
Setelah kepergian Arya dan juga Pak Bambang,Dilla dibawa oleh Eyangti nya untuk melihat-lihat kediaman Eyangnya itu sambil diperkenalkan satu-persatu kepada para pelayan yang ada dirumah besar itu.
Semua orang bersikap ramah kepada Dilla,gadis manis itu sudah pasti mudah disukai oleh semua orang, terlebih sekarang dia adalah cucu sah dari sang pemilik rumah yaitu Bapak Adi Sucipto sang konglomerat.
Perasaan canggung seperti waktu pertama ia datang kerumah Arya kini kembali Dilla rasakan.Maklum saja,meskipun ini adalah rumah dari kakek kandungnya sendiri, tapi ini merupakan kali pertamanya dia datang kesini, dan langsung diminta untuk tinggal disini bersama orang-orang yang masih asing baginya.
"Ayo sayang, Eyangti akan tunjukkan dimana kamar kamu. " Eyangti dengan semangat membawa Dilla menuju lantai dua mansion yang sangat luas itu.Ternyata mansion ini terdiri dari tiga bangunan utama yang saling bertautan.Bangunan inti berada di tengah-tengah dengan ukuran yang paling besar merupakan tempat pribadi pemilik rumah, yakni kamar Eyangti dan Eyang dilantai pertama dan 2 kamar lagi untuk anak-anak nya, dan untuk lantai kedua ada 4 kamar yang semuanya berukuran besar dan diperuntukkan untuk cucu-cucu mereka yang mau menginap dirumah ini. Sedangkan bangunan disisi kanan dan kiri merupakan ruang khusus untuk tamu dan ruang makan yang besar dan luas, sedangkan para pelayan ditempatkan khusus di paviliun dibelakang bangunan utama.
Setelah sampai dilantai dua, Eyangti membawa Dilla kekamar yang paling tengah disisi kanan tangga.Pelan-pelan Eyangti membukakan pintunya dan wowwww...
"Kamar ini semoga cocok untuk kamu ya sayang, sudah lama Eyangti Eyangti menyiapkan kamar ini khusus untuk Dilla.Begitu Eyangti tau kalau Ayah mu memiliki anak perempuan, Eyangti langsung menyiapkan kamar ini dan segala pernak perniknya. Eyangti berharap suatu hari nanti kamu akan main kesini, menginap disini, dan kalau bisa tinggal disini bersama Eyangti dan Eyang.Walaupun saat itu Eyangti belum tau apakah kita akan bisa bertemu atau tidak, tapi Eyangti yakin sekali kalau suatu hari nanti kita akan bertemu dan berkumpul kembali, dan ternyata hari ini semuanya sudah menjadi kenyataan. Eyangti bahagia sekali sayang. " Ungkap Eyangti dengan bahagianya sambil memeluk Dilla dan Dilla pun membalas pelukan Eyangti dengan rasa yang tak kalah bahagianya.
Memiliki Eyangti yang sangat baik sama seperti almarhumah Nenek nya dikampung adalah suatu anugerah yang sangat indah, Dilla benar-benar merasa diberkati karena mempunyai dua orang nenek yang sangat menyayangi dirinya.
"Dilla suka Eyangti, suka sekali. Dilla jadi terharu dengan semua yang sudah Eyangti lakukan untuk Dilla. Terimakasih Eyangti. " Ucap Dilla sambil berurai air mata bahagia.
"Kalau kamu butuh apa-apa, bilang saja sama Eyangti ya.O ya, didalam ruang ganti itu,Eyangti sudah menyiapkan beberapa dress cewek dan juga baju tidur dan baju sehari-hari.Selama ini Eyangti suka sekali kalau ke Mall lihat-lihat baju anak cewek. Beberapa juga pernah Eyangti titipkan di Uwakmu untuk diberikan sama kamu.Sebenarnya sejak kamu kecil, Eyangti selalu belanja baju anak cewek, semunya masih tersimpan di dalam lemari itu. Kamu bisa memakai baju manapun yang kamu mau, semuanya ini adalah milik kamu sayang. "
__ADS_1
"Eyangti.. Dilla jadi terharu sekali,ternyata semua baju-baju itu dari Eyangti ya. Maaf kalau Dilla tidak pernah mengetahuinya. " ucap Dilla menyesal.
