Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 9


__ADS_3

Pertemuan tak disengaja dengan Satria membuat Dilla menjadi salah tingkah,apalagi pemuda itu dari tadi terus saja menatap kearah dirinya.


"Apa kamu mau mengambil buku ini?. " tanya Satria basa -basi.


Dilla yang sedang salting dan grogi jadi gelagapan saat tangannya meraih buku yang disodorkan oleh Satria.


"Iya Kak Satria.Terimakasih sudah mengambilkannya untuk saya. " jawab Dilla.


"Sama-sama Dill, Eh ada Ibu Ayu juga." Satria pun mengulurkan tangannya bermaksud menyalami Bu Ayu.


Dengan senang hati Bu Ayu menyambut uluran tangan Satria.


"Nak Satria,makin ganteng ya sekarang!?.. " ujar Ibunya Dilla itu sambil sebelah tangannya menepuk lengan Satria.


"Ah Bu Ayu bisa aja, Satria dari dulu gini-gini aja kok Bu. " jawab Pemuda itu malu-malu.


"Ibu bener kok, sekarang Kak Satria makin ganteng aja. " sela Dilla.


"Yang bener Dill, kalau Dek Dilla yang ngomong baru Satria percaya. " ujar pemuda itu.


"Ehem-ehem, kalian berdua kalau mau ngobrol sok atuh lanjutin Biar Ibu keliling dulu mau cari buku resep masakan. " ujar Bu Ayu.


"Apa gak kenapa-napa Bu?,kalau Ibu dan Dilla gak keberatan, bagaimana kalau habis ini saya traktir Ibu sama Dilla makan di restoran sebelah sana.Rasanya sangat enak loh, dijamin Ibu dan Dilla pasti menyukainya." ajak Satria.


"Wah, Ibu sih gak akan keberatan nak Satria,. Apalagi ini udah hampir jam makan siang. Tadi kami juga habis dari sini pengen cari makan. Tapi gak direstoran Nak Satria, paling di kaki lima aja,atau gak di warteg. " ujar Bu Ayu.


"Saya traktiran aja Bu ya,kan udah lama juga kita gak pernah ketemu.Satria juga masih banyak yang ingin di bicarakan sama Ibu dan juga Dilla. " jawab Satria lagi.


"Baiklah kalau begitu,dengan senang hati nak Satria. " ujar Bu Ayu.


Sementara Faradilla hanya tertunduk malu-malu di hadapan Satria, tapi anehnya hari ini dia tidak merasakan debaran hebat seperti dulu yang sering ia rasakan apabila bertemu dengan Satria dijalan,atau di sekolah.


"Sekarang kenapa rasanya Beda ya??? " gumam Dilla lirih.


"Apanya yang beda Dill?. " tanya Satria.


Ternyata laki-laki itu masih bisa mendengarkan apa yang Dilla gumamkan.

__ADS_1


"Ah, bukan apa-apa kok Kak😁😁😁. "


Akhirnya mereka bertiga sudah ada disebuah retoran yang di bilang oleh Satria. Mereka memesan makanan yang lagi viral dari restoran itu, yaitu Ayam penyet cabe Ijo dan teman-temannya.


Bu Ayu sangat suka melihat tampilan menu ini,walaupun mereka jarang ke Kota, tapi ayam termasuk mudah di dapat di daerah mereka.Bu Ayu ingin membuat menu seperti ini nanti di rumahnya.


"Wah, nak Banyu nanti harus coba ini. Pasti dia suka. " ujarnya keceplosan.


"Banyu??, siapa Banyu?. " tanya Satria.


"Oo, itu. Nak Banyu itu orang yang sedang mengalami amnesia di kampung.Dia terdampar dipantai dan ditemukan oleh Dilla beberapa hari yang lalu. " Jawab Bu Ayu.


"Terdampar??, amnesia ??. " tanya Satria masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.


Satria jadi ingat,kalau Bos di perusahaannya sedang kehilangan puteranya.


Dari hasil penyelidikan, Putera pengusaha itu meninggalkan mobilnya dipinggir jalan dekat jurang. Itu jugalah yang membawanya ada ditempat ini, karena sedang membantu mencari anak Bosnya yang baru ditunjuk sebagai CEO perusahaan tempatnya bekerja.


Ternyata hal itu pula lah yang membawa Nyonya yang turun dari mobil Alphard tadi kemari.


****


"Cristina,apa kabar?. " tanya Nyonya yang tak lain adalah Ibunya Arya, Nyonya Sri Widiyana.


