Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 29


__ADS_3

"Baik!!, kalau kamu tidak memperdulikan aku lagi, maka... "Ringgo mau menggertak Siska.


"Maka apa??, apa kamu mau mengancam aku???. "tanya Siska.


"Tentu saja, kemaren pacar baru ku sudah merekam semua obrolan kita.Tunggu saja,rekaman itu pasti akan sampai kepada tunangan mu Arya!. " ujar Ringgo.


"Rekaman apa itu Siska??!. " tanya Nyonya Sri.


Sontak saja wajah Siska dan juga Ringgo jadi tegang mendengar suara Nyonya Sri yang tiba-tiba memegang pundak Siska dari belakang.


"Ah, nggak kok Tante. Itu cuma rekaman... eeee.... " Siska tak tau harus menjawab apa.Dia sampai menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba jadi gatal.


"Rekaman saat Siska nyanyi karokean tante sama-sama teman-teman kami, suaranya Siska fals banget. Dia malu kalau saya sebarkan. " sela Ringgo.


"Ooo kirain tadi ada apa??!."Nyonya Sri jadi merasa curiga pada calon mantu ke sayangannya itu.


Walaupun begitu tapi dia tidak ingin terlalu memusingkan hal itu.


"Tante sedang apa disini?. " tanya Siska berbasa-basi.


"Oo, tadi tante sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit sama Arya, tuh di mobil dia nya.Habis meriksain kesehatannya Arya dan kamu tau bagaimana hasilnya??. " Nyonya Sri memegangi tangan Siska dengan bagahagianya.


"Bagaimana hasilnya tante?. " tanya Siska.


"Hasilnya bagus sayang,kemungkinan Arya buat ingat lagi sama semuanya mungkin tidak akan lama lagi.Untungnya luka di kepala Arya sudah mendapatkan pertolongan pertama yang tepat dan sekarang sudah dalam masa pemulihan nya saja. " ujar Nyonya Sri dengan senangnya, senyuman selalu terukir diwajahnya.


Tapi tidak bagi Siska dan Ringgo, mereka saling lirik setelah mendengar penjelasan Nyonya Sri, wajah mereka jadi menegang.


'Gawat!!, ini gak bisa dibiarin!,bagaimana kalau Arya sudah ingat semuanya??aku bisa dipenjara. 'guman Siska dalam hati.


Begitu pula dengan Ringgo 'Gawat!!, aku harus segera ajak Siska kabur dari kota ini. Aku juga gak mau masuk penjara.'Batin Ringgo.


Tak lama kemudian, pintu mobil Nyonya Sri terbuka.


"Mama, kok lama banget? . Kepala Arya pusing nih, pengen cepat istirahat. " ujar Arya agak berteriak.Sebenarnya dia gak suka Mamanya terlalu dekat dengan wanita yang bernama Siska itu.


"Mas Arya 😁. " Siska berpura-pura senang ketika melihat Arya.


"Ayo ikut mobil Tante, kita main kerumah. " ajak Nyonya Sri.


"Ahhhh kayaknya Siska gak bisa Tante, soalnya Siska masih ada kerjaan hari ini.Lagipula Siska juga bawa mobil sendiri 😁. " Siska beralasan.

__ADS_1


"Ya udah, kalau gitu Tante pulang dulu ya.Itu lihat, Mas Arya kamu itu loh sudah pengen istirahat katanya. "


"Iya Tante, salam aja buat Om dan juga Mas Arya. " Jawab Siska.


"Iya sayang. "


Akhirnya Nyonya Siska pun kembali ke mobil nya.


"Mama kok lama banget sih?. " tanya Arya.


"Kamu ini bagaimana toh Arya, seharusnya kamu tadi ajakin Siska pulang sama kita. Eh kamu malah gak perduli sama sekali sama dia.Ingat loh, dia itu kan.... "


"Tunangan Arya maksud Mama. Ma, sudah berapa kali Arya bilang, cinta Arya ini cuma buat Dilla saja dan cuma Dilla yang akan Arya nikahin. " ujar Arya tegas.


"Terserah kamu deh, pokoknya Mama gak akan merestui kalau kamu sama gadis kampung itu. " ujar Nyonya Sri ketus.


Arya hanya diam dan berbalik memandang kearah kaca disebelahnya. Dia tidak mau kalau sampai ribut lagi sama Mamanya,apalagi sekarang Arya sedang memiliki rencana untuk mendekatkan Mamanya dengan orang yang ia cintai, Dilla.


***


Mobil Nyonya Sri sudah tiba di halaman depan rumahnya,Arya dan juga Mamanya itu turun dari mobil dan langsung memasuki rumah.


