Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 47


__ADS_3

Satria memang tidak terkejut, karena dia juga sudah menyiapkan hatinya untuk hal ini. Benar kata Dilla, dia memang sudah tau apa yang akan di katakan oleh Dilla jika dia mengajukan pertanyaan itu.


"Tidak apa-apa Dilla, setidaknya perasaanku selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Sebenarnya seminggu lagi aku berecana pulang ke kampung khusus untuk meminta pada Bapak sama Ibu untuk melamarkan kamu untukku. Soalnya dia minggu belakangan ini aku sangat sibuk dan tak bisa mengajukan cuti karena Pak Arya baru ditemukan dan kembali bekerja dikantor. Jadi aku diminta untuk mengantarkan dan juga menemaniya Keman-mana. " jelas Satria.


Mendengar hal itu,Dilla tak bisa berkata apa-apa, hanya bisa tertunduk karena fikirannya kini berkecamuk.


Dilla tidak menyangka kalau ternyata Satria berencana untuk melamarnya dalam waktu dekat.


"Kamu tau Dill? , selama ini Kakak gak pernah sekalipun pacaran. Karena sejak awal di Pulau hati kakak memang sudah di penuhi oleh kamu.Selama ini Kakak cuma berusaha untuk bersikap cuek sama kamu agar Kakak bisa mawas diri dan menyiapkan segala sesuatu nya, kuliah, bekerja, dan mengumpulkan pundi-pundi untuk bisa melamar kamu, tapi akhirnya ternyata kita tidak berjodoh.Entah ini sudah takdir Tuhan, atau memang akibat dari kesalahan Kakak dimasa lalu yang sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa dekat dengan kamu." ujar Satria, tanpa ia sadari air matanya sudah menetes di pipinya.


"Dilla gak tau harus bersikap seperti apa saat ini Kak, tapi satu yang pasti, sekarang kita berdua sudah tidak bisa bersatu lagi. Aku sudah mencintai Bang Arya sekarang,dan kami akan segera bertunangan. Dilla harap semoga Kakak bisa mengerti dan Dilla juga mendo'akan semoga Kak Satria bisa segerakan menemukan tulang rusuk Kakak yang hilang itu.Semoga gadis yang akan menjadi jodohnya Kak Satria adalah gadis yang lebih baik dari Dilla,Dilla harap kita terus bisa berteman seperti sedia kala. " Ujar Dilla.


Eyangti dan juga Ibunya sedang memperhatikan mereka dari teras rumah yang tinggi.


"Nak Ayu, kenapa mereka kelihatan akrab sekali ya?, apa Dilla sama pemuda itu ada hubungan?. " tanya Eyangti kepada menantunya Bu Ayu.


"Sebenarnya mereka itu dulu sempat saling menyukai Ma, tapi mungkin karena mereka masih kecil, Satria baru tamat SMA dan Dilla juga masih sekolah. Jadi mereka gak pacaran,hanya berteman saja. " jawab Bu Ayu.


"Itu artinya kamu sama Yuda juga sudah mengenal anak itu?. " tanya Eyangti lagi.


"Iya Ma, Satria itu adalah anak kepala Desa di kampung sebelah Desa kami Ma.Dia anak yang soleh, pinter, dan juga tampan.Dikampung banyak sekali gadis yang bersaing untuk mendapatkan hatinya, tapi Nak Satria tidak pernah mau ngeladenin gadis-gadis itu.Tapi kalau sama Dilla sikapnya lembut walaupun kadang cuek, saya dulu sempat kepikiran kalau Dilla dan Satria itu cocok, tapi ternyata bukan Nak Satria jodohnya Dilla, melainkan Nak Arya yang terdampar dipulau waktu itu dan kini sudah kembali bersama keluarganya. "


"Jadi pertemuan Arya dan juga Dilla itu bukan karena kalian para Orang tua yang bersahabat dan ingin menjodohkan mereka?. " tanya Eyangti lagi.


"Benar Ma,mereka bertemu karena Allah, dan jatuh Cinta juga karena Nya. " jawab Bu Ayu.

__ADS_1


"Ya, semoga saja2, Nak Arya bisa menjaga dan membahagiakan cucu perempuan saya satu-satunya, dan Nak Satria bisa mengikhlaskan Dilla kita bersama Nak Arya ya Yu. "ucap Eyangti penuh harap.


