Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 34


__ADS_3

Pak Bambang berfikir sejenak untuk mencari alasan yang tepat agar dia tidak salah bicara, bisa-bisa pernikahan antara Dilla Arya nanti akan terancam batal kalau sampai dia salah bicara.


"Begini Tante,mereka berdua kan baru melakukan sesuatu yang besar untuk hidup mereka,Nak Dilla kan baru saja masuk kuliah, jadi dia harus beradaptasi dengan lingkungan kampusnya dulu, belum lagi Arya kami yang masih belum pulih benar dari amnesia nya. " Pak Bambang mencoba menjelaskan sebaik mungkin, agar Pak Adi dan istrinya memahami apa yang ia maksud.


"Iya Eyangti,Eyang.Dilla dan Bang Arya juga tidak terburu-buru kok, hanya saja kami juga tidak main-main dalam menjalin hubungan ini. "


Tiba-tiba Pak Adi jadi mengingat sesuatu,dia jadi kepikiran.


"Tunggu dulu!. " ujarnya.


"Ada apa Eyang?. " tanya Dilla.Dia khawatir Eyangnya juga meragukan ketulusan Arya padanya.


"Sepertinya saya pernah mendengar kabar bahwa putera dari pemilik Sudjatmiko group sudah bertunangan. Bukankah itu perusahaanmu Wira?!Saya juga bingung kenapa namamu sekarang menjadi Bambang?. " cecar Pak Adi.


"Eee... " Pak Bambang jadi sedikit terpojok, beliau sampai menghela nafas2 berat untuk menetralkan perasaan yang berkecamuk didalam dadanya.Dia tidak menyangka kalau Eyangnya Dilla tau tentang berita pertunangan Arya dengan putri salah satu rekan bisnis nya.


Walaupun selama ini mereka tinggal di kota yang sama dan kingdom juga bisnis mereka juga ada sedikit kesamaan, tapi mereka sama sekali tidak pernah bertemu apalagi bekerja sama.


"Kenapa?. Apa kamu mau mengelak lagi?. " pertanyaan Pak Adi semakin memojokkan Pak Bambang.


"Tidak Eyang,saya tidak pernah merasa bertunangan dengan gadis itu, bahkan saya sangat risih kalau ada perempuan itu ada didekat saya. Meskipun saya masih mengalami amnesia akibat peristiwa yang menimpaku itu, tapi hati saya yakin hanya Dilla lah yang saya yang saya cintai, dan tidak ada wanita lain. "Arya mencoba menjelaskan versinya.


" Maksud kamu,saat ini kamu masih belum ingat sepenuhnya tentang masalalu kamu??. "


"Iya Eyang, saya masih terus berobat. Do'akan saya Eyang biar saya lekas pulih sepenuhnya"


ujar Arya.


"Tidak perlu! saya jadi semakin ragu untuk mengizinkan cucu saya ini untuk menjalin hubungan dengan kamu. " Pak Adi sepertinya masih enggan kalau Dilla dipasang kan dengan Arya anaknya Pak Bambang.

__ADS_1


"Tapi Eyang. " Arya dan Dilla kompak protes.


"Begini saja, untuk sementara, untuk sementara Dilla akan tinggal dirumah saya,biar dia kuliah dari sini saja. Gak perlu pulang kerumah kalian, lagian kalian ini kan bukan mahrom, masa' tinggal satu rumah!.Untuk kelanjutan hubungan kalian, saya minta kamu untuk memutuskan tali pertunangan antara kamu dan juga gadis itu.Saya tidak mau nanti cucu saya dikira jadi pelakor dan yang terakhir buat kamu Wiraguna,kamu harus bisa meyakinkan anak saya Yuda untuk pulang dan tinggal bersama kami dirumah ini bersama keluarga nya, soal pekerjaan dia akan saya tunjuk untuk menggantikan saya memimpin perusahaan, karena saya ingin beristirahat."begitulah syarat yang diajukan oleh Eyang nya Dilla itu.


Pak Bambang dan juga Arya saling menatap dengan bahasa isyarat, keduanya tak punya pilihan lain selain menuruti semua syarat yang diajukan oleh Pak Adi Sucipto.


" Baik. "ujar Bapak dan Anak itu kompak.


" Saya akan segera memutuskan pertunangan saya dengan Siska, lagipula saya merasa tidak pernah bertunangan dengan wanita itu Eyang. "Arya menyanggupi syarat dari Eyang.


