
sesuai permintaan pembaca Thor akan tampil kan visualnya:
kenalin ini adalah Faradilla Cahyani yang cantik dan imut.
Lalu si ganteng Arya Sheta yang cool, pasti semuanya kenal kan??? 😂
Kalau yang ini si centil dan manja tapi culas Siska
Next>>>>
Siska menyusul Nyonya Sri ke kamarnya
"Tante... tante... " Siska mengetuk pintu kamar mandi, dia tau kalau Nyonya Sri sedang ada didalam.
"Ada apa Siska?. " tanya Nyonya Sri yang muncul dari balik pintu.
"Apa tante marah sama Siska?, maaf tante Siska gak sengaja.Tadi itu dagingnya alot banget, Siska kesulitan untuk memotongnya." ungkap gadis itu,ups🤭wanita itu,,😁😅sambil menggelayuti lengan Nyonya Sri dengan manja.
"Gak apa-apa kok sayang,tante gak marah sama kamu.Tante malah lagi kesal banget sama si Om dan juga Arya.Mereka sama sekali gak mikirin perasaan kita berdua. Malah sibuk memuji gadis kampung itu,sebel tante."ujar Nyonya Sri.
" Iya Tan,Tante benar. "jawab Siska sambil melipat tangannya di depan dada.
" Bagaimana kalau kita kasih pelajaran ke gadis kampung itu?. "ujar Siska.
Walaupun dia ingin melepaskan dirinya dari pertunangan ini, tapi dia juga gak mau kalah dalam hal apapun, apalagi kalau harus bersaing sama seorang gadis kampung yang miskin dari pulau terpencil, sorry lah yau.😁
Siska mengajak Nyonya Sri untuk kembali ke meja makan setelah Nyonya Sri berganti pakaian dan kembali berias.
" Balik lagi Ma,Papa kira Mama sudah gak nafsu makan lagi setelah ketimpa daging steak."olok Pak Bambang.
__ADS_1
"Papa kok gitu sih sama Mama,Mama ini istrinya Papa loh. Tega-teganya Papa mau mempermalukan Mama di depan Putera kita sendiri. " ujar Nyonya Sri.
"Siapa yang mempermalukan siapa sih Ma??."
tanya Pak Bambang.
"Ya Papa lah yang mempermalukan Mama. "
"Sudah-sudah Ma, Pa. Lebih baik kita cepat selesaikan dulu makannya, baru setelah itu kita bahas lagi obrolan ini." ujar Arya menasehati kedua orang tuanya.
Pak Bambang dan Nyonya Sri hanya saling lirik dan buang muka dalam waktu bersamaan.
Sementara Arya dan Dilla terlihat romantis,mereka berdua saling suap-suapan tak perduli dengan tatapan mata Nyonya Sri yang melotot nanar ke arah keduanya.
"Ayo dimakan sayang,makanan yang lain juga masih banyak. "Nyonya Sri ingin menunjukkan pada Dilla betapa ia sangat menyayangi Siska.Calon menantu pilihannya.
" Tenang sayang, Dilla gak usah khawatir, karena cinta Abang cuma buat Dilla seorang."Bisik Arya ditelinga kekasihnya itu.
Siska merengek kepada Nyonya Sri
"Arya,kamu itu seharusnya lebih memperdulikan perasaan Siska, bukan gadis kampung itu. Siska yang tunangan kamu bukan dia. "cecar Nyonya Sri sambil tunjuk-tunjuk wajah Dilla.
" Maaf Ma, tapi entah kenapa kalau Arya perhatikan, rasanya Arya pernah melihat bayangan wanita ini didalam mimpi buruk yang selalu menghantui Arya akhir-akhir ini.Tapi sayangnya wajahnya dalam mimpi itu tak begitu jelas."Arya memejamkan matanya, memaksakan otaknya untuk mengingat tentang kejadian itu.
"Mimpi tentang apa ??. " tanya Pak Bambang.
"Didalam mimpi itu, Arya melihat ada sepasang pria dan wanita yang sedang berusaha melemparkan seseorang ke laut dari tebing yang sangat tinggi.Mungkin saja orang yang dilempar itu adalah Arya, karena Arya kan juga terjatuh ke laut." jelas Arya.
BLUSH!!!
Wajahnya Siska mendadak pucat pasi, tangannya tremor bergetar dengan hebat.Namun dia mencoba menyembunyikannya dibawah meja makan.
'Bagaimana dia bisa bermimpi seperti itu. Apakah sebentar lagi dia akan bisa mengingat semuanya?. 'batin Siska.
