
Dipertengahan alunan musik dansa Arisa mulai menari menjadi-jadi, karena ia menari dengan anggunnya sehingga hal itu membuat ia menjadi pusat perhatian untuk beberapa saat...
Para tamu: "Lihatlah! Lihatlah! Siapa wanita yang berdansa disana, tariannya sangat indah dan juga anggun!"
Para tamu: "Dia menari dengan bebasnya seperti Odette dari difilm 'Swan Lake'!"
Para tamu: "Tidak hanya itu! Kalian lihatlah, selain tariannya yang indah dan anggun kecantikannya juga patut dipuji!"
Para tamu: "Tunggu, bukankah itu adalah wanita yang datang bersama tuan Alex?"
Para tamu: "Apa?! Benarkah?! Apa hubungan dua dengan tuan Alex?! Apakah dia adalah wanitanya?!"
Para tamu: "Ya, apapun hubungan mereka, tuan Alex sangat beruntung memiliki wanita secantik dia dan bahkan pandai menguasai Vienna Waltz!"
Mendengar para tamu memuji kecantikan dan kelihaian Arisa dalam berdansa, Marian Li sangat kesal karena rencana yang ia rencanakan gagal.
Marian: "Cihh!! Wanita jal*ng ini selalu saja mengagalkan rencanaku!" (kesal didalam hatinya sambil mengigit kukunya)
Jhonny: "Kupikir dia tidak bisa berdansa sama sekali, tak disangka tuan Alex mengajarinya dengan baik! Aku harus cepat-cepat memperbaiki hubunganku dengannya!" (berucap didalam hati)
Viola: "Ibu... selanjutnya apa yang akan kita lakukan..." (berbisik)
Marian: "Tenanglah, jika kita tidak bisa mempermalukan rubah itu disini, kita masih memiliki banyak waktu seraya mempersiapkan segalanya dengan baik!"
Viola: "... kedengarannya itu bagus!"
__ADS_1
Hingga alunan musik yang terakhir Arisa tetap menutup tariannya dengan sangat anggun, sehingga itu membuat Arisa mendapat apresiasi yang luar biasa dari para tamu yang hadir malam itu.
Disisi lain...
Ajudan: "Tuan, dari hasil penyelidikan ku, tempat ini 80% sudah diduduki oleh orang-orang Alex..."
Brandon: "Heh! Ternyata aku terlalu memandang rendahnya!"
Ajudan: "Tuan apakah kita akan tetap menjalankan rencananya...?"
Brandon: "Tidak perlu terburu-buru, kita masih memiliki waktu."
Ajudan: "Aku mengerti, tuan." (berjalan pergi)
Brandon: "Heh, Alex... ternyata kau benar-benar melindungi wanita itu... sangat diluar dugaanku... Fhuuu..." (berucap sambil menghembuskan asap rokoknya)
Prokk... Prokk... Prokk...
Seluruh tamu yang hadir memberikan apresiasi kepada Arisa.
Arisa: "Tunggu!" (menahan pria itu beberapa saat)
Pria: "Ya, ada apa nona?"
Arisa: "Sampaikanlah kepada tuanmu, bahwa jangan pernah mencoba sekali-kali untuk mempermalukanku!" (dengan tatapan dingin sama seperti tatapan dingin Alex ketika ia marah)
__ADS_1
Pria: "...!!" (terkejut mendengar apa yang Arisa katakan dan tidak memberikan jawaban apapun untuk Arisa lalu langsung saja pergi)
Alex: "Bagus sekali... bagus sekali..." (sambil berjalan menghampiri Arisa)
Alex: "Aku merasa dansa ini diadakan dengan tiba-tiba dan memberikan seorang laki-laki yang tak dikenal untuk berdansa dengan Arisa! Sepertinya ada seseorang yang merencanakan ini untuk membuat Arisa malu, dan sepertinya ia juga mengetahui bahwa Arisa tidak bisa berdansa maka dari itu dia memainkan Vienna Waltz untuk mempermalukan Arisa!" (dengan tatapan tajam terhadap Marian Li dan Jhonny Lawrence)
Jacob: "Ya... bagaimana itu bisa terjadi diacarku... untung saja Arisa bisa menguasai Vienna Waltz ini, meskipun itu adalah Waltz yang cukup sulit tetapi kulihat dia sangat menguasainya. Siapa yang berpikir bahwa seseorang yang menguasai Vienna Waltz tidak bisa berdansa? Bahkan tidak semua orang bisa memainkan Waltz itu..."
Jhonny: "Ini... yang memberitahuku mengenai Arisa tidak bisa berdansa dulu adalah... Marian... Apakah ini, ini adalah perbuatannya?!" (menduga-duga didalam hatinya)
Jhonny: "Apakah ini adalah perbuatanmu?!" (menatap Marian dengan tatapan kemarahan)
Marian: "Ini... sayang, ya... ini... bagaimana aku... untuk apa aku melakukan ini...?" (menjawab dengan perasaan yang sangat gugup)
Jhonny: "Bukankah kau yang pernah memberitahuku bahwa Arisa tidak bisa berdansa...?!"
Marian: "Ah, itu... tetapi aku benar-benar..." (dipotong)
Jhonny: "Cih! Jika sekali saja kau menyakitinya jangan pernah berpikir untuk datang menginjak rumahku lagi!"
Marian: "Ah!!! Sayang, aku..."
Jhonny: "Diamlah kau rubah sialan!"
Jhonny: "Jika Arisa benar-benar tidak bisa memainkan Vienna Waltz itu... maka aku akan benar-benar kehilangan kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengannya!" (bicara didalam hati dengan maksud tersembunyinya membela Arisa terhadap Marian Li)
__ADS_1
Jhonny: "Ee... presdir Alex... kurasa ada kesalah pahaman didalam ini..." (bersuara)