" Iya, saya juga akan segera mungkin menemui Yuda dipulau dan akan membujuknya agar mau kembali kerumah Om. "ujar Pak Bambang.


" Baiklah, karena kalian sudah menyanggupi, saya tidak ada alasan lagi untuk menolak.Kalian boleh meminum minuman yang sudah disuguhkan oleh Pelayan,jangan lupa cemilannya juga dimakan.Setelah itu kalian boleh pergi, biarkan Dilla tinggal disini bersama saya dan Eyangti nya."


"Tapi Eyang, barang-barang Dilla masih ada dirumah Bang Arya."Dilla menatap sang Eyang dengan penuh harapan.


"Eyang, apa gak sebaiknya Dilla ikut kami pulang dulu kerumah kami, besok atau lusa baru akan saya antar Dilla kesini. " ujar Arya.Dia merasa belum siap kalau tinggal terpisah dengan kekasihnya.


"Papa ini, baru aja ketemu sama cucunya. Udah protektif banget. "ujar Eyangti.


" Dilla ini kan anak gadis Ma,lagipula mereka berdua kan belum bertunangan.Kan baru wacana sebagai calon istri dan calon suami.Papa gak mau nanti belum apa-apa sudah terjadi hal-hal yang tidak-tidak. Bisa rusak reputasi keluarga Sucipto. "Lagi-lagi Eyang nya Dilla itu membuat alasan.


" Arya mengerti maksud Eyang, kalau begitu besok saya akan antarkan barang-barang Dilla kemari. "ujar Arya.


" Sayang, aku pulang dulu ya.Kamu jaga diri baik-baik."


"Bang Arya juga ya,nanti Dilla akan telepon Abang."jawab Dilla.


" Maafin ucapan Eyang ya Nak Arya,Eyang memang orang nya seperti itu.Tapi sebenarnya orangnya baik kok,asal kamu bisa mengambil hatinya saja."Bisik Eyangti sambil menepuk-nepuk pundak kekasihnya cucunya itu.

__ADS_1


"Apa benar begitu Eyangti?. " tanya Arya sambil berbisik.


"Iya betul, yakin deh.Kamu sering-sering aja kesini. Eyangti akan senang sekali. "


"Baik Eyangti, Arya akan sering-sering kesini. "balas Arya.


Akhirnya pertemuan antara cucu dan Eyang hari itu berakhir dengan Dilla yang diharuskan tinggal bersama Eyang dan Eyangti nya.


Pak Bambang dan Arya sekarang sudah berpamitan dan pulang kerumah mereka.


***


Sesampainya di mansion Sudjatmiko.


" Kenapa kalian hanya berdua saja, kemana gadis kampung itu?. "tanya Nyonya Sri.


" Ngomongin apa sih Ma, gadis kampung, gadis kampung. "ujar Pak Bambang.


"Ya siapa lagi, kalau bukan si Dilla itu. Kenapa dia gak pulang sama kalian. Tadi kan kalian pergi bareng kerumah Pak Adi Sucipto itu. ternyata Nyonya Sri kepo juga.


"Kelihatannya Mama kangen ya sama Nak Dilla, wajar sih Mama nyariin dia terus. " ujar Pak Bambang dengan senyuman penuh arti.


"Apaan sih Papa, orang Mama cuma penasaran aja gimana hasil pertemuan antara Si Dilla itu dengan kakek nenek nya." Nyonya Sri jadi senewen karena diolokin sama suaminya sendiri.


"Nak Dilla mulai sekarang akan tinggal dirumah Eyang nya Pak Adi Sucipto.Akhirnya beban dosa di pundakku sedikit berkurang karena sudah bisa membuat Dilla dan juga Yuda mendapatkan keluarga nya kembali.Setidaknya rasa bersalah ku sedikit berkurang. " ujar Pak Bambang lega.


"Tapi Arya jadi kepikiran sama Dilla Pa,dia kan baru bertemu mereka hari ini dan sudah harus tinggal bersama mereka, apakah Dilla bisa menyesuaikan diri disana?." Arya kelihatannya sangat khawatir.


"Pasti bisa lah,buktinya dirumah ini aja dia bisa betah, apalagi dirumah keluarganya sendiri. " ujar Nyonya Sri, kali ini nadanya berubah.

__ADS_1


Arya dan Pak Bambang saling menatap, karena merasa Mamanya aneh dan tak seperti biasanya.


__ADS_2