
Acara pertunangan Arya dan Dilla akan segera dimulai,pasangan itu keluar dengan di dampingi oleh kedua pasang orang tua mereka.Dan dibelakangnya juga ada Eyang dan juga Eyangti nya Dilla Pak Adi Sucipto dan istrinya.
Semua hadirin bertepuk tangan menyambut kedatangan mereka di atas pentas.Acara pun di mulai dengan berbagai kata sambutan dari tuan rumah yaitu Pak Bambang dan juga Pak Yuda.
Arya dan Dilla diminta untuk maju kedepan dan saling memasangkan cincin ikatan di jari mereka satu sama lain, kembali terdengar riuh suara tepukan tangan para tamu undangan yang memenuhi Ballroom hotel ini.
Dilla dan Arya sama-sama terpesona dengan tampilan masing-masing, keduanya nampak begitu serasi saat berfoto bersama,ada sesi foto juga bersama rekan-rekannya.
Acara ini juga menghadirkan seorang artis kenamaan Ibu kota yang didapuk sebagai penyanyi untuk menghibur para tamu undangan yang hadir, sehingga acaranya bertambah semarak.
Arya dan Dilla menyapa para tamu setelah acara sesi foto.Beberapa kolega yang hadir tak jarang yang memberikan hadiah dan juga buket bunga tanda ucapan selamat kepada kedua calon mempelai ini.
Tiba pada giliran pasangan baru yang belum di publish, siapa lagi kalau bukan Satria dan juga Anggun.
"Wah, kak Satria bawa siapa tuh. Pacarnya ya?? ".tanya Dilla yang menyapa Satria bersama Arya.
" Eee, ia nih kenalin dulu. Ini namanya Anggun.Anggun ini Dilla. "ucap Satria memperkenalkan kedua wanita spesial didalam hidupnya itu.
" Anggun. "Ucap Anggun sambil mengulurkan tangan kanannya le arah Dilla.
Dilla pun menyambut dengan penuh kebahagiaan, akhirnya dia bisa tenang karena Satria juga terlihat bahagia bersama dengan Anggun yang kelihatannya adalah wanita baik-baik.
" Dilla. "jawab Dilla.
" Oo iya, kenalin ini tunangan saya Bang Arya."ujar Dilla, sembari meminta calon suaminya itu untuk berkenalan dengan Anggun.
Arya dan Anggun pun saling mengulurkan tangan mereka.
"Kapan nih nyusul kayak kita?. " tanya Arya pada Sekretaris nya itu.
"Do'ain aja ya. Kami mau langsung nikah aja, gak perlu tunangan lagi. Mungkin dalam waktu dekat. "jawab Satria.
__ADS_1
Sontak saja Dilla kaget mendengarnya, karena baru saja kemaren dia dan Satria bicara soal pasangan dan Dilla mendo'akan semoga Satria segera mendapatkan jodoh yang baik, eh hari ini ketemu lagi dan Satria sudah menggandeng seorang cewek cantik berhijab dan juga baik.Rasanya sangat kebetulan sekali bukan??.
" Woww,kayaknya kita bakal dibalapin nih sayang sama mereka. "Ujar Arya pada tunangan nya si Dilla.
" Iya Bang,kita masih nunggu setahun lagi, tapi mereka udah mau langsung tancap gas kayaknya. "Dilla pun tersenyum bahagia.
Sementara Anggun hanya bersikap malu-malu sambil sesekali melirik kearah Satria,sepertinya gadis itu sedang salah tingkah saat ini.
*****
Mereka berempat makan dalam satu meja yang sama sebelum akhirnya Arya dan Dilla diminta kembali bergabung dengan para orang tua di meja utama.
" Kalian berdua ingat ya, kalian itu baru bertenang. Masih ada satu tahapan lagi,baru kalian bisa hidup bersama. Jadi Selama satu tahun ke depan, Eyang minta pada kalian berdua agar bisa menjaga batasan sesuai norma-norma susila, jangan bikin malu keluarga dan orang tua. Mengerti??!. "ujar Pak Adi Sucipto menasehati.
" Iya Eyang, Dilla dan Bang Arya pasti akan menjaga diri agar tidak terjerumus ke Lembah dosa. "jawab Dilla.
" Kalau sama kamu Eyang percaya, tapi sama anak muda ini terus terang Eyang masih ragu. "ujar pak Adi lagi.