"Ah, mungkin itu hanya buah tidur saja sayang, kamu kan baru saja mengalami kejadian yang aneh.Tapi memang Mobil kamu ditemukan dipinggir tebing, atau jangan-jangan mimpi kamu itu adalah gambaran kejadian yang sudah menimpamu" ujar Pak Bambang menganalisa.
__ADS_1
"Paling kamu mimpi buruk karena kamu tidur di tempat yang tidak layak.Sumpek dan bau Ikan asin dimana-mana. " ujar Nyonya Sri.
Mau bagaimanapun obrolan nya, ujung-ujungnya dia akan selalu mencari celah untuk memojokkan dan menghina Dilla.
"Jaga mulutmu Ma, apa kamu lupa Dilla dan keluarganya lah yang sudah menyelamatkan anak kita, coba kalau tidak ada mereka, mungkin kita sudah tidak bisa bertemu dengan Arya lagi, putera kita satu-satunya!!. " Pak Bambang sudah tak tahan dengan perkataan istrinya itu.
Dia gak enak hati sama Dilla yang selalu saja dihina terus-terusan oleh istrinya.
Sejenak Nyonya Sri terdiam dan dia pun menundukkan kepalanya berpura-pura mengaduk makanan di piringnya.Didalam hati nya ia pun sadar, kalau apa yang dibilang oleh suaminya itu memang benar adanya.
Hatinya sedikit terhenyak kalau ingat gadis yang dia hina-hina ini lah yang sudah menyelamatkan Putera nya Arya.
Tapi dia mencoba menepis rasa bersalahnya, walaupun separuh hatinya mencoba menyangkalnya, tapi separuh hatinya lagi membenarkannya.
Akhirnya makan malam itu berakhir juga.Nyonya Sri mengajak Siska untuk duduk di ruang keluarga dan melanjutkan obrolan.
Siska yang sedari tadi sudah ketakutan memilih untuk berpamitan, ia ingin cepat-cepat memberitahukan kabar tentang kembalinya Arya ini kepada Ringgo kekasihnya.
"Eeee, maaf Tante,Om dan Mas Arya,kayaknya Siska sebaiknya pulang aja deh, ini juga sudah malam. Mama tadi pesan katanya jangan pulang terlalu malam,soalnya dirumah juga gak ada orang karena Mama Papa lagi ada acara diluar. Jadi Siska diminta buat jagain rumah. " Siska membuat alasan yang gak masuk akal, padahal selama ini dia mana peduli mau pulang malam atau bahkan gak pulang sama sekali.
"Tuh, lihat kan Pa calon mantu kita, anaknya nuruuuut banget sama apa yang dibilang oleh orang tuanya. Dijaman sekarang ini sangat sulit loh mencari menantu yang seperfect Siska.Udah cantik, baik,penurut,santun,lemah lembut dan juga berpendidikan tinggi lagi, Iya kan Arya?. " ujar Nyonya Sri,lagi-lagi tujuannya adalah untuk merendahkan Dilla.
"Dilla juga anak yang baik, bahkan dia anak yang mandiri dan tidak suka menghabiskan uang orang tuanya,dia terbiasa bekerja keras , sopan, rajin,dan yang pasti gak manja. " tukas Pak Bambang.
"Pa??!!, bisa gak sih Papa iyain aja apa yang Mama bilang, Mama capek kalau harus ribut terus sama Papa gara-gara gadis kampung itu. "
"Ya sudah, Papa juga males. Mending Papa masuk aja, ngadem dikamar. Istirahat. " ujar Pak Bambang sambil beranjak ke kamar.
"Arya sama Dilla juga Pa, yuk Dilla. " ajak Arya.
"Eh... eh... eh... Arya, kamu jangan pergi dulu.Temanin Siska ya. " ujar Mamanya.
"Tapi Arya malas Ma, Arya juga masih capek dan ingin istirahat di kamar. Badan Arya masih capek abis perjalanan jauh tadi. " Jawab Arya beralasan.
"Kamu itu ya,gak kasihan kamu sama Siska?, dia kesini juga karena mau ketemu sama kamu loh. "
__ADS_1
"Tapi Arya gak pernah nyuruh dia kesini, apalagi nyuruh dia nemuin Arya. Udah ah Ma, Arya ke atas dulu, ayo sayang. " Ujar Arya lagi sambil menggenggam tangan mungil Dilla dengan tangan kekarnya dan membawanya ke atas tanpa memperdulikan Siska sama sekali.