Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 21


__ADS_3

Setelah menyetujui bekerjasama dengan Fara di tempat mall dia bekerja, Fara pun pada keesokan harinya membawa Arisa untuk bekerja di mall tempatnya bekerja.


Pukul 07:05 pagi, Paviliun Alex


'Kamar tidur'


Drtt... Drtt... Drtt...


Suara getar dari hp Arisa yang menandakan bahwa ada telpon yang masuk, Arisa yang tengah bersiap-siap waktu itupun langsung menjawab telponnya. Dan tentu saja telpon tersebut dari temannya, Fara Lee.


Arisa: "Halo?"


Fara: "Arisa, maafkan aku, aku tidak bisa menjemputmu..." (belum sempat Fara menjelaskan alasannya Arisa langsung memotong pembicaraannya)


Arisa: "Ah, Fara itu tidak masalah. Baiklah kalau begitu aku akan pergi sendiri dan kita akan bertemu di mall tempat kau bekerja."


Fara: "Baiklah, sampai jumpa."


Arisa: "Sampai jumpa."


Setelah menutup telepon, Arisa langsung saja turun untuk segera pergi bekerja. Tentu saja ia harus berdebat dengan Alex terlebih dahulu sebelum ia benar-benar pergi.


Alex tidak mengetahui bahwa Arisa akan bekerja disebuah mall karena Arisa sendiri pun juga tidak menceritakannya kepada Alex. Sempat terjadi penolakan dari Alex terhadap Arisa yang bekerja di sebuah mall, tetapi penolakan itu dihiraukan begitu saja oleh Arisa.

__ADS_1


Takk... Takk... Takk...


Suara langkah kaki Arisa menuruni tangga terdengar sangat jelas. Sehingga membuat Alex yang tengah sarapan melihat kearahnya.


'Ruang makan'


Alex: "Mau pergi kemana kau pagi-pagi begini?"


Setelah Alex melontarkan pertanyaan seperti itu kepada Arisa, sontak pertanyaan itu membuat Arisa yang ingin berjalan langsung menuju pintu keluar pun berhenti.


Arisa: "Bukan urusanmu!" (jawab Arisa dengan nada agak kesal)


Alex: "Beginikah caramu menyambut suamimu dipagi hari?" (bangun dari duduknya dimeja makan lalu berjalan menghampiri Arisa yang berada di depan tangga)


Alex: "Hmph! Begitukah aku dimatamu?"


Arisa: "Sudahlah tuan, aku tidak ingin berdebat denganmu sepagi ini. Aku harus pergi, aku sudah terlambat!" (berjalan pergi dan meninggalkan Alex)


Belum sempat beberapa langkah, tangan Arisa sudah ditarik Alex hingga ia tersentak ke dinding.


Alex: "Mau pergi kemana kau? Apakah kau sudah mendapat ijin dariku?" (sambil berhadapan dengan Arisa didepan dinding)


Arisa: "Ah! Ap... apa... yang kau lakukan!" (memberontak dan berusaha melepaskan genggaman tangan Alex yang menggenggam tangannya diatas kepalanya)

__ADS_1


Alex: "Sekali lagi aku bertanya, kemana kau akan pergi sepagi dan serapi ini?"


Arisa: "Itu bukan urusan..." (belum sempat menyelesaikan bicaranya, pembicaraannya langsung dipotong dengan ciuman Alex kepada Arisa)


Mungkin pada awalnya Arisa merasa bahwa itu adalah suatu hal yang tidak ingin ia lakukan. Tetapi kali ini berbeda, Arisa merasakan bahwa ciuman Alex membuatnya merasa aman.


Karena tiba-tiba dicium oleh Alex, Arisa sangat terkejut karenanya. Maka dari itu Arisa langsung saja mendorong Alex.


Arisa: "Apa yang kau lakukan?!" (dengan ekspresi marah)


Alex: "..." (setelah menatap Arisa beberapa saat akhirnya Alex pergi meninggalkannya tanpa bertanya lagi kepada Arisa)


Alex: "Hmph!" (berjalan pergi meninggalkan Arisa)


Arisa: "Huh, pria brengsek ini!! Bukankah yang marah seharusnya adalah aku?! Tapi mengapa dia yang marah dan malah pergi meninggalkanku begitu saja?! Huh! Menyebalkan!!" (dengan perasaan marah hingga Arisa menendang tembok yang ada dihadapannya)


Arisa: "Jika aku terus memikirkan pria brengsek ini aku akan terlambat bekerja, sebaiknya aku pergi dahulu nanti akan kupikirkan bagaimana caranya membalas dendam kepadanya!"


Arisa: "Mall Tinky, aku datang!!" (sambil berjalan pergi keluar rumah)


Tanpa Arisa sadari, sebenarnya Mall Tinky adalah mall yang seriang dikunjungi oleh Viola, adik angkatnya selain itu Mall Tinky juga memiliki investor yang sangat diprioritaskan, investor yang diprioritaskan itu adalah mantan pacarnya yaitu Bryan Kane.


Dan tanpa Arisa sadari pula bahwa ia sudah bekerja dibawah naungan mall yang dikelola oleh mantan pacarnya.

__ADS_1


__ADS_2