Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 26


__ADS_3

Setelah selesai menyantap makan malam, terjadi beberapa percakapan hangat diantara mereka. Diantaranya Alex memulai membahas tentang Arisa yang akan melakukan apa saja untuk berterima kasih kepadanya.


'Ruang makan'


Alex: "Kucing kecil, benarkah kau akan melakukan apa saja yang aku minta?"


Arisa: "Ya, tentu saja, aku kan sudah berjanji kepadamu." (sambil meletakkan piring yang baru saja ia cuci)


Alex: "Baiklah, jika memang begitu, maka aku akan memintamu untuk melakukan sesuatu malam ini..." (sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekati Arisa)


Arisa: "Er... apa... apa yang kau... inginkan...? Dan mengapa kau... kau mendekat...?" (dengan perasaan gelisah)


Alex: "Aku... menginginkan penampilanmu malam ini..." (sambil mendekat ke telinga Arisa)


Arisa: "Kau...!" (mendorong Alex untuk menjauh darinya, karena perlakuan Alex pipinya tampak terlihat memerah)


Tak ada jawaban apapun dari Alex, namun Alex bereaksi cukup cepat. Setelah itu, ia langsung menggendong Arisa seperti parah buruh menggendong beras.


Arisa: "Hei! Hei! Hei! Apa yang kau lakukan!" (terkejut karena tiba-tiba Alex menggendongnya)


Alex: "Aku ingin melihat penampilanmu diatas ranjang..." (sambil menggendong Arisa lalu berjalan menaiki tangga)


Arisa: "Aku bisa berjalan sendiri! Turunkan aku dasar brengsek!!" (berontak dan memukul-mukul punggung Alex)


Apapun yang dikatakan dan dilakukan oleh Arisa, Alex tidak menghiraukannya dan tak berhenti berjalan hingga sampai didalam kamarnya.


Setelah sampai dikamarnya, Alex langsung saja melempar Arisa ke atas ranjang. Alex langsung saja terangsang dengan pakaian Arisa yang sedikit terbuka.


'Kamar tidur'


Duakk...


Alex melempar Arisa keatas ranjang.

__ADS_1


Arisa: "Ahh!! Mengapa kau tidak meletakkan ku saja mengapa kau harus melemparku seperti itu!" (marah karena punggungnya terlempar)


Alex: "Karena melihatmu seperti ini lebih menggairahkan..." (dengan senyuman nakal dan membuka kancing bajunya)


Tanpa ada aba-aba apapun Alex langsung menyerang Arisa.


Alex: "Lihatlah dirimu, kucing kecil. Seolah kau mengatakan kepadaku bahwa, cepat, lakukanlah cepat, aku sudah tidak sabar..." (mendekat dan menyentuh Arisa)


Arisa: "Uh...! Kau...!" (dengan pipi yang agak memerah)


Alex sangat tidak bisa mengontrol dirinya ketika ia sedang bersama Arisa. Pria yang telaten itu lagi-lagi tak bisa menahan dirinya dari godaan seorang Arisa.


Alex: "Tunjukkan penampilanmu padaku, kucing kecil..." (meraba-raba dengan sembarang)


Arisa: "Kau, brengsek!" (sambil menepis tangan Alex)


Alex: "Kau menolak diriku, tetapi tidakkah kau tahu, bahwa tubuhmu mengatakan bahwa ia sangat menginginkan diriku..." (melemparkan baju yang ia kenakan dan mendekati Arisa lalu menciumnya)


Arisa: "Ah... emm... kau..." (mencoba untuk berontak)


Usaha apapun yang dilakukan oleh Arisa untuk menyelamatkannya dari lubang api itu, ia tak pernah berhasil. Dan malam itu menjadi malam yang sangat hangat bagi mereka berdua hingga matahari pagi kembali terbit.


Pukul 07:20 pagi, Paviliun Alex


'Ruang makan'


Alex: "Pengurus Feng, apakah Juan sudah memberikan penyelidikan menyeluruh tentang mengapa Brandon Depth datang ke kota S?" (sambil memakan sarapannya)


Feng: "Iya, tuan, dia sudah memberikannya beberapa hari yang lalu."


Feng: "Disitu ia mengatakan bahwa dia berteman baik dengan David Kane sejak kuliah bersama, ia juga berencana untuk mengahancurkan Group Emperor tuan, dan ya dia juga telah menargetkan nona Arisa karena ia tahu bahwa dengan menargetkan nona Arisa kau akan bergerak lebih cepat dan ia juga berpikir bahwa dengan menargetkan nona Arisa ia bisa menundukkan anda, tuan." (menjawab dengan serius)


Alex: "Heh, dia pikir dia siapa..." (dengan senyum jahat)

__ADS_1


Alex: "Kau awasi Arisa setiap saat aku tidak ingin dia menjadi sasaran gampang Brandon Depth!"


Feng: "Baik, tuan."


Alex: "Dan satu hal lagi, jangan biarkan dia terlibat dalam masalah ini bagaimanapun caranya!"


Feng: "Tentu, tuan!"


'Kamar tidur'


Arisa: "Ah... aduh... punggungku..." (sambil mencoba duduk dengan tegap diatas ranjangnya)


Arisa: "Huh, jika si brengsek itu tidak terlalu mengeluarkan tenaga tadi malam semua ini tidak akan terjadi..." (dengan perasaan kesal)


Arisa: "Jam berapa sekarang? Seharusnya sekarang Alex belum pergi bekerjakan?" (sambil menatap jam lalu mencoba berjalan keluar)


Karena olahraga ranjang yang ia lakukan dengan Alex pada tadi malam, itu menjadikan punggung Arisa sangat sakit. Ia tidak bisa sempurna dalam berjalan.


'Ruang makan'


Feng: "Ah, nona, sepertinya kau sangat bersemangat berolahraga tadi malam sehingga jalanmu terpincang-pincang..." (menyapa Arisa yang menghampiri mereka)


Arisa: "Ah... pengurus Feng... kau berlebihan..." (dengan malu mengatakannya)


Alex yang berada disana hanya tersenyum dengan apa yang diucapkan oleh pengurus Feng.


Arisa: "Jika bukan karena si brengsek ini terlalu bergairah tadi malam, maka semua ini tidak akan terjadi! Huh, memalukan saja!" (memaki dalam hati)


Alex: "Kucing kecil, kau hari ini dirumah saja dan jangan kemana-mana. Jika kau ingin pergi kau harus memberitahu pengurus Feng agar dia mengatur beberapa pengawal untukmu." (sambil menghabiskan anggurnya)


Arisa: "Apa... apa-apaan ini...!"


Alex: "Menurutlah, wanita!" (dengan tegas dan menggunakan tatapan yang dingin menatap Arisa)

__ADS_1


Arisa: "Er... hm... hehe..." (Arisa merasa takut dengan tatapan Alex dan ia menjawabnya dengan gugup)


Alex: "Baiklah, aku harus pergi bekerja sekarang. Jaga dirimu dan ingat apa yang kukatakan!" (berdiri dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Arisa dan pengurus Feng di ruang makan berdua)


__ADS_2