
Menjelang Magrib,Pak Bambang sudah sampai dirumah.
"Papa mau ikut gak?. " tanya istrinya.
"Gak ah Ma, Papa mending istirahat aja di kamar.Mama sama Arya hati-hati aja, takutnya nanti Siska dan keluarganya tidak mau menerima keputusan yang kita buat ini.Papa akan suruh dua orang anak buah Papa untuk mengawal kalian dari jarak jauh. " ujar Pak Bambang.
"Kayak mau perang aja Pa dikawal-kawal. " jawab Nyonya Sri.
"Mencegah kan lebih baik dari pada mengobati Ma,Mama kan yang memulai hubungan ini, jadi Mama juga yang harus mengakhiri ini semua.Lagipula hubungan bisnis kita dengan perusahaan mereka malah lebih banyak kita yang rugi,jangan kira Papa tidak tahu ya dengan jumlah tagihan kartu kredit dari calon mantu pilihan Mama itu!!,gadis yang bisanya cuma berpesta, berfoya-foya,belanja gak jelas,dan hanya menghamburkan uang seperti itu gak pantas jadikan menantu keluarga ini! . " ujar Pak Bambang dengan tegas.
"Apa salahnya sih Pa berfoya-foya kalau uangnya ada. " jawab Nyonya Sri.
"Kalau masih dalam batas wajar sih boleh-boleh aja, tapi kan si Siska itu sudah kelewat batas!. " Pak Bambang jadi kesal.
"Iya sih Pa, lagian Mama juga sudah memblokir kartu kredit yang Mama kasih ke dia. " ujar Nyonya Sri.
"Yang bener Ma???." Pak Bambang sampai melongo.
"Iya Pa." jawab Nyonya Sri santai.
"Wah, Mama hebat.Papa jadi penasaran pengen ikut.Kira-kira bagaimana ya nanti cara Mama bilang bkeng mereka kalau kita mau memutuskan hubungan. Mama tunggu Papa ya, Papa mau bersiap dulu. Papa akan ikut dengan kalian. " ujar Pak Bambang,tiba-tiba ia bersemangat sekali bahkan sampai lari kekamar mandi.
Setengah jam kemudian, beliau sudah siap dengan setelan yang rapi. Hanya saja dia tidak memakai jas nya, melainkan hanya kemeja saja.
Arya dan Nyonya Sri yang kelamaan nunggu jadi kesal.
"Papa lama banget sih. "
"Ya, Papa kan Sholat magrib dulu. "
"Sejak kapan Papa jadi rajin sholat?. " tanya Nyonya Sri.
"Sejak ada Dilla dirumah ini, Papa jadi ketularan Alim, sama tuh kayak anakmu Arya, dia juga rajin sholat sekarang. " ujar Pak Bambang.
Benar sekali ucapan suaminya itu, Dilla memang sudah membawa banyak hal positif dirumah mereka.
****
Sementara itu dirumah besar Sucipto.
__ADS_1
Dilla kini sedang makan malam bersama Eyang dan Eyangti nya.
"Makan yang banyak sayang,biar badan kamu lebih berisi. "ujar Eyangti sambil menyendokkan sepotong daging rendang ke piring cucunya.
" Dilla malah takut gendut Eyangti kalau kebanyakan makan 😁. "jawab Dilla.
" Kamu itu persis banget kayak Ayahmu si Yuda itu, kalau dibilangin sama orang tua selalu saja bisa ngeles, bisa jawab omongan orang tua.Dinasehati malah ngelawan!. "ujar Pak Adi Sucipto sang Eyang.
Dilla jadi gak enak hati mendengarnya, susah banget ya harus bersikap seperti apa didepan Eyang nya ini.Terlalu banyak aturan, sedikit-sedikit kena marah.
" Paaaapa, Jangan diambil hati ya sayang, Eyang kamu emang suka gitu kok orangnya.Kalau ngomong suka gak disaring dulu, kamu maafin Eyang ya. "ujar Eyangti pada Dilla dan juga suaminya Pak Adi.
" Gak apa-apa kok Eyangti, Dilla faham. "Dilla hanya menanggapinya dengan senyuman.
Kata-kata lebih menyakitkan daripada ini juga sudah sering Dilla dengar sebelumnya dari Mamanya Arya, yaitu Nyonya Sri.Dilla juga sudah terbiasa, hanya saja dia agak kaget tadi pas dengar Eyangnya yang berkata seperti itu, dengan nada nyeletuk pula.
******
Rumah keluarga Siska.
Dengan langkah pasti, Arya dan kedua orang tuanya datang dan disambut ramah oleh kedua orang tuanya Siska.Saat itu ternyata Siska belum pulang kerumah, entah dimana dia sekarang.Mungkin sedang asyik bersama teman-teman atau bisa juga bersama pacarnya.
" Siska mana Jeng, kok gak kelihatan?. "tanya Nyonya Sri.
"Ooo gitu toh. " ujar Nyonya Sri sambil melihat sekeliling.
"Silahkan duduk Jeng, Mas Bambang, Nak Arya. " ujar Mamanya Siska.
"Terimakasih." jawab Nyonya Sri mewakili keluarganya, lalu ketiga beranak itu pun duduk dikursi yang ada diruang tamu keluarga Siska itu.