"Kamu gak salah kok sayang, Eyangti yang meminta Uwakmu agar tidak memberitahu apapun pada mu, takutnya nanti Ayah mu marah dan tidak mau menerima pemberian Eyangti, kamu tau kan betapa keras kepalanya Ayah dan juga Eyangmu itu. "
Dilla hanya manggut-manggut mengiyakan perkataan Eyangti nya.
Selama ini Eyangti selalu mengikuti perkembangan pertumbuhan kamu, mulai dari bayi sampai sekarang, Eyangti selalu punya foto terbaru kamu loh.Nih lihat saja di album ini,Eyangti tau semua kesukaan kamu."Lagi-lagi Dilla dibuat terperangah dengan apa yang dia lihat.Foto-foto dirinya dari bayi sampai sebesar ini tersusun rapi dengan tulisa-tulisan tangan Eyangti dibawah nya didalam sebuah album foto yang sangat cantik.
"Eyangti, terimakasih Eyangti. Ternyata Dilla punya Eyangti yang sangat baik sekali.
Keduanya pun kembali berpelukan sambil tak henti-hentinya mengucapkan syukur karena bisa dipertemukan.Tangisan dan tawa secara bergantian terdengar dari kamar itu.
****
Di kediaman Sudjatmiko
Semua orang sudah beristirahat dengan nyenyak kecuali Arya, dia masih sibuk memikirkan kekasih hatinya yang kini terpisah darinya.
__ADS_1
Sekarang Arya sedang ada dikamar Dilla sambil menatapi barang-barang Dilla yang akan ia kemas dan kirim kerumah Eyangnya Dilla besok.
Sedangkan dikamar Orang tuanya.Suara ponsel Nyonya Sri tak berhenti berbunyi sedari tadi.Suara itu makin terdengar nyaring karena tak ada yang mengangkatnya dalam suasana malam yang hening.
Yang punya ponsel juga cuek saja, padahal panggilan itu berasal dari calon mantu kesayangannya Siska.
"Kenapa gak diangkat si Ma, berisik banget.Lagian siapa sih yang telepon malam-malam begini?. "tanya Pak Bambang yang tidurnya merasa terganggu karena suara ponsel istrinya itu.
" Biarin aja Pa, Mama lagi males jawab telepon. "ujar Nyonya Sri sambil mengubah posisi tidurnya.
" Aduh Ma, mbok ya diangkat dong.Kepala Papa pusing nih dengernya dari tadi atau kalau gak di reject aja. "pinta Pak Bambang.
" Males ah Pa. "Jawab Nyonya Sri, gak biasanya istrinya itu bersikap begitu kalau ada yang telepon.
Karena istrinya gak mau angkat, Pak Bambang pun berinisiatif untuk mengangkat panggilan itu. Setelah dilihatnya ternyata itu telepon dari Siska yang namanya tertera di layar.
" Tumben Mama gak mau angkat telepon dari calon mantu kesayangan Mama ini, apa kalian sedang ada masalah?. "tanya Pak Bambang curiga.Dia merasa sangat heran dengan sikap yang di tunjukkan oleh istrinya itu.
__ADS_1
" Gak ada apa-apa kok Pa,Mama cuma lagi malas, aja udah malam juga. Mau tidur!. "sahut Nyonya Sri santai.
Sejak memergoki Siska dengan seorang pria dan mengetahui sekarang Dilla sudah diterima oleh keluarga besarnya hati Nyonya Sri jadi bimbang dan menimbang-nimbang kelebihan dan kekurangan kedua gadis itu. Apalagi Kalau ia ingat pria yang bersama Siska kemaren memohon-mohon kepada Siska dan memanggilnya sayang.Nyonya Sri jadi ragu sama Siska dan ia dapat merasakan kalau hubungan Siska dengan laki-laki itu bukanlah hubungan pertemanan biasa.Nyonya Sri yakin kalau diantara keduanya sudah lama saling kenal dan begitu akrab.Karena bahasa tubuh mereka juga tak bisa berbohong.Tak mungkin pria dan wanita bisa berteman seakrab dan sedekat itu, seperti sepasang kekasih.