Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 28


__ADS_3

Setelah mendaftar di kampus, Dilla dipersilahkan untuk pulang dulu dan besok bisa mulai masuk kuliah.Dilla sudah memilih jurusan yang akan ia tempuh, karena ia sangat menginginkannya dari dulu yaitu jurusan kedokteran.


Dilla sangat senang sekali karena akhirnya dia bisa berkuliah seperti apa yang dia inginkan selama ini.


'Ya Allah, semoga ini akan menjadi awal dari kesuksesanku kelak. "ucap Dilla lirih.


" Bagaimana Mbak Dilla,apa Mbak Dilla mau jalan-jalan dulu. Saya dengan senang hati akan menemani Mbak Dilla. "ujar asisten pribadi Pak Bambang itu sambil mengemudi.


" Saya boleh kerumah uwak saya??. "tanya Dilla.Merasa ada kesempatan, kenapa dia tidak Main kerumah uwak nya saja'fikir Dilla.


"Dimana rumah uwak nya Mbak?. "


"Disini, ini alamatnya." ujar Dilla sambil menyodorkan ponselnya yang menampilkan sebuah alamat yang Dilla simpan gambarnya di ponselnya.


"Ooo, oke. Kita akan kesana. " sahut asistennya Pak Bambang itu.


Setelah menempuh perjalanan beberapa kilometer, tibalah mereka di sebuah rumah yang lumayan besar dan terlihat sedikit mewah.


Dulu Dilla sangat sering datang dan menginap disini kalau liburan sekolah.Dilla sangat disayang disini,apalagi uwak nya tidak punya anak perempuan, jadi selalu saja suka membelikan dia banyak pakaian dan asesoris perempuan buat Dilla.


Kedatangan Dilla yang diantar sebuah mobil mewah membuat uwak nya bertanya-tanya siapa yang datang.Kakak kandung dari ayahnya itu menyambutnya dengan antusias saat Dilla turun dari mobil tersebut.


"Loh,Dilla.Tenyata itu kamu ya. " ujar Uwak nya.


"Iya uwak,Dilla kepingin mampir. " jawab Dilla sambil mencium punggung tangan uwak nya.


"Apa kabar dikampung?. " tanya uwak nya lagi.


"Baik, uwak apa kabar?. " tanya Dilla.


"Sama seperti ya hehe kamu lihat,kabarnya uwak baik-baik saja. "


"Ayo sini sini, kita masuk. "ajak uwak nya yang bernama Yunita itu.


" Mobil siapa itu sayang?. "tanya Nyonya Yunita.

__ADS_1


" Punya Pak Bambang Sudjatmiko Wak,O iya sampai lupa. Ini asisten nya Om Bambang, namanya Ibu Lulu. "jawab Dilla.


Bu Lulu pun berkenalan dengan uwak nya Dilla.


" Pak Bambang Sudjatmiko yang diceritakan oleh ayahmu ya, ooh si Wiraguna yang katanya mau menjadikan kamu sebagai calon menantu?.Dulu dia itu memang sahabat karib ayahmu.Malah dia tuh yang bikin ayahmu dan Eyangmu berantem. "


"Iya Wak, Dilla juga sudah tau soal itu.Tapi sekarang mereka sudah baikan lagi dan bersahabat lagi. "


"Semoga saja Ayah mu dan juga Eyang mu bisa berbaikan juga ya.Kasihan Eyang sudah mulai sepuh, sudah hampir 20 tahun mereka tidak saling menyapa. "


Pelayan dirumah uwak nya Dilla menghidangkan jus jeruk🍹 dan mempersilahkan mereka untuk minum.


*****


Dirumah Sakit


Nyonya Sri masih menunggui Arya yang akan menjalani CT scan,setelah menunggu beberapa jam akhirnya pemeriksaan selesai.Dokter yang akan memeriksa Arya dari Singapura juga sudah datang.


Dari hasil pemeriksaan itu, dokter menyimpulkan bahwa otak Arya tidak mengalami trauma yangg terlalu berat,juga tidak ada luka atau darah yang membeku didalam otak.


Arya dan Mamanya saling berpandangan.


"Alhamdulillah ya dok,semoga Arya bisanya segera pulih. "


"Apa Anda sebelumnya pernah mengalami sakit kepala yang sangat dahsyat?. "


"Iya dok, bahkan saya pernah pingsan juga kalau sakit kepala itu datang.".