Tak lupa Arya mengganti sepatu yang ia pakai dengan Sandal rumahan.Nyonya Sri memperhatikan apa yang Putera nya itu kerjakan.


"Arya rasa, mungkin kalau Arya bisa ke kantor dan bekerja seperti biasanya, Arya akan bisa mengingat segalanya lebih cepat Ma."


"Kalau begitu,nanti Mama akan bilang ke Papa agar kamu bisa mulai ke kantor lagi mulai besok.Mama sangat berharap kamu bisa segera mengingat semuanya. " ujar Nyonya Sri.


"Semoga ya Ma. " jawab Arya.


****


Setelah diruang tengah, Arya sama sekali tidak melihat Dilla dirumah. Dia mencari ke segala arah.


"Mbak Rahmi,lihat Non Dilla gak?. " tanya Arya.


"Mungkin dia masih dikampus Den. " Jawa pembantunya itu.


"Kenapa kamu cari-cari gadis itu Arya?,biarkan saja dia mau pergi kemana aja." ujar Nyonya Sri.


"Tapi Ma, Dilla itu tanggungjawab Arya. Arya gak mau kalau dia sampai kenapa-napa.Orang tuanya sudah menitipkan dia sama Arya. " ujar Arya.

__ADS_1


"Dia kan perginya sama asisten pribadi Papa mu si Lulu, pasti aman lah. " Jawa Nyonya Sri.


Tak lama kemudian Pak Bambang pulang dari kantor.


"Loh, Pa. Tumben pulang cepat hari ini?. " tanya Nyonya Sri.


"Dikantor kerjaan udah beres Ma.Dua hari lagi baru akan ada rapat, dan Papa akan sangat sibuk.Coba saja kalau Arya kita gak lagi sakit ya Ma. " ujar Pak Bambang.


"Besok Arya bisa kok Pa ke kantor. " ujar Arya.


"Serius kamu Nak?. " Pak Bambang merasa tak percaya.


"Iya Pa, Mama sudah ngebahas ini sama Arya.Mungkin saja dengan Arya datang ke kantor, dia bisa lebih cepat pulih ingatannya Pa. " sambung Nyonya Sri.


"O ya, bagaimana hasil pemeriksaannya tadi dirumah sakit, apa kata dokter?. " tanya Pak Bambang penasaran.


"Ya.. semuanya baik Pa,walaupun begitu Arya masih harus minum obat. " ujar Nyonya Sri. Setelah itu ia menjelaskan apa yang tadi disampaikan oleh dokter kepada Pak Bambang, sehingga suaminya itu manggut-manggut.


"Itu artinya Dilla memang berbakat untuk menjadi seorang dokter, wajar saja kalau ia memilih jurusan kedokteran.Memang anaknya Yuda itu pintar seperti Ayahnya, dan ternyata nilai nya juga bagus-bagus sekali loh Ma.Sayang sekali kenapa selama ini dia tidak mendapatkan beasiswa, padahal dia sangat berpotensi." jelas Pak Bambang.


Sehingga wajah Nyonya Sri langsung ditekuk, tapi didalam hati dia jadi kepikiran soal apa yang tadi ia dengar mengenai apa yang Siska perdebatkan dengan laki-laki yang bernama Ringgo.


"Arya juga bangga Pa sama Dilla.Jarang ada wanita yang seperti dia. " ujar Arya.


"O iya, hampir lupa.Tadi Buk Lulu bilang, kalau Dilla sekarang sedang mengunjungi Uwaknya. Jadi mungkin dia akan pulang agak sorean. " ujar Pak Bambang.


"Yaaa, coba Arya bisa ikut ya Pa. "Arya menyesal tak bisa ikut Dilla.


" Dia cuma main sebentar aja, kamu sudah rindu. "Pak Bambang tau kalau Arya sudah merindukan Dilla.


" Ma,suruh pelayan siapkan makan siang. Papa sudah lapar nih. "ujar Pak Bambang.


Tapi Nyonya Sri masih sibuk dengan lamunannya tentang Siska tadi.


" Ma!!?. "panggil Pak Bambang lagi.


" Eh... iya Pa, ada apa?. "Nyonya Sri sampai terkejut.


"Kamu itu sedang mikirin apa sih Ma? , kok malah ngelamun siang-siang begini.Papa tadi bilang cepat siapin makan siang. " ujar Pak Bambang.


" Mama gak lagi mikirin apa- apa kok Pa. " jawab istrinya itu.

__ADS_1


Lalu Nyonya Sri langsung ke belakang


__ADS_2