
Banyu mencoba meyakinkan Dilla akan perasaannya,dia menatap sayu mata gadis itu dan membawa tangan Dilla kedalam genggamannya.
"Faradilla Cahyani,maukah kamu menjadi pacarku?. "
Banyu memberanikan diri untuk menyatakan cintanya kepada Dilla.
Gadis itu hanya diam seribu bahasa,dengan perlahan Dilla memberanikan diri juga untuk menatap mata Banyu yang memancarkan perasaan cinta untuknya.
"Apa Abang tulus suka sama saya?,saya kan cuma gadis pembuat ikan asin.Pendidikan pun cuma tamatan SMA?. " tanya Dilla.
"Kamu bahkan belum tau siapa saya, jangankan kamu,saya saja tidak tau siapa saya.Kalau ada yang menyukai pria amnesia seperti saya ini, bukankah pria itulah yang beruntung?!."ujar Banyu.
Dilla tertegun,benar kata Banyu.Seharusnya Dilla lah yang menimbang-nimbang untuk bersama dengannya.Karena saat ini dia bahkan tidak punya apa-apa sama sekali, bahkan baju pun dia pinjam dari Ayahnya Dilla.
"Saya tidak tau apakah perasaan ini yang dinamakan cinta, tapi apa yang tadi Abang tanyakan. Jawabannya semuanya Iya. " jawab Dilla kemudian.
"Itu artinya, kamu benaran suka juga sama saya dan itu artinya hari ini, detik ini kita bisa dibilang sudah jadian?. " tanya Banyu ingin meyakinkan.
"Iya." Dilla pun mengangguk mengiyakan pertanyaan Banyu.
Ingin sekali rasanya Banyu memeluk gadis yang sudah resmi menjadi pacarnya itu, tapi ini kan di tempat umum, meskipun sepi takutnya malah nanti akan menjadi bahan gunjingan orang-orang yang tak sengaja melihat mereka berduaan.
Banyu pun mengajak Dilla untuk kembali kerumah.
"Kita pulang kerumah yuk,takutnya Ayah dan Ibu kamu nyariin anak gadisnya. " ajak Banyu.
"Iya,ayok kita pulang.Lagian ada sesuatu yang ingin Dilla berikan pada Abang."
"Apa??. "
"Pokoknya ada deh, ayo Bang. " Dilla menarik tangan Banyu saking tak sabarnya.
Banyu hanya menurut saja dan ikut berlari mengikuti langkah kaki kekasihnya itu(kan udah jadian).
Sesampainya dirumah,Dilla segera mengambil kantong belanjaan yang berisi baju untuk Banyu.
"Ini Bang, semuanya buat Bang Banyu. Semoga aja pas ya. " ujar Dilla penuh semangat, maklumlah baru jadian ᥬ😅᭄ ᥬ😅᭄ .
Banyu membuka kantong belanjaan itu,dan dia pun kaget dengan isinya,Dilla bahkan membelikannya celana dlm. ᥬ😅᭄
"Ini???, apa kamu yang memilihkannya untuk ku?. " tanya Banyu sambil mengangkat sekotak CD Pria.
Seketika wajah Dilla jadi kaku memerah dan Dilla bingung harus menjawab apa,Dilla pun menggaruk kepalanya yang sudah pasti gak gatal.
__ADS_1
"Eeee itu.... itu.... " Dilla hanya bisa tergagap.
"Ooo itu tadi Ibu yang pilihin nak Banyu, semoga aja Pas ya sama Nak Banyu. "Bu Ayu muncul dari balik hordeng dapur.
" Ooo, makasih banget Bu kalau begitu,saya benar-benar tidak tahu entah bagaimana nanti cara membalas semua kebaikan Ibu dan keluarga.
"Gak usah sungkan Nak,kami semua ikhlas kok membantu Nak Banyu,Semoga Nak Banyu segera sembuh ya." ujar Bu Ayu.
"Aamiin Bu. "
Dilla dan Banyu saling lempar tatapan, mereka belum mau memberitahukan kepada ke Bu Ayu kalau mereka sekarang statusnya sudah pacaran.Bisa-bisa Bu Ayu shok mendengarnya.
Dilla dan Bu Ayu membiarkan Banyu untuk berganti pakaian dulu,mencoba baju dan celana baru yang tadi dibelikan oleh Dilla untuknya.
Semua Baju dan Celana pilihan Dilla cocok sekali di tubuhnya,walaupun baju-baju itu harganya tak semahal baju yang biasa dia pakai sehari-hari sebelum dia hilang ingatan, tapi lumayanlah untuk ukuran orang yang tinggal di Pulau.
Dilla menyajikan buah-buahan dan Martabak manis yang tadi dia beli di kota bersama Bu Ayu di meja dekat bale-bale.
"Abang,nih ada Martabak dan juga buah-buahan,Abang cobain deh. "
"Terimakasih say... eh Dilla. "Banyu nyaris saja keceplosan ingin memanggil Dilla dengan panggilan sayang.
" Ussssstt... Abang jangan sampai keceplosan.Kalau didengar Ibu bisa berabe. "Dilla memperingatkan Banyu sambil bisik-bisik.
" Kalian ngomongin apa sih, kok bisik-bisik?. "tanya Bu Ayu.
