
Anggun melerai pelukan nya dengan sang Mama, lalu ia pamit untuk bicara diluar dengan Satria.Satria hanya menurut saja ketika gadis itu memberikan kode untuknya.
"Mas Satria."panggil gadis itu sambil tangannya menunjuk ke arah luar.
Setelah mereka keluar dari ruangan itu, Anggun mengajak Satria untuk bicara di kursi panjang yang terletak di ujung koridor.
" Kita bicara disana saja yuk Mas. "ajaknya.
" Oke. "sahut Satria.
Setelah keduanya duduk dikursi yang tadi ditunjuk oleh Anggun, suasananya mendadak berubah jadi canggung.
Anggun kini kebingungan harus memulai kata dari mana dulu,ia nampak sedang berfikir keras akan hal itu.
Lama Satria menunggu kata-kata dari gadis yang baru saja dia janjikan akan ia nikahi itu.Karena Anggun tak kunjung buka suara juga, maka Satria mencoba memberanikan dirinya sebagai laki-laki untuk memulai percakapan terlebih dahulu.
" Maaf ya yang tadi,aku udah lancang buat bilang akan nikahin kamu sama Mama kamu."ujar Satria sambil garuk-garuk pelipisnya karena grogi.
"Justru itu, saya juga mau mengucapkan terimakasiiiiihhhhhh bangetttt karena Mas mau pura-pura didepan Mama kalo Mas ini adalah pacar nya saya, dan saya juga mau berterima kasih karena Mas Satria sudah mau membantu saya meyakinkan Mama saya kalau Mas Satria setuju untuk menikah dengan saya, walaupun itu mungkin gak akan pernah terjadi. " ujar Anggun dengan wajah yang terlihat malu-malu karena kebanyakan Anggun menundukkan kepalanya sambil sesekali curi pandang kepada Satria yang tampannya sudah membius hati Anggun sejak pertama kali bertemu.
"Saya hanya ingin membantu kamu,saya senang jika bisa membantu kesulitan siapa saja. " jawab Satria.
Nampak sedikit gurat kecewa dihati Anggun mendengar penuturan Satria "Saya gak memaksa Mas Satria untuk benar-benar menikahi saya,tapi karena tadi Mas Satria sendiri yang sudah menyampaikan hal tersebut di depan Mama saya,terus terang saya jadi khawatir sekali, bagaimana kalau nanti Mama saya benar-benar ingin kita segera menikah.Saya takut kalau tiba-tiba Mas Satria sudah tidak bersedia membantu saya lagi, tidak mungkin kan kalau saya harus mencari calon suami yang lain, nanti apa kata Mama, bagaimana nanti perasaan beliau?. " Anggun terlihat sedikit frustasi.
"Kamu tenang saja,saya akan membantu kamu sampai akhir, saya janji tidak akan mundur. Lagipula tawaran ini tidak masalah bagi saya, kebetulan saya juga lagi jomblo. Jadi tidak akan ada yang patah hati. "jawab Satria.
" Jadi Mas Satria juga masih jomblo, setidaknya saya tidak akan punya saingan dan tidak akan ada yang patah hati. "ujar Anggun lega.
Ya, walaupun diantara mereka gak ada yang namannya cinta. Tapi setidaknya hubungan dadakan ini tidak akan mempengaruhi hati dan juga hidup siapapun selain mereka sendiri.
__ADS_1
" Tapi sebagai gantinya, maukah kamu ikut saya menghadiri acara pertunangan Bos saya besok di hotel Grand princess?,kebetulan saya sedang tidak ada pasangan. "ujar Satria.
" Memangnya Mas Satria ini kerja apa?. "tanya Anggun penasaran.
" Saya cuma jadi sekretaris pribadi CEO dari perusahaan Sudjatmiko group. "jawab Satria tanpa tedeng aling-aling.
" Ooo,kalau saya kerjanya di Sucipto Corporation. "jelas Anggun.
" Wah, kebetulan Bos saya akan bertunangan dengan cucu dari Pak Adi Sucipto pemilik Sucipto Corps . "
"Wah, kebetulan sekali ya.Oke saya setuju untuk mendampingi Mas Satria besok." jawab Anggun mantap.
