Pacar Amnesiaku Ternyata CEO

Pacar Amnesiaku Ternyata CEO
BAB 15


__ADS_3

Pak Yuda yang masih duduk sendirian diteras kini sedang memperhatikan foto keluarga Arya dengan seksama.Entah mengapa dia merasa mengenal pria di foto itu.


"Pria ini mirip sekali dengan rival lamaku si Wiraguna, tapi tadi namanya bukan Wiraguna melainkan Bambang Sudjatmiko katanya. " Pak Yuda masih terus memandangi foto itu.


"Ada apa Pak?. " Tiba-tiba Arya yang baru keluar dari dalam rumah mengejutkannya.


"Ah gak ada apa-apa,cuma saya kok rasanya pernah ketemu sama Ayahnya nak Arya yaᥬ🤔᭄ . Tapi mungkin saya salah orang."


"Ooo." Arya jadi grogi karena tadi dia sudah janji sama Dilla kalau dia akan bicara soal hubungan mereka berdua dengan Ayahnya Dilla.


"Apa sekarang aja ya, aku bilangnya??. " tanya nya dalam hati.


Sedangkan didapur, Dilla sedang diceramahi oleh Ibunya ,Bu Ayu.


"Ibu sudah dengar semuanya Dill!. " ucapnya.


Dilla sampai terkejut ketika Bu Ayu tiba-tiba datang dan mengagetkan dirinya.


"Soal apa Bu?,Ibu bikin Dilla terkejut. "


"Soal apa yang tadi kamu dan Nak Banyu eh Nak Arya bicarakan.Sudah lama Ibu curiga sama sikap kalian berdua."ujar Bu Ayu.


"Maksud Ibu, Ibu sudah tau kalau kami berdua pacaran?."tanya Dilla, dihatinya dia sangat ketakutan kalau-kalau Ibunya akan memarahinya.


" Sejak kapan?. "


"Sejak kapan apanya Bu?. " tanya Dilla gemetaran.


"Kalian jadian?. " tanya Bu Ayu dengan tatapan penuh selidik.


"B-Baru ke_marin Bu, sungguh. " jawab Dilla gugup.


"Kalian gak pernah macam-macam kan tapi?" tanya Bu Ayu dengan muka menegang.


"Iya gak pernah lah Bu,kami masih menjaga norma-norma yang ada kok. " jawab Dilla lagi.


"Baiklah, kalau kamu memang mencintai Nak Arya Ibu akan bantu bilang ke Ayahmu soal ini. Semoga dia mau menyetujui hubungan kalian. "


"Ibu serius??. "wajah Dilla seketika berubah menjadi mode ceria.


" Hemmm. "Bu Ayu menganggukan kepalanya.


****

__ADS_1


**Dikediaman Sudjatmiko.


" Pa... Pa... Papa......"Teriak Nyonya Sri sambil berlarian menaiki tangga rumahnya.


Dia tidak sabar untuk memberitahu suaminya mengenai kabar baik itu.


"Ada apa sih Ma teriak-teriak?. " tanya Pak Bambang.


"Papa,Arya kita sudah ditemukan Pa. " ujarnya kegirangan.


"Apa??,yang benar Ma?. " tanya Suaminya itu seakan tak percaya.


"Iya Pa,tadi Pak Andra baru saja menelpon Mama dan mengabari tentang Arya yang sudah ditemukan. "


"Lalu dimana ketemunya Ma?. "


"Jauh Pa, di desa nelayan kepulauan seribu. "


"Ya Tuhan,bagaimana bisa anak kita sampai di pulau itu?. "


"Gak usah khawatir Pa, tadi Pak Andra bilang kalau Arya kita selamat dan sehat Pa, tapi... "


"Tapi apa Ma???. "


"Apa Pak Andra yakin itu benar-benar Arya anak kita?. "


"Iya Pa,Pak Andra juga mengirim fotonya,ini coba Papa lihat. " Nyonya Sri memperlihatkan foto yang baru saja dikirim oleh Pak Andra ke Smartphone nya.


"Iya benar, ini memang Arya anak kita Ma. Alhamdulillah akhirnya kita bisa bertemu lagi dengan putera kita satu-satunya. " Pak Bambang mengucap syukur.


