
Tidak ada hal apapun lagi yang bisa Lee Zhong lakukan untuk membuat Arisa bangun dalam 24 jam. Entah dia akan bangun atau tidak, itu tergantung takdirnya.
Tidak sedikit Arisa kehilangan darahnya yang menyebabkan ia sangat membutuhkan perawatan ekstra untuk itu.
Violetta Hospital
Pukul 11:00 malam
Alex: "Bodoh! Apakah kau tidak bisa melakukan apapun untuk membangunkannya?!" (marah)
Lee: "Alex, tenanglah. Apa yang bisa kulakukan? Aku bahkan sudah mencoba semua yang terbaik untuk membangunkannya." (menjelaskan bermaksud menenangkan Alex)
Alex: "Jika dia tidak bangun sekarang, 3 jam kedepan semua data file itu akan lenyap tanpa jejak!"
Selama itu Alex terus-menerus marah-marah tanpa ada yang bisa menenangkannya.
Alex terus-menerus menjaga Arisa dan senantiasa berada disisinya. Tak ada yang mengetahui lebih jelas mengenai perasaan gunung es itu terhadap Arisa selain dirinya sendiri. Dia cukup tempramental, namun dia juga tak ingin wanitanya terluka.
Pukul 01:00 dini hari
Srkk...
Suara gerak tangan Arisa, dan suara itu membangunkan Alex yang tidur disampingnya.
Arisa: "Alex..." (sambil mengelus-elus kepalanya)
Alex: "Ah! Arisa kau..." (melihat Arisa bangun, Alex langsung memeluknya dengan erat)
Arisa: "Ah...ha... Alex, aku... tidak bisa bernapas..." (karena Alex terlalu erat memeluknya)
Alex: "