Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 30


__ADS_3

Dilla dan Bu Lulu sedang dalam perjalanan pulang sekarang, baru kenal sehari keduanya sudah sangat akrab.


"Non Dilla ini anaknya baik sekali ya,saya sangat setuju kalau Pak Arya lebih memilih Non Dilla ketimbang Non Siska yang jutek itu. " ujar Bu Lulu.


"Bu Lulu bisa aja.O iya Dilla boleh nanya gak??. "


"Tanya aja, mau nanya apa memangnya?. " tanya Bu Lulu.


"Dilla penasaran,Bang Arya sebelum amnesia itu seperti apa sih orangnya Bu?." tanya Dilla.


"Ooo, itu.Pak Arya itu orangnya selalu disiplin, dingin, dan kadang-kadang gak berperasaan, apalagi kalau sama lawan bisnis."jelas Bu Lulu.


" Apa dia seperti itu?, Dilla jadi takut kalau dia sembuh sifat dinginnya akan balik lagi. "ujar Dilla.


"Ya semoga saja tidak ya Non. " ujar Bu Lulu.


"Ibu jangan panggil saya Non dong, kesannya saya itu kayak majikannya Ibu aja. " ujar Dilla, dia merasa gak enak hati.


"Tapi kan Non Dilla ini calon istrinya Pak Arya, itu artinya akan jadi majikan saya juga. " jawab Bu Lulu.


"Itu kan masih lama, dan juga Mamanya Bang Arya juga belum menyetujui hubungan kami. " jawab Dilla.


"Nyonya Sri itu belum tau saja siapa yang terbaik buat anaknya. Kalau saya bisa ngasih dia saran, sebaiknya dia lebih memilih Non Dilla daripada Non Siska. "


"Kenapa begitu Bu?. " Dilla jadi penasaran.


"Soalnya, Ibu pernah lihat gitu,,Non Siska sama seorang cowok mesraa banget Non di bioskop, tapi udah lama Non, sebelum dia bertunangan dengan Pak Arya.Makanya saya kaget pas dia tau-tau diumumkan akan bertunangan dengan Pak Arya, padahal sehari sebelumnya saya lihat dia sedang berpelukan sama cowok lain,sampai cium-ciuman juga Non " ujar Bu Lulu.


"Kenapa Bu Lulu gak bilang semuanya sama Bang Arya dan keluarganya.


" Saya belum sempat bilang, tau-tau Nyonya Sri sudah mengumumkan pertunangannya mereka di depan semua orang pas merger perusahaan Pak Bambang dengan perusahaan Ayahnya Non Siska berlangsung."jelas Bu Lulu.


"Ooo, begitu. Jadi menurut Ibu apakah Bang Arya sebenernya tidak mencintai Mbak Siska itu?. " tanya Dilla lagi.


"Kayaknya memang begitu Non, kelihatan sekali kalau Pak Arya itu tidak suka sama sekali dengan Non Siska, jadi... pas malam pertunangan itu, Pak Arya menolak dipakaikan cincin oleh Non Siska, dia langsung pergi aja dari tempat acara. " cerita Bu Lulu.


"Oo, jadi begitu toh cerita nya. " Dilla mencoba memahami apa yang sebetulnya terjadi antara Arya dan juga wanita yang disebut-sebut sebagai tunangan nya itu.


****

__ADS_1


Mobil yang dikendarai Bu Lulu pun hampir tiba di Mansion keluarga Sudjatmiko.


"Nanti Kapan-kapan Non Dilla akan saya ajarin nyetir ya. " Ujar Bu Lulu.


"Wah, dengan senang hati Bu.Tapi bukankah Ibu ini asisten pribadinya Om Bambang?." tanya Dilla bingung.


"Iya, tapi Pak Bambang memerintahkan saya sebulan kedepan untuk jadi asistennya Non Dilla, lagipula dikantor Pak Bambang juga masih punya sekretaris 2 orang kok Non."


"Oo, banyak ya sekretaris nya Om Bambang. " Dilla jadi ternganga.


"Soalnya pekerjaan sekretaris itu gak gampang Non, bahkan lebih sibuk daripada pekerjaan Bos. Disuruh inilah,itulah,Bos sih enak tinggal perintah-perintah. " ujar Bu Lulu.


Kelihatannya dia sedang curcol, walaupun dia sebagai asisten pribadi, tapi itu malah lebih sulit lagi.


"Yang sabar ya Bu Lulu. " ujar Dilla.


"Ehh, saya kok jadi curhat ya 😅😅. " ujar Bu Lulu.