"Nak arya, sudah lama kita tidak bertemu ya. Tante senang sekali ketika mengetahui kalau kamu sudah kembali dengan selamat." Ujar Papanya Siska.
"Terimakasih Om. " jawab Arya.
"Ini sebenarnya kita mau ngebahas soal apa ya Jeng,kok mendadak sekali?.kami jadi gak sempat melakukan persiapan yang matang untuk menyambut kedatangan kalian. Jadi harap dimaklumi saja kalau ada kekurangan dimana-mana." Mamanya Siska kembali bersuara.
Nyonya Sri hanya tersenyum penuh arti.
"Apa kita akan membahas soal pernikahan Arya dan Siska Pak?. " tanya Papanya Siska.
__ADS_1
"Mohon maaf sebelumnya,karena kami datang dengan tiba-tiba,habisnya Jeng dan suami jarang ada dirumah.Bahkan saat Arya ditemukan saja kalian sedang sibuk menghadiri undangan acara. " ujar Nyonya Sri seraya menyindir.
"Iya Jeng,Pak.Kami kesini sebenarnya karena.... " Pak Bambang bingung mau dari mana dulu ngomongnya.
"Biar Mama aja Pa yang bilang. " Nyonya Sri tiba-tiba memotong pembicaraan suaminya, dia sudah gak sabar pengen bersuara.
Papa dan Mama Siska jadi bingung dibuat nya.Suasana menjadi hening sejenak.
"Begini Jeng dan suami, maksud kedatangan kami kemari adalah karena kami ingin membatalkan pertunangan anak-anak kita. " ujar Nyonya Sri.
"Apa jeng?!. " Papa dan Mama Siska jadi terngaga tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.
Keduanya kaget dan saling menatap satu sama lain.
"Kok Jeng Sri bisa bilang begitu??.Memangnya ada apa Jeng? apa alasan Jeng dan keluarga mau memutuskan pertunangan antara Arya dan Siska putri kami?.Bukankah pertunangan mereka terjadi juga atas keinginan Jeng Sri sendiri?!."Mamanya Siska seakan tidak terima. Persis seperti apa yang dikhawatirkan oleh Pak Bambang.
" Maafkan saya dan kami sekeluarga,tapi keputusan ini kami ambil karena setelah kami melihat sejauh ini baik Arya maupun Siska tidak pernah terlihat seperti pasangan pada umumnya. Kalian tentu tau kan kalau sebenarnya Arya juga gak mau ditunangkan dengan Siska dan mungkin begitu juga dengan Siska.Kemarin saya bahkan sempat melihat Siska sedang berduaan bersama dengan kekasihnya sedang bertengkar dipinggir jalan raya.Bahkan saya juga sempat mendengar pembicaraan mereka. Sepertinya mereka sudah memiliki hubungan yang sangat dekat dan mungkin sudah lama terjalin. Saya jadi sadar Jeng, kalau selama ini saya sudah terlalu memaksakan mereka untuk bersama,dan satu hal lagi Jeng, saya jadi sadar kalau sebenarnya Siska juga tidak tulus dengan anak kami Arya.Jadi sebaiknya kita putus kan saja pertunangan ini. "jelas Nyonya Sri panjang lebar dengan nada julidnya.
" Tidak bisa Tante,pertunangan ini tidak bisa diputuskan begitu saja!. "
Tiba-tiba Siska datang dari arah pintu utama dengan lantangnya ia menolak keputusan Nyonya Sri.
"Kenapa tidak bisa Siska??. " tanya Nyonya Sri.
"Karena saya sedang mengandung anaknya Mas Arya. " jawab Siska lantang.
"Apa!!? kamu hamil anak saya, saya bahkan tidak mengingat kamu,apalagi menyentuh kamu, kita juga tidak sedekat itu!. " Arya pun tidak terima karena dituduh sudah menghamili Siska.
"Karena Mas Arya amnesia, jadi Mas Arya tidak bisa mengingat kebersamaan kita.Bahkan Mas Arya juga melupakan aku. " ujar Siska sambil terisak, didalam hatinya ia bertekad ingin kembali kepada Arya dibandingkan harus memilih Ringgo yang biasanya hanya memoroti uang dan tubuhnya saja.
"Enak saja kamu ngaku-ngaku.Arya bukanlah laki-laki yang seperti itu!. " Nyonya Sri tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Siska, dia sangat tau betul bagaimana puteranya.
Siska sedikit bergetar mendengar kemarahan Nyonya Sri yang biasanya selalu bersikap lembut kepadanya.
"Anak saya ini laki-laki baik-baik ya,bagaimana mungkin dia bisa menghamili wanita yang sama sekali tak dia cintai,apalagi wanita itu kamu!. " Nyonya Sri habis-habisan membela puteranya.
"Tante gak tau aja bagaimana Mas Arya sebenarnya,Tante gak usah berkelit. Anak tante juga laki-laki normal yang kalau dirayu bakalan tergoda. " ujar Siska.
Wajah Arya terlihat semakin bingung dengan semua tuduhan Siska,ia bahkan tak pernah membayangkan soal hubungan yang lebih intim dari sekedar pelukan dan cium kening.
__ADS_1
"Berapa bulan kamu hamil?,kenapa baru bilang sekarang?!." tanya Nyonya Sri.
"Dua bulan Tante." jawab Siska.