Satria senang bukan kepalang, setidaknya dia tidak akan jadi kambing congek di acara pertunangan Arya dan Dilla besok.
"Lalu bagaimana kalau Mama ingin pernikahan itu dipercepat?. " tanya Anggun bingung.
"Ya- ki-ta turuti sa-ja,untuk selanjutnya kita fikirkan lagi belakangan. "jawab Satria dengan sedikit berfikir.
*******
Acara pertunangan kedua anak dari pemilik perusahaan besar itu sudah menyita perhatian banyak Media.Namun sayangnya hanya satu perusahaan Media saja yang diijinkan untuk meliput perhelatan besar ini karena mengingat kasus yang masih dihadapi oleh keluarga Sudjatmiko dengan mantan tunangannya Arya, si Siska yang kini sudah memasuki tahap persidangan.
Setelah memastikan seluruh persiapan pesta ini rampung dan beres, Satria pun memberanikan diri untuk pamit sebentar kepada Bos nya untuk menjemput calon istri dadakannya yang baru ia temui kemarin di jalan.
Mendadak timbul rasa antusias di hatinya saat membayangkan akan menjemput Anggun dirumahnya kali ini.'Mungkin ini akan menjadi jalanku untuk bisa melupakan kamu Dilla. 'ujar nya
****
Sementara di sebuah ruangan kamar hotel,kini Dilla sedang dirias oleh tim MUA, begitu juga dengan Bu Ayudia,Eyangti,dan juga Nyonya Sri Widiyana.
__ADS_1
Ke empat wanita ini terlihat sangat cantik dan juga elegant dengan riasan yang glamour dan juga gaun yang mewah, semua tak lepas dari pengaruh Eyangti dan juga Nyonya Sri yang ingin pesta pertunangan ini menjadi perhelatan yang spektakuler.
*****
Sementara itu dirumah Anggun, Satria kini sudah sampai dan ternyata gadis itu sudah siap dengan dandanan yang cantik dan menggunakan gaun berwarna putih, Anggun benar-benar terlihat seperti namanya anggun.
Satria sampai dibuat tidak berkedip memandang wajahnya,tanpa sadar Satria pun berkata"Cantik."🤩
Anggun jadi kikuk tak percaya mendengar ucapan Satria, gadis itu tersenyum malu-malu.Sejenak Satria terpaku, tapi Anggun segera memanggilnya.
"Jadi kapan kita akan berangkat ke acara tersebut?. " tanyanya pada Pemuda yang akan menjadi calon suaminya itu.
"Oh, iya.Kita akan segera berangkat." Gugup karena ketauan terpanah,Satria cepat-cepat mengalihkan tatapannya, segera ia buka pintu mobilnya di sebelah kiri untuk mempersilahkan gadis itu duduk.
Setelah Anggun masuk,Satria pun juga masuk kedalam mobilnya dan mulai mengemudi.Meskipun debaran didada kirinya semakin kencang kala duduk berdekatan dengan Anggun yang sangat cantik dimatanya.
Sesekali Satria menatap Anggun diam-diam saat gadis itu fokus menatap kearah depan.Tak dapat dipungkiri kalau saat ini dia pun terpesona dengan kecantikan gadis yang ada disampingnya.Untungnya dia masih bisa fokus mengemudi.
****
Akhirnya pasangan baru ini tiba juga di hotel Grand Princess tempat pertunangan Arya dan Dilla.
Satria membukakan pintu untuk Anggun, dan mempersilahkan gadis itu untuk turun sebelum mobilnya ia pindah tangan kan ke petugas valet hotel.
Satria berjalan sejajar dengan Anggun,keduanya nampak sangat serasi memasuki ruangan ballroom hotel.Banyak pasang mata yang mengira kalau mereka lah pasangan yang akan bertunangan, tapi setelah melihat lebih dekat ternyata itu bukanlah Arya dan Dilla, tapi melainkan Satria dan juga Anggun.
(Anggun)
__ADS_1
(Satria)