Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 22


__ADS_3

Secepat mungkin Dilla menyelesaikan mandinya dan setelah itu ia mengerjakan Sholat ashar,karena ini sudah hampir jam 5 sore jadi Dilla khawatir nanti kehabisan waktu, apalagi tinggal dirumah orang membuatnya tidak bisa bertindak seleluasa dirumah sendiri.


Di lantai bawah, ternyata Nyonya Sri sedang sibuk merencanakan acara makan malam. Malam ini dia ingin mengundang Siska dan orang tuanya, tapi tadi di telepon calon besannya itu berhalangan hadir karena ada suatu urusan yang penting yang tidak bisa ditinggalkan.


Nyonya Sri dapat memakluminya asalkan Siska tetap datang kerumahnya malam ini,masakan kesukaan Siska dan Arya semua akan ia siapkan untuk menunjukkan kepada Dilla bahwa Siska sangat di terima dirumah ini.


Apapun akan dia lakukan agar Dilla merasa diacuhkan dan tidak dibutuhkan dirumah ini, supaya gadis itu akan pergi dengan sendirinya karena tidak betah.


***


Dikamarnya, Arya sudah bersiap ingin kebawah. Walaupun belum begitu ingat dengan masalalunya, tapi dia bisa merasakan kalau kamar itu memang benar kamarnya.


Foto-foto yang ada dikamar itu adalah dirinya dan juga baju-baju yang ada di lemari itu memang semuanya pas ditubuh Arya,tanpa diberi tahu pun dia tau dimana letak semua barang-barang pribadinya.


Arya sudah siap akan keluar kamar, tadi dia sudah sempat tidur selama hampir dua jam dikamarnya, dia pun teringat akan Dilla yang ada dikamar sebelah.


Arya khawatir kalau Dilla akan merasa ketakutan dan canggung dengan rumah ini, apalagi dengan sikap Mama nya yang sangat tidak menyukai gadis itu.


Mengingat hal itu,Arya cepat-cepat keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar Dilla yang ada disebelah kamarnya.


"Dilla, ini Abang. " ujar nya sambil mengetuk kamar Dilla.


"Iya Bang,sebentar." sahut gadis itu.


Tak lama kemudian,Pintu itu dibuka dan keluarlah gadis yang sedari tadi Arya nantikan.

__ADS_1


Wajah imut Dilla membuat Arya ingin sekali mencubit pipinya, tangan Arya hampir saja mendarat di pipi gadis itu sampai akhirnya Nyonya Sri datang mengejutkan mereka.


"Arya,tebak siapa yang akan datang malam ini kerumah kita?. " ujar Nyonya Sri mengagetkan Arya dan Dilla yang baru saja akan romantisan.


Tangan Arya mengambang di udara,belum sampai tangan itu di pipi sang kekasih, tapi Nyonya Sri sudah membuatnya gagal mencubit pipi Dilla yang merona merah.


"Siapa yang akan datang Ma?." tanya Arya ingin tau.


"Tentu saja calon menantu Mama yang asli,tidak seperti yang kamu bawa dari pulau ini,nanti kamu pasti akan mengingat Siska, gadis yang cantik, modis,berpendidikan dan tentunya gak bau amis kayak gadis pilihan kamu.Mama yakin kamu pasti akan segera ingat sama Siska dan menendang gadis ikan asin ini keluar dari rumah kita. "ujar Nyonya Sri sambil menatap sinis ke arah Dilla.


ucapan Nyonya Sri sangat menyayat hati Dilla, bukan hanya meremehkannya tapi Nyonya Sri memang sudah sangat keterlaluan dan tidak berperi kemanusiaan.


"Cukup Ma!, menurut Arya Mama sudah sangat keterlaluan.Apa Mama tidak memikirkan perasaan Dilla sama sekali,Arya gak menyangka Mama bisa berkata-kata seperti itu. "ucap Arya kecewa.


" Kamu gak usah belain gadis kampung ini terus, nanti juga kalau kamu bertemu dengan Siska kamu pasti akan tau betapa berbedanya mereka berdua dan kamu baru akan sadar mana yang lebih baik untuk kamu diantara mereka berdua!. "sergah Nyonya Sri pada puteranya itu di hadapan gadis yang ia hina.