"Mungkin pernah terjadi luka, tapi sepertinya luka itu sudah perlahan sembuh. Apakah Anda pernah berobat sebelum kesini atau meminum semacam obat herbal begitu?. " tanya dokter.


"Iya dok, setiap kali sakit kepala saya datang,calon istri saya selalu membuatkan ramuan tradisional yang ia racik sendiri.Dan akhirnya sekarang sakit kepala itu intensitas nya sudah mulai berkurang.Sudah beberapa hari ini sakitnya tidak kambuh lagi. " jelas Arya.


"Bagus sekali,untung Anda sudah diberikan penanganan yang tepat. Karena kalau kelamaan dibiarkan itu bisa menyebabkan radang otak, dan bahkan tumor otak yang kalau tak di obati juga bisa berkembang jadi kanker otak. "


"Itu artinya Si Dilla bisa mengobati orang ya dokter,karena dari yang saya tau dia mewarisi keahlian itu dari almarhumah neneknya yang dulu adalah seorang tabib. "jelas Arya lagi.

__ADS_1


Sejenak Nyonya Sri menjadi kagum dengan keahlian Dilla dan mungkin dia harus berterima kasih kepada gadis itu karena sudah mengobati Arya.


Nyonya Sri gak menyangka kalau gadis kampung yang selalu dia hina dan rendahkan ternyata punya kemampuan yang mengagumkan.


Akhirnya selesai juga konsultasi dan pemeriksaan tentang penyakit Arya, dokter juga memberikan beberapa resep obat.


Setelah menebus resepnya di apotek, Arya dan juga Nyonya Sri kini sedang dalam perjalanan kembali ke rumah mereka.


Dijalan, tak sengaja Nyonya Sri melihat Siska yang sedang bertengkar dengan seorang pria. Pria itu sedang memegangi tangan Siska dan sepertinya sedang memohon pada wanita itu.


" Joko,cepat pinggirkan mobilnya!. "ujar Nyonya Sri.


" Ada apa Nyonya?. "tanya Pak Joko.


" Iya Ma, ada apa?. "Arya pun ikut bertanya.


" Itu👉, Siska lagi ngapain disana. Kok kayak nya dia sedang diganggu orang. Jangan-jangan Siska kecopetan. "ujar Nyonya Sri.


" Kok kayaknya malah laki-laki itu sedang memohon kepada Siska Ma. "ujar Arya.


" Iya Nyonya, Non Siska bersikap acuh tak acuh sama laki-laki itu. "pak Joko ikutan nimbrung.


" Siapa yang minta pendapat kamu Joko?!. "Nyonya Sri malah menoyor kepala Pak Joko dengan jarinya.


Kalian tunggu disini, Mama mau turun sebentar. " ujar Nyonya Sri.


Pak Joko turun duluan untuk membukakan pintu mobil buat Nyonya Sri.Nyonya Sri pun keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri Siska, tapi Siska tidak melihat kedatangan Nyonya Sri karena posisinya sekarang Nyonya Sri ada dibelakang Siska.


Baru saja Nyonya Sri akan menyapa calon menantu kesayangannya itu, tapi malah sesuatu yang lain yang ia lihat dan ia dengar.


"Sayang, ku mohon.Jangan marah lagi padaku ya. Aku gak bisa hidup tanpa kamu sayang. Please.. kembali sama aku ya,kita sama-sama lagi. Aku janji gak akan menduakan kamu lagi, dan gak akan membawa wanita lain lagi ke apartemen kita."


Bujuk laki-laki yang tak lain adalah Ringgo itu kepada Siska yang semalam tega memutuskan dirinya.


Nyonya Sri menghentikan langkahnya, ia tergagap dan tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dan dia lihat.

__ADS_1


"Pokoknya aku gak mau lagi kembali sama kamu, aku tidak sudi membiayai hidupmu lagi. Sudah banyak uang yang aku habiskan untuk menyenangkan kamu. Tapi apa yang kamu lakukan dibelakang ku?!. " Siska sama sekali belum menyadari kehadiran Nyonya Sri disana dan Nyonya Sri hanya bisa berdiri mematung mendengarkan kedua sejoli itu bertengkar.


__ADS_2