"Muat semua kok Bu, pas di Badan Banyu. " ujar Banyu.
"Ooo, ya pasti Muatlah Nak, tadi aja Dilla sampai mantesin berkali-kali loh di tokonya. Itu Dilla semua yang pilihin loh Nak, pasti Pas lah buat Nak Banyu. " Ujar Bu Ayu.
"Iya Bu, Terimakasih ya Dilla. " Banyu beralih menatap Dilla dengan tatapan yang penuh damba, Dilla jadi malu-malu.
Bu Ayu yang memperhatikan mereka berdua jadi merasa agak curiga dengan tingkah polah mereka berdua.
Kecurigaan Bu Ayu makin mendekati kebenarannya,dari kemaren dia sudah merasa kalau putrinya itu menaruh hati pada Banyu, tapi kali ini sepertinya api cinta itu ada di kedua belah pihak.
"Ini sudah sore,ayo Dill kita mandi ke sungai.Nak Banyu kalau mau ikutan juga boleh sekalian,jagain kami berdua.Soalnya kalau sudah jam begini biasanya yang mandi disungai kebanyakan laki-laki. " ajak Bu Ayu.
"Iya Bu, baiklah.Banyu juga mau siapin baju ganti,mau pakai baju baru yang sudah Dilla beliin. " jawab Banyu sambil melirik ke arah Dilla.
Gadis itu nampak malu-malu sambil sesekali melirik ke arah Banyu.
*****
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga berjalan beriringan ke sungai,Dilla dan Ibunya berjalan didepan, sedangkan Banyu jadi pengawal dibelakangnya.
Sesampainya di sungai, ternyata memang ada beberapa laki-laki yang sedang mandi. Mereka bujangan yang tinggal di desa ini,setiap hari mereka juga bekerja sebagai nelayan.
Salah satu dari pemuda itu ada yang sudah lama menaruh hati pada Faradilla, dia selalu saja menggoda gadis itu kalau tak sengaja bertemu di sungai.
Dilla langsung takut ketika melihat Pemuda itu, namanya Roby. Orangnya agak selengek'an dan agak nakal, Dilla buru-buru mandi bersama Bu Ayu, untungnya ada juga 2 orang Ibu-ibu disana yang sedang mandi juga. Jadi mereka berbaur. Sementara Banyu juga mandi di bagian para laki-laki.
"Hey?!. " hardik Roby pada Banyu yang sedang memakai sabun mandi ke tubuhnya.
Banyu tak menggubrisnya dan hanya berpura-pura tak mendengar saja.
"Lu Budeg ya?!. " Lagi-lagi Roby memancing amarah Banyu.
"Namun Banyu tetap tenang dan melanjutkan mandinya.
" Hey, elu ya ditanya malah cuek!!, elu pikir elu itu siapa, hakhh!???!!!!. "Roby mulai naik pitam.
Roby ingin melayangkan tinjunya ke arah wajah Banyu, namun secepat kilat Banyu dapat menangkisnya.
Dilla,Bu Ayu dan yang lainnya jadi khawatir dan berteriak ketakutan,takut kalau terjadi sesuatu sama Banyu. Karena Roby ini terkenal suka bikin onar dan kelakuannya selalu ingin menang sendiri.
" Nak Banyu hati-hati!. "ujar Ibu-ibu yang sangat mendukung Banyu.
Namun ternyata Banyu bukanlah lawan yang gampang bagi Roby, Banyu sangat terampil dalam ilmu bela diri.
Aslinya Banyu Alias Arya memang jago taekwondo dan juga silat,dia juga sering berolahraga.Waktu itu saja dia apes karena Siska memukulinya dengan vas bunga berkali-kali dari belakang sampai dia pingsan dan bersimbah darah.
Jadi serangan Roby yang cuma preman kampung bukanlah apa-apa baginya.
Mereka bertarung di daratan,dan akhirnya Banyu yang menang.
" Elu vya, awas kalo elu dekatin Neng Dilla. Dia milik gue!!. "ujar Si Roby, sudah kalah masih sok ngancam.
" Coba kamu tanya sama Dilla, apa dia mau sama kamu??. "tantang Banyu.
" Oke! Dek Dilla, Kamu suka kan sama Abang??. "tanya Roby.
Spontan saja Dilla menjawab" Nggak, Dilla gak suka sama Bang Roby, Dilla lebih suka samaa Bang Banyu. "tanpa sadar Dilla malah bicara hal yang sebenarnya.
" Untuk apa kamu suka sama cowok yang lupa ingatan ini!!, gak tau kan dia itu siapa, kalau dia udah punya bini gimana??!. "Roby masih tak mau mengalah untuk mendapatkan Dilla.
Semuanya terdiam, termasuk Dilla dan juga Bu Ayu.Begitu juga dengan Banyu.
__ADS_1
" Dilla gak peduli,Dilla cuma suka samaa Bang Banyu, titik!."ujar Dilla.
Masa bodo dengan tanggapan semua orang.Saat ini dia belum bisa berfikir jernih, malah ingin rasanya dia memberi tahu semua orang yang ada disana kalau dia dan Banyu sudah jadian, tapi Banyu memberinya isyarat agar Dilla tidak melakukan hal tersebut.