"Iya ya Pa, tapi ada satu hal lagi Pa?. "


"Apa Ma???. "


"Arya ditemukan pertama kali ketika ia terdampar di pinggir pantai , oleh seorang gadis Pa,namanya Dilla kalau gak salah.Dan sekarang Arya kita tinggal dirumah gadis itu Pa. Mama jadi khawatir takutnya nanti Arya jadi terpikat sama gadis itu. " ujar Nyonya Sri,


"Gak usah banyak berfikir yang aneh-aneh deh Ma,belum tentu Arya kita akan terpikat sama gadis desa seperti itu.Lagian Arya kan sudah kamu tunangkan dengan Siska,Papa yakin walaupun dia sekarang masih lupa ingatan,tapi dia masih ingat orang yang paling dekat dihatinya. "


"Tapi kan Papa juga tau kalau Arya gak pernah punya perasaan pada Siska,selama ini Mama lah yang memaksa dia agar bersikap baik pada Siska karena Mama sangat menyayangi gadis itu. "


"Sudahlah Ma, yang penting besok pagi-pagi sekali kita akan menyusul Arya kesana.Setelah itu kita bisa bawa Arya ke dokter spesialis agar dia bisa disembuhkan.Nanti dia juga akan lupa soal desa nelayan itu. " ujar Pak Bambang.


"Iya Pa, Mama juga sudah tidak sabar pengen peluk Arya Pa.Oh anakku Arya, Mama akan datang Nak. " Nyonya Sri tersenyum bahagia membayangkan akan segera bertemu dengan Putera nya yang sudah beberapa hari ini menghilang.

__ADS_1


****


Dilla dan Bu Ayu sudah selesai memasak di dapur, dan sekarang mereka sedang menata makanan diatas tikar yang terbentang diteras rumah mereka.Bukan mereka gak memperbolehkan tamunya masuk, tapi memang kursi makan mereka cuma ada 4 kursi saja.


Pak Andra juga sudah kembali ke teras rumah Pak Yuda itu dan dipersilahkan untuk duduk.


Arya yang tadinya ingin bicara sama Ayahnya Dilla jadi mengurungkan niatnya, kalau boleh jujur dia juga belum siap untuk bicara didepan semua orang yang ada disana.


Bukan karena dia tidak yakin dengan perasaannya, tapi lebih ke karena dia hanya ingin bicara berdua saja sama Pak Yuda.


"Ayo Pak Andra silahkan dimakan,maklumin aja ya lauknya seadanya loh ini Pak. " ujar Bu Ayu.


"Wah, ini saja sudah sangat lengkap Bu.Saya aja kaget di desa nelayan seperti ini rupanya ada makanan seenak dan se modern ini.Penyajiannya juga sangat berkelas. " puji Pak Andra.


Bu Ayu memang belajar dari buku menu yang dia beli waktu ke kota kemaren.


"Kebetulan suami saya dapat Lobster kemaren pas melaut, jadi ini kayaknya emang rejekinya Pak Andra loh hehe. " Bisa Ayu jadi tersipu.


"Ayo dimakan juga Nak Arya, sekarang sudah ganti ya namanya bukan Banyu biru lagi, tapi nak Arya Sheta. "


"Iya Bu, terimakasih makanannya enak sekali." ujar Arya.


Bu Ayu menatap wajah Arya dengan senyuman.Dalam hatinya ia berkata "Benarkah dia akan jadi calon mantu ku??. "


"Loh Bu, kok malah melamun sambil ngelihatin mukanya Nak Arya sih??. " tanya Pk Yuda pada istrinya itu.


"Ah Gak apa-apa toh Yah,habisnya Nak Arya ini kalau diperhatiin ternyata ganteng banget ya, kok Ibu baru nyadar kalau nak Arya sangat tampan.


" Ibu ada-ada aja deh. "Sahut Dilla.


" Iya kan Nak??. " ujar Bu Ayu sambil menyenggol lengan putrinya itu.


Dilla jadi malu dan perlahan melirik ke arah Arya. Arya pun sama dia juga membalasnya dengan senyuman termanis nya.


"Dek Dilla juga cantik. " ujar Arya dia gak sadar sedang dihadapan banyak orang. Tadi sejenak ia terhipnotis oleh lirikan mata kekasihnya itu sehingga dia lupa kalau disana juga ada Pak Yuda, Bu Ayu dan juga Pak Andra sang detektif sewaan Orang tuanya.


"Wah wah, sudah dulu tatap-tatapannya, ayo kita lanjut makan dulu. "


Ucapan Ayahnya Dilla itu akhirnya memecah lamunan Arya.


Sedangkan Pak Andra, dia juga merasakan ada yang aneh antara Arya dan juga gadis yang bernama Dilla itu.


"Apakah mereka berdua saling jatuh cinta??. " bathin Pak Andra

__ADS_1


__ADS_2