Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 49


__ADS_3

Satria sedang menunggui gadis itu di depan ruang IGD.Karena hanya luka kecil saja, lengan Anggun hanya di bersihkan dan dikasih obat merah. Dan dia juga di berikan suntikan agar nanti tak merasa nyeri.


Setelah menebus obat di apotek,dan membayar semua tagihan rumah sakit, Satria memberikan kartu namanya dan juga sejumlah uang kepada Anggun.


Tapi gadis itu menolak uang yang akan diberikan oleh Satria kepadanya, karena dia merasa lukanya akan segera sembuh dalam beberapa hari lagi.


"Kalau begitu kamu simpan saja kartu nama saya ini, nanti kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi nomor telepon yang ada di kartu itu. Saya pasti akan bertanggung jawab atas semua kesalahan saya. " jelas Satria.


"Baiklah kalau begitu. " Ujar Anggun sambil memasukkan Kartu nama yang diberikan oleh Satria kedalam saku tasnya.


"Habis ini kamu mau saya antar ke mana?. " tanya Satria.


"Gak perlu Mas, saya mau ke kamar perawatan Mama saya di lantai dua. " Ujar Anggun sambil tersenyum kepada Satria.


Entah kenapa rasanya ada desiran yang tidak biasa saat senyuman gadis itu terkembang ke arahnya.


Satria tertegun menatap Anggun dengan tatapan takjub.


"Mas, Mas Satria." panggil Anggun.


"Ah... iya, maaf. Kalau boleh saya tau Mama kamu sakit apa?. " tanya Satria.


"Mamaku sakit lever,jadi harus dirawat. " jawab gadis berkerudung itu.


"Boleh saya menengoknya?. " ujar Satria,dia fikir dia masih punya banyak waktu karena tadi Arya juga membebaskan tugasnya hari ini.


"Boleh saja, ayo ikuti saya. " ajak gadis itu.


Satria pun dengan setia mengekor kearah mana pun Anggun menuntun jalannya.Hingga sampailah mereka dilantai dua, dikamar bougenville no.8.

__ADS_1


Anggun membuka pintu kamar itu sambil tak lupa mengucapkan salam "Assalamu'alaikum Ma. " ujarnya.


"Wa'alaikumsalam." jawab wanita yang ada didalam.


Anggun pun mempersilahkan Satria untuk masuk kedalam ruangan rawat Mama nya itu.Dengan sedikit malu-malu Satria menyapa Mamanya Anggun"Selamat sore tante."sapanya.


"Sore." jawab Mamanya Anggun.


"Ini siapa nak?. " tanya Mamanya Anggun kepada puterinya itu.


"Oh, ini Mas Satria Ma." Anggun mempersilahkan Satria untuk berkenalan dengan sang Mama.


"Satria tante. " ujar Satria sambil menyalami tangan Mamanya Anggun.


"Diana." jawab Mamanya Anggun, yang ternyata bernama Diana.


Anggun nampak bingung, kemarin dia sempat bilang ke Mamanya kalau dia akan memperkenalkan Mamanya dengan sang kekasih, padahal sebenarnya dia belum juga punya kekasih.Anggun mau tak mau berbohong agar sang Mama tidak kepikiran, karena Mamanya sangat ingin melihat Anggun segera menikah, selagi dia masih ada.


Anggun bingung harus menjawab apa, lama ia berfikir dan ia juga menatap Satria agar Satria mau membantunya. Anggun memberikan kode dengan matanya yang memohon bantuan,untungnya Satria segera menalar dan mengerti apa yang dimaksud oleh Anggun.


"Benar Tante, saya pacarnya Anggun. " Ujar Satria dengan disertai senyuman dibibirnya.


Gadis itu tersenyum kearahnya seakan sedang mengucapkan terimakasih,ia juga menganggukkan kepalanya.


"Tante sangat senang karena ternyata Anggun sudah ada yang menjaga.Anggun hanya punya tante didunia ini,Papa nya juga sudah lama tiada. Tante harap hubungan kalian akan segera berlanjut ke tahapan yang serius, karena tante tidak tau apakah tante masih bisa bertahan atau tidak lagi.Sebelum tante pergi, tante ingin sekali melihat Anggun menikah.Kapan nak Satria akan melamar putri Tante?. " tanya Bu Diana.


Ditodong dengan pertanyaan yang sangat tiba-tiba, membuat Satria jadi kebingungan.Karena insiden tadi, sekarang dia malah tiba-tiba mendapatkan calon Ibu mertua.


Satria benar-benar tidak tau harus menjawab apa,karena dirinya juga tidak pernah berfikir akan di hadapkan dengan keadaan yang seperti ini sebelumnya.

__ADS_1


Anggun kembali menatap Satria,ada kesedihan dimata gadis itu.


"Ee... Ma, Anggun mau ijin bicara berdua dulu ya dengan Mas Satria." Anggun meminta ijin sama Mamanya, karena Satria kelihatan masih kebingungan dengan situasi ini.


"Iya,silakan kalian bicarakan dulu di luar. Mama harap kalian mau segera memenuhi keinginan terakhir Mama." ujar Bu Diana dengan tatapan penuh harap, bahkan matanya pun mulai basah karena air mata yang tak mampu ia cegah untuk keluar.


"Mama jangan ngomong gitu Ma,Mama pasti akan berumur panjang.percaya sama Anggun. " gadis itu menggenggam tangan sang Mama dan menghapus air mata yang keluar dari mata wanita yang sudah melahirkannya itu. Bahkan sekarang gadis itu juga menangis,ibu dan anak itu saling berpelukan.


Entah bisikan dari mana, Satria merasa iba dan tidak tega dengan kesedihan Ibu dan anak itu.Tanpa diminta ia pun berkata "Baiklah tante, Satria akan segera menikah dengan Anggun. "


Anggun pun langsung menoleh kearah satria, mata keduanya bersirobok.Anggun tak menyangka kalau pria yang baru saja ia kenal tadi siang bersedia membantu dirinya, walaupun jika mereka benar-benar akan menikah, pastinya pernikahan ini hanya sekedar formalitas untuk memenuhi keinginan ibunya yang sedang sakit dan terbaring lemah.


Mereka berdua saja bahkan belum sempat berkenalan lebih jauh, hanya sebatas nama saja yang baru masing-masing ketahui.Status, pekerjaan,orang tua Satria, alamat,bahkan belum menjadi topik pembicaraan mereka tadi.


Walaupun Anggun melihat Satria sepertinya adalah cowok yang baik dan tampan, tapi tetap saja dia dan Satria masih lah orang asing.


"Mas Satria serius mau menikahi Anggun?."tanya gadis itu.


Satria mengangguk dan berkata " Iya, saya serius. "


Walaupun terdengar sedikit konyol dan juga gila,tapi nyatanya ia sudah menyetujuinya.Anggun pun bisa bernafas sedikit lega saat ini, karena sang Mama jadi bisa tersenyum bahagia.


Suasana mendadak hening,Bu Diana kembali meraih tangan Satria dan Anggun.Wanita berwajah pucat ini menyatukan tangan sejoli itu sambil tersenyum bahagia.


"Kalau seperti ini,Mama bisa pergi dengan tenang."ujar Bu Diana.


" Mama,Mama gak boleh bilang gitu terus Ma. Anggun yakin sekali nanti Mama akan bisa sembuh.Anggun gak mau kehilangan Mama. "ujar Anggun sambil terisak.


Gadis itu menangis kembali sambil memeluk sang Mama.

__ADS_1


__ADS_2