Yuda dari rumah, lalu si Wiraguna ini datang dan tiba-tiba mengakui kesalahannya. Kenapa baru sekarang dia menjelaskan semuanya, kenapa gak dari dulu aja. "ujar Pak Adi dengan amarah yang berkobar-kobar, untung saja halaman Mansion ini sangat luas, sehingga tak perlu khawatir didengar oleh tetangga.


" Maafkan saya Om, sekali lagi saya mohon maafkan saya. Bila perlu saya akan berlutut untuk memohon maaf dari Om. Sebenarnya, setelah kepergian Yuda saya pernah mencarinya kemari dan pelayan bilang Yuda sudah tidak disini lagi karena diusir oleh Om. Tapi saya tidak tau alasannya apa waktu itu, saya terus mencarinya kemana-mana Om, tapi nihil. Barulah saat kami menjemput Arya yang hilang dan ditemukan di desa nelayan itu saya baru tau Om, kalau Arya kami dirawat dirumah Yuda dengan baik.Izinkan kami membalas semua kebaikan Yuda dan juga Om dimasa lalu.Kalau saja saya tau permasalahannya karena saya, pasti dari dulu saya sudah menjelaskannya. "ujar Pak Bambang panjang lebar, berharap Pak Adi mau mengerti.


" Hmm, jadi semua ini hanya karena balas budi?. "


"Tapi saya dan Dilla memang saling mencintai Eyang,kami ingin meminta restu sama Eyang dan Eyangti jika waktunya nanti tiba kami akan menikah. "


"Kapan?. " tanya Eyangti.


"Dilla dan Arya saling bersitatap.


Mereka belum pernah ngebahas soal ini,karena Dilla juga baru saja kuliah, sedangkan Arya masih amnesia dan belum sepenuhnya pulih.


" Itu kemungkinan akan segera terlaksana,tinggal menunggu kesehatan Arya pulih dan... "Pak Bambang bingung kalau harus menyebutkan istrinya yang tak setuju.

__ADS_1


" Dan apa???. "tanya Eyangti.


__ADS_2