******


Tiba-tiba suara ponsel Satria berdering,Satria buru-buru melihat Siapakah gerangan yang menelponnya.


'Ternyata Pak Arya. 'cicitnya sedikit kesal, karena obrolannya dengan Dilla menjadi terganggu.


" Siapa Kak?. "tanya Dilla penasaran.


" Oh, ini calon suami kamu yang telepon.Aku permisi angkat telepon dari Pak Arya dulu ya?!. "Pamit Satria sedikit mejauh.


" Oh, silahkan Kak. "ujar Dilla sambil meraih ponselnya yang ada di saku celananya.


****


" Sat, gimana?, Dilla suka Gak sama gaunnya?. "tanya Arya penasaran.


"Dilla nya bahkan belum membuka kotak gaun itu Pak. " jawab Satria.


"Kayaknya walaupun kalian memang saling kenal, tapi alangkah lebih baik kalau kamu mulai sekarang membiasakan diri memanggilnya dengan sebutan Bu, atau Mbak,terus terang saja, saya gak mau kalau calon istri saya dipanggil dengan begitu akrab oleh pegawai pria saya. " tukas Arya.


"Baik Pak, saya minta maaf kalau sudah membuat Bapak merasa tidak nyaman." jawab Satria, walaupun di sebagian hatinya rasanya begitu sakit dan sangat menyakitkan sekali apa yang diucapkan oleh Arya tadi.


Namun tetap saja, Satria adalah karyawannya. Jangan sampai usaha dan kerja kerasnya selama ini sia-sia dan membuatnya di pecat.Walau bagaimana pun juga, perasaannya kepada Dilla sudah tidak mungkin untuk bisa terbalas lagi, anggap saja dia sedang kalah,anggap saja dia gagal dalam urusan hatinya,tapi dia juga tidak boleh gagal dalam urusan pekerjaan dan karier nya.

__ADS_1


"Satria, kalau urusan mengantarkan barangnya sudah selesai, kamu buru-buru pulang ke kantor. Saya masih banyak tugas yang membutuhkan bantuan kamu!. " perintah Arya.


"Baik Pak Arya, saya akan segera kembali ke kantor. " jawab Satria.


Dilla hanya memperhatikan dari jauh,sambil memainkan gawainya.Dilihatnya sekilas Satria yang kembali akan menghampiri dirinya di kursi taman.


"Ada apa Kak, Bang Arya bilang apa? ".tanya Dilla kepada Satria.


" Hmmmm, calon suami kamu minta aku buru-buru balik ke kantor Dilla. Kalau begitu Kakak pamit dulu ya, o iya selamat untuk pertunangan kamu besok pagi "ujar Satria sambil mengulurkan tangan kanannya di hadapan Dilla, gadis yang selama ini sudah mengisi hatinya.


" Oo, iya Kak. Kakak hati-hati ya nyetirnya.Salam untuk Bang Arya ya. "ujar Dilla sambil tersenyum.


Mendengar itu rasanya luka dihati Satria terasa pedih sekali,ibarat luka yang masih basah dan ditetesi perasan air jeruk nipis.


" Nanti akan Kakak sampaikan,kalau begitu Kakak permisi dulu. Mungkin setelah ini Kakak juga akan mengubah panggilan Kakak ke kamu, setelah besok Kakak akan memanggil kamu dengan sapaan Bu Dilla, atau Mbak Dilla. "ujar Satria, sambil tersenyum getir.


" Ah, kayak sama siapa aja. Kakak boleh panggil aku apa aja Pak. Tidak perlu pake embel-embel Bu atau Mbak-an, kayak sama siapa aja. "jawab Dilla, dia malah risih di telinganya ketika mendengar ucapan Satria barusan.


" Kakak gak janji,Kakak balik ya calon Bu Bos"ujar Satria lagi.


Tak lupa dia pamitan dulu sama Bu Ayu dan juga Eyangti nya Dilla, sambil cium punggung tangan kedua wanita itu.


"Satria permisi dulu ya Bu, Nyonya. " ujarnya secara bergantian pamit dengan Bu Ayu dan juga Eyangti.


"Gak usah panggil Nyonya-Nyonya segala. Nak Satria bisa memanggil saya dengan sebutan Eyangti, sama kayak Dilla.

__ADS_1


__ADS_2