
Ternyata Satria sekarang tengah berdiri disamping mobil sambil bersender,hanya saja posisinya membelakangi arah pintu keluar,Dilla dan Arya sudah tiba didekat mobil.
"Sat, buka kuncinya. " pinta Arya. Satria yang sedang cari angin sambil mengecek ponsel nya pun sontak menoleh kebelakang, dan tatapannya langsung tertuju kepada gadis yang saat ini ada disebelah Arya.
Satria terpaku bisu, tak tau harus bagaimana melihat Dilla ada disana.Sejenak tatapan Dilla dan Satria pun beradu, laki-laki yang dulu pernah mengisi hatinya itu kini kembali ia temui, semenjak pertemuan terakhirnya di Toko buku waktu itu, mereka baru bertemu lagi kali ini dalam suasana yang tak mengenakan.
"Kak Satria??. " Dilla yang terkejut tak bisa diam saja.
"Dil-la." Satria pun menjawab sapaan itu, sambil ia ingin meyakinkan dirinya sendiri kalau gadis didepannya ini bukanlah Dilla.
Tapi kenyataannya gadis itu memang benar adalah Dilla, gadis yang selalu ada dihatinya,yang ingin ia lamar setelah ia kembali ke desanya nanti.
Cinta terpendam nya yang selalu ia impikan disetiap malam-malamnya.
"Kakak kenal Bang Arya?. " tanya Dilla pada Satria, Arya pun jadi bertanya-tanya, ada hubungan apa gerangan diantara Dilla dan Satria.Kenapa mereka sepertinya sudah saling mengenal?.
"Iya, Pak Arya adalah Bos Kakak sekarang. " jawab Satria.
"Jadi kalian saling kenal?. " tanya Arya menyela.
"Iya Bang,Kak Satria ini adalah anak Pak Kades kampung sebelah desa Dilla di Pulau." jawab Dilla menjelaskan.
"Ooo,kok saya gak tau ya kalau Arya berasal dari Pulau itu juga. " Arya menggaruk pelipisnya sambil berfikir.
"Eh,iya benar Pak Arya.Jadi kenapa kamu bisa kenal Pak Arya Dilla?,apa... kamu...??. " Satria tergugu menerka-nerka bagaimana hubungannya Arya dan Dilla ini.
"Kamu benar Satria, inilah gadis yang aku bilang sama kamu tadi,calon istri aku Dilla." ujar Arya dengan bangganya.
Satria masih tergugu mematung seakan tak percaya dengan apa yang didengar oleh telinganya.
__ADS_1
"Kak Satria masih ingatkan soal ceritaku waktu itu,kalau aku menemukan seorang Pria amnesia waktu itu?. "
"Jadi maksud kamu, orang itu adalah Pak Arya, begitu??. "tanya Satria, ia sendiri waktu itu sudah sempat menerka kalau orang yang Dilla temukan adalah Bosnya karena lokasi ditemukannya Orang itu adalah pulau terdekat dengan lokasi mobil Arya yang tertinggal ditepi jurang.
"Iya Kak. " jawab Dilla.
"Tunggu-tunggu, apa kalian pernah bertemu sebelum ini??. "Arya jadi bingung,kapan keduanya berbincang.
" Waktu Dilla ke Kota sama Ibu buat berbelanja tempo hari, kami bertemu dengan Kak Satria di toko buku Bang.Lalu Kak Satria mentraktir Dilla sama Ibu di sebuah restoran yang besar dan mahal, waktu itu Abang kan gak ikut. "Dilla mencoba menjelaskan sama Arya.
Wajah Satria mendadak lesu. Dia tertunduk karena fikirannya yang sedang berkecamuk.Roh nya terasa bangkit dari raga.Satria tak sanggup menerima semua ini, gadis yang sudah lama ia cintai dalam diam kini di akui sebagai milik oleh pria lain yang tak lain adalah bos nya sendiri. Betapa kecewanya hati Satria saat ini,Hati rasanya remuk walau tanpa berdarah,apalagi ketika melihat tangan Dilla yang memegang buket bunga dari Arya, dan sebelahnya lagi menggelayut di lengan Bosnya itu.
" Satria, apa kamu sakit?. "tanya Arya yang melihat perubahan di wajah Satria.
Namun yang ditanya hanya terdiam dan nampak semakin pucat, Arya jadi bingung kenapa Satria jadi seperti itu.
" Satria, kalau kamu gak enak badan sebaiknya kamu pulang dan beristirahat dirumah.Biar saya yang mengemudikan mobilnya.Kamu naik taksi aja ya. "Arya meminta kunci mobil dari tangan Satria.