"Ya gak apa-apa kok Bu, hitung-hitung buat ngurangin sedikit beban dipundak Ibu.Ibu boleh kok curhat sama saya kapan aja,dijamin gak bakal bocor. " ujar Dilla.


"Kamu bisa aja ya Non. "


"Iya deh, saya coba panggil Dilla aja. Tapi kalau didepan Pak Bambang saya takut keceplosan, nanti kena marah deh."


"Kalau keceplosan biar saya yang akan menjelaskannya sama Om Bambang. " ujar Dilla.


*****


Sesampainya di Mansion keluarga Arya,Dilla dan Bu Lulu masuk kedalam dan melihat keluarga Arya sedang berkumpul di meja makan.


"Assalamu'alaikum." sapa Dilla.


"Wa'alaikum salam, ehhh Nak Dilla, Bu Lulu ayo sini kita makan sama-sama. " ajak Pak Bambang.


Seperti biasa, Nyonya Sri langsung melengos seolah tak peduli dengan dua orang yang baru saja datang.


"Gak usah Om, terimakasih. Tadi Dilla sudah makan siang dirumah Uwak. " Jawab Dilla.


"Iya Pak, saya juga tadi ikut makan disana. " sambung Bu Lulu.

__ADS_1


"Oo, kalian tunggu di ruang tv aja, nanti ada yang mau saya bicarakan. " ujar Pak Bambang.


Sedangkan Arya sendiri, sekarang wajahnya berbinar setelah melihat orang yang ia cintai itu sudah kembali dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.


****


Setelah Pak Bambang dan Arya selesai makan siang, mereka kemudian langsung menuju ke ruang keluarga atau ruang Televisi dirumah itu Ada sebuah televisi raksasa yang sangat besar sudah seperti layar bioskop.


Bu Lulu langsung berdiri saat Bosnya itu datang.


"Duduk saja Bu Lulu. " ujar Pak Bambang.


Jangan ditanya dimana Nyonya Sri sekarang, karena dia gak akan mau nimbrung soal urusan kerjaan suaminya.


"Ada apa Pak ?. " tanya Bu Lulu.


"Begini,besok kan Arya sudah mulai bekerja kembali dikantor.Jadi saya ingin kamu untuk menghubungi sekretaris Arya si Satria untuk menyiapkan ruangannya.Jangan sampai ada yang di ubah, karena saya berharap dengan bekerja di ruangannya yang lama, Arya akan cepat mengingat masa lalu nya. " ujar Pak Bambang.


"Baik Pak, saya pasti akan segera menghubungi Pak Satria soal ini." Jawab Bu Lulu.


Dilla juga memperhatikan pembicaraan mereka,'benar kata Bu Lulu, ternyata jadi Asisten itu sangatlah berat.Perkara memberi tahu karyawan lain pun harus melalui mereka, padahal kalau difikir-fikir memberi tahu sendiri secara langsung bukanlah hal yang sulit, kan tinggal telepon aja, beres.'fikir Dilla.


"Kalau begitu saya mau pamit undur diri dulu Pak Bambang,Pak Arya semoga lekas sembuh, sama N-Non Dilla juga . " ujar Bu Lulu.


Dilla tersenyum pada Bu Lulu,baginya Bu Lulu ini karakternya mirip banget dengan Ibunya dikampung, yaitu Bu Ayudia.Dilla jadi kangen sama sang Ibu.


"Baiklah, kamu boleh pergi. "jawab Bos nya itu.


Bu Lulu pun keluar dari rumah besar itu diantar oleh Dilla.


" Makasih loh Dilla udah antar Ibu. "ujar Bu Lulu.


" Justru saya yang berterimakasih Bu,karena hari ini Bu Lulu udah nganterin Dilla ke kampus,nemanin Dilla daftar kuliah,dan juga Bu Lulu juga sudah nganterin Dilla ke rumah Uwak nya Dilla.Sekali lagi terimakasih banyak ya Bu. "ujar Dilla.


" Sama-sama Non, eh...Dilla."😁😁


Tawa renyah terdengar dari mulut keduanya, dan itu semua disaksikan oleh seseorang dari balik tirai jendela.


"Makin lama, kubu pembela gadis itu semakin banyak saja,gak Papa,gak Arya,eh sekarang nambah lagi tuh si Lulu!.Memangnya apa sih bagusnya gadis Kampung itu,udah tampangnya biasa-biasa aja, tapi kok banyak yang suka sih!!?. " Nyonya Sri semakin kesal saja sama Dilla.

__ADS_1


__ADS_2