"Hai Jeng Sri, kabarku baik. " ujar Nyonya Cristina yang punya toko emas tempat Dilla dan Ibunya membeli cincin.


Mereka berdua berpelukan sambil cipika cipiki.


"Duduk Jeng. " ujar Nyonya Cristina sambil menunjuk bsofa di bagian dalam tokonya.


Nyonya Sri pun duduk mengikuti sang sahabatnya itu.


"Tumben kesini, sudah lama banget loh kita gak ketemu. " ujar Nyonya Cristina.


"Iya Jeng, kami lagi mengalami musibah Jeng. " Nyonya Sri memulai ceritanya.


"Musibah apa Jeng, kok saya belum tau?. " tanya Nyonya Cristina.

__ADS_1


"Putera kami Jeng, Si Arya menghilang tak tahu kemana. " ujar Nyonya Sri.


"Arya hilang??, kok bisa Jeng??. " Nyonya Cristina juga terkejut mendengar nya.


"Iya Jeng,semuanya terjadi tiba-tiba, sudah hampir 5 hari ini dia tidak diketahui keberadaannya,kami sudah lapor polisi dan hasil penyelidikan polisi anak kami kemungkinan ada didaerah sini Jeng. Mobilnya ditemukan di pinggir jalan di tepi jurang sana. " tunjuk Nyonya Sri ke arah jurang tempat mobilnya Arya ditemukan.


"Ya ampun Jeng, akun turut prihatin ya Jeng.Semoga Putera Jeng Sri segera ditemukan. "


"Aamiin,jadi kalau nanti Jeng Cristina mendengar atau ada kabar tentang orang yang ditemukan atau ada yang menemukan anak saya Arya, tolong kasih kabar ke saya ya Jeng. Ini foto anak saya Arya. " ujar Nyonya Sri sambil memberikan foto anaknya Arya kepada Nyonya Cristina.


"Baik Jeng, aku akan langsung kabarin Jeng Sri kalau ada kabar mengenai anak Jeng di daerah sini. " jawab Nyonya Cristina.


"Terimakasih ya Jeng, saya sangat berharap Arya akan segera ditemukan, kasihan tunangannya, apalagi dia adalah anak kami satu-satunya. Siapa nanti yang akan meneruskan perusahaan ayahnya 😭😭. " Nyonya Sri terisak dan akhirnya air matanya tumpah juga.


Nyonya Cristina hanya bisa mengusap-usap punggung Nyonya Sri agar sahabatnya itu bisa lebih tenang.


***


Sementara itu,Banyu yang tinggal sendirian dirumah Keluarga Faradilla berjalan-jalan di dalam rumah itu. Dilihatnya didinding Foto-foto Faradilla dan juga kedua orang tuanya.


Kelihatan sekali kalau Faradilla dibesarkan dengan kasih sayang, walaupun mereka hidup sederhana tapi kasih sayang diantara mereka sangatlah besar.


Dilla ternyata sangat berprestasi disekolahnya.


Banyu jadi penasaran dengan gadis itu, beberapa hari tinggal bersama dirumah keluarga ini, membuat Banyu merasa bahwa dia mulai menyukai gadis itu. Senyuman Dilla membuatnya tersenyum sendirian.


Jadi terbayang pas kemarin dia melihat Dilla dengan hanya memakai kemban di pinggir sungai.Beberapa hari ini dia sudah bisa mandi di sungai sendirian tanpa diantar oleh Dilla.


"Kenapa aku jadi merindukan gadis ini??, padahal baru beberapa jam tidak bertemu dengannya. Ada apa denganku??, apa aku sudah jatuh cinta padanya??." gumam Banyu.


Bahkan dia sampai menepuk kepalanya sendiri.


"Aduh... apa-apaan kamu Arya. " ujarnya tanpa sadar sudah menyebutkan namanya sendiri yang sebenarnya.


"Apa?, Arya??? siapa Arya? apakah itu adalah nama asli ku??. " tanya dalam hati.


"Ah, sudahlah. Sebaiknya aku membantu membalikkan ikan asin yang sedang dijemur oleh Dilla di tepi pantai. " ujarnya lagi.

__ADS_1


Banyu keluar dari rumah dan lalu berjalan menuju pantai, tempat dimana ikan-ikan asin itu dijemur.


Setidaknya ini adalah cara yang ia bisa untuk membalas kebaikan keluarga ini padanya.


__ADS_2