"Tapi Pak,Pak Arya 'kan belum sembuh benar."Ujar Satria.
" Kamu gak usah khawatir,aku sudah baik-baik saja sekarang.Kamu lihat sendiri kan. "balas Arya sambil memutar-mutar tubuhnya di hadapan Satria.
" Baiklah, tapi kalau saya boleh tau setelah ini kalian mau kemana?apakah Pak Yuda dan Bu Ayu juga sudah tau tentang hubungan kalian, dan kenapa kamu bisa berkuliah di Jakarta, di Universitas impian kamu?kamu masih berhutang jawaban sama aku Dilla."Bisik Satria disamping telinga Dilla sebelum ia pergi memesan taksi.
"Saya ingin mengajak Dilla kesuatu tempat yang akan membuat Dilla bahagia sekali.Dan tentu saja Dilla dan saya sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.Soal Dilla berkuliah di Jakarta,kalian bisa bicarakan nanti. " ucap Arya yang ternyata masih bisa mendengar bisikan Satria.
"Saya permisi dulu Pak Arya. "Pamit Satria kepada atasannya itu, lalu matanya menatap Dilla dengan tatapan sendu.Rasanya hantaman badai besar sudah menghancurkan segenap hatinya yang berbunga-bunga karena minggu depan dia ingin pulang ke pulau dan menyampaikan maksudnya untuk melamar sang pujaan hati, tapi kenyataan pahit malah menghampiri dirinya, sang idaman hati yang diyakininya juga memiliki perasaan yang sama dengan hatinya ternyata sudah menjadi milik orang lain.
Saat Arya membukakan pintu mobilnya untuk Dilla, hati Satria lagi-lagi terkoyak. Tanpa terasa matanya pun berkaca-kaca menyaksikan hal itu.
__ADS_1
" Dilla, taukah engkau kalau aku menyayangimu, kalau aku juga mencintamu sejak dulu.Kita harus bicara dari hati kehati Dilla. "Batin Satria.
Satria ingin sekali mengikuti mobil itu, tapi sayang sekali taksi online yang ia pesan belum juga datang.Mau tak mau ia harus bersabar untuk menunggu,tapi nanti ia akan mencoba mencari tau info kemana perginya Arya dari Bu Lulu.Siapa tau rekan satu profesinya itu tau dimana tempat Arya biasa datang bersama kekasihnya.
Satria khawatir terjadi sesuatu pada Dilla jika berduaan saja bersama Arya,walaupun dia tau Arya bukanlah laki-laki berengsek tapi setidaknya ia akan memastikan kalau Dilla akan baik-baik saja.
Satria pun segera menghubungi Bu Lulu, siapa tau Bu Lulu tau.Tapi jawaban dari Bu Lulu tidak tau,karena Satria tak menyebutkan detail nya.
Satria pun menghela nafas berat tatkala tak menemukan jawaban yang pasti.Satria pun menghubungi ponsel Dilla, tapi tak dapat balasan karena sejak dari kampus ponselnya memang di Silent.
" Kayak ada yang getar di dalam tas kamu. "Arya memberi tahu Dilla.
" Palingan notifikasi pesan. "jawab Dilla.
" Tapi itu kayak ada yang nelpon. "ujar Arya lagi.
Baru saja Dilla akan mengeluarkan ponselnya, tapi ternyata panggilan itu sudah dimatikan.Dilla pun batal melihat siapa penelpon itu dan tak jadi mengeluarkan ponselnya.
Kedua sejoli itu malah kembali asyik mengobrol dan membahas tentang menyetir mobil, Arya berjanji akan mengajari Dilla menyetir mobil karena sampai saat ini Dilla belum sempat latihan bareng Bu Lulu.
" Sayang. "panggil Arya pelan.
" Hemm, ada apa Bang?. "tanya Dilla.
" Apakah kamu pernah punya hubungan sama Satria?. "Arya penasaran ingin bertanya.
" Sebenarnya Kak Satria itu adalah orang yang pernah Dilla suka,tapi sayangnya Kak Arya gak pernah membalasnya. "ucap Dilla sambil tertunduk malu karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
πππππArya malah terkekeh mendengar cerita Dilla.
__ADS_1
" Ih Bang Arya jahat banget,kok malah ngetawain sih?. "Dilla merengut tak terima.
" Maaf sayang, maaf. Aku cuma mentertawakan Satria saja, betapa bodohnya dia karena menyia-nyiakan penggemar seperti kamu π. "ujar Arya, sehingga membuat Dilla tak tahan untuk mencubit nya.