"Bagus kalau kamu paham maksud Eyang,Kamu juga Dilla sayang,jangan biarkan cinta memperdaya mu, anak gadis itu harus bisa menjaga diri dari laki-laki, itu barulah gadis yang baik namannya. "Lagi-lagi Eyang memberikan nasehat nya kepada cucu perempuan satu-satunya.
Di meja itu kebetulan juga hadir uwak nya Dilla dan suaminya.
" Senang sekali rasanya keluarga kita semuanya ngumpul disini "ujar Eyangti.
" Benar Eyangti, selama ini Dilla bahkan tidak pernah menghayalkan akan bertunangan dengan acara yang semeriah ini. Terimakasih buat Eyang, Eyangti,Ayah, Ibu, uwak,Om dan juga Tante, karena kalian sudah melengkapi hidup Dilla. "ujar Dilla berterimakasihlah kepada semua keluarganya.
" Mulai sekarang jangan panggil kami dengan Om dan Tante lagi ya, kamu sudah resmi jadi calon menantu kami, kali ini Saya ingin dipanggil Mama sama kamu, dan Panggil Om dengan sebutan Papa sama kayak Arya. "ujar Nyonya Sri.
" Ohhh, iya baiklah Mama, Papa. "Panggil Dilla pada Nyonya Sri dan Pak Bambang secara bergantian.
" Duhhh, jadi ingin cepat-cepat menikahkan kalian berdua rasanya."Ujar Nyonya Sri lagi.
__ADS_1
"Sabar Jeng,biarkan mereka memantapkan karir dan kuliahnya dulu.Setahun itu akan cepat berlalu Jeng. " ujar Bu Ayu.
"Iya Jeng,semoga semuanya membaik, baik kesehatan Arya,dan juga kuliahnya Dilla ya Jeng. "
"Iya." Jawab Bu Ayu pada calon besannya itu.
****
Dimeja yang berbeda tapi masih diruangan yang sama. Satria mengajak Anggun membicarakan soal rencana pernikahan mereka.
"Anggun, apa kamu tidak keberatan kalau saya mengajak kamu menemui orang tua saya di Desa?. " tanya Satria.
"Memangnya Desanya Mas Satria ada dimana?. " tanya Anggun penasaran, karena dari kemaren Satria belum menceritakan soal orang tua dan keluarganya.
"Desa kami ada di Pulau, dikampung nelayan kepulauan seribu.Rencananya lusa saya akan bertolak kesana, sekalian kangen karena sudah lama saya tidak pulang. " ujar Satria lagi.
"Ohh, lumayan jauh juga ya. Saya khawatir tidak ada yang menjaga Mama saya dirumah sakit. " jelas Anggun.
"Kalau soal itu kamu gak usah khawatir karena saya akan carikan seseorang yang akan menjaga Mama kamu secara khusus dirumah sakit.Bagaimana, apa kamu bersedia?. " tanya Satria.
Kini Anggun yang terlihat bingung,'apa benar keputusannya ini?,apa dia tidak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan??. ''batinnya bergejolak dan bimbang.
"Anggun akan bilang ke Mama dulu Mas soal ini, takutnya Mama melarang atau tidak ingin Anggun pergi, nanti kalau Mama bilang iya dan boleh, maka Anggun akan pergi bersama Mas Satria. "
"Baiklah kalau begitu,nanti kita akan langsung kerumah Sakit habis dari sini. " ajak Satria.
"Oke Mas, Anggun nurut aja mana baiknya. " jawab gadis berhijab yang cantik itu.
Satria tersenyum menatapnya,semakin ditatap, Anggun terlihat semakin manis dan menggemaskan bagi Satria.Sepertinya perasaan aneh itu sudah mulai merasuki tubuhnya, ada gelenyar-gelenyar aneh didadanya, irama jantungnya mulai lebih cepat dari biasanya,begitu pula dengan Anggun.Ada perasaan senang kala diperhatikan oleh cowok di sampingnya itu.
"Apakah aku telah jatuh cinta pada laki-laki ini?. "gumam Anggun lirih.
__ADS_1
Ia mencoba menutupi perasaannya dengan melayangkan pandangan ke arah berbeda agar sinar di matanya tidak tertangkap oleh Satria kalau dia mulai mempunyai rasa pada laki-laki itu.