" Gak ada apa-apa kok Pa,nanti malam Mama sudah mengundang Siska untuk makan malam dirumah kita,dia juga sekalian mau melepas rindu sama Arya katanya.Maklumlah Pa,dia kan memang sudah berhari-hari gak ketemu anak kita, sudah pasti dia sangat merindukan Arya tunangnya. "nada bicara Nyonya Sri mendadak berubah begitu ada suaminya.


Dilla hanya tertunduk dan tak berani buka suara, dia hanya mencoba memendam kepedihan yang ada didadanya, sakit walaupun tak berdarah.Perih bagaikan ditusuk sembilu, seperti itulah kira-kira.


Kalau tidak ingat sekarang rumahnya ada di seberang lautan, mungkin dia sudah akan berlari pulang kepelukan orang tuanya yang sangat menyayangi dan mencintai dirinya.


Sayangnya sekarang dia sudah mengambil keputusan untuk melanjutkan kuliah nya atas bantuan keluarga Arya, dia juga tidak mau jika orang tuanya sampai tau kalau keadaannya disini tidak baik-baik saja.


" Sebaiknya sekarang kamu ajak Nak Dilla kebawah dulu Arya,minta pelayan untuk menyuguhkan makanan ringan. Ini sudah sore, dan kalian baru makan cuma dirumah Nak Dilla tadi siang, pasti perut kalian juga terasa lapar. Papa aja barusan makan kue dan gorengan dibawah. "titah pak Bambang kepada puteranya itu.

__ADS_1


Bibir Nyonya Sri komat-kamit walaupun tak mengeluarkan suara.Dia sangat kesal karena khawatir makanan yang khusus dia siapkan untuk tamu istimewa nya nanti malam akan dihabiskan oleh Dilla, gadis yang sangat dibencinya.


" Ayo nak Dilla, ikuti saja Arya kebawah.Gak usah perdulikan ucapan orang yang sok dan tak tau tata krama. "ujar Pak Bambang.


" Baik Om. "


Dilla pun ikut Arya turun kebawah, walaupun berikutnya terdengar cekcok mulut antara suami dan Istri itu.


Sepertinya Pak Bambang sedang menceramahi Nyonya Sri dilantai atas,adu mulut mereka menyebabkan para pelayan dirumah itu jadi bergosip tentang majikannya.


Ada salah satu pelayan dirumah itu yang mengenal Siska, tepatnya dia adalah mata-matanya Siska.Pelayan bagian bersih-bersih itu memberitahukan kepada Siska setiap apa yang terjadi dirumah itu.


Semula Siska bermaksud tidak jadi pergi karena dia khawatir kalau Arya akan mengingat semua kejadian itu dan mengadukan perbuatannya pada orang tuanya bahkan kepada polisi.


Tapi setelah mendapatkan kabar kalau Arya sekarang sedang Amnesia dan bahkan tak mengingat siapa Siska, wanita itu jadi berubah fikiran dan malam ini dia akan datang kerumah Arya dengan penuh percaya diri.


Bahkan ia akan menjadikan kesempatan ini untuk berpisah dari Arya dan menyalahkan Arya atas putusnya pertunangan mereka.


Siska sudah tau kalau Arya tidak pulang sendirian dan malah membawa seorang gadis dari desa nelayan bersamanya, bahkan menurut informasi yang ia dapat,Arya juga sudah menyebut gadis itu sebagai calon istrinya.


Siska tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena memang inilah yang ia mau selama ini, bebas dari Arya dan bisa bersama dengan kekasihnya Ringgo tanpa ada lagi penghalang.


Wanita itu kini akan bersiap-siap dan berdandan Maksimal, malam ini dia akan berakting lagi seolah-olah dialah yang dicampakkan oleh Arya dan dialah yang jadi korbannya disini.


Senyuman terukir disudut bibirnya yang dihiasi lipstik berwarna merah menyala.

__ADS_1


"Lihat saja Arya,aku akan pastikan kalau kamu akan disalahkan atas putusnya pertunangan kita.Tapi tentu saja aku juga gak mau kalah dari gadis desa yang kau bawa kerumahmu itu,hekhek!!. " ujar Siska seraya menatap wajah nya sendiri di cermin. 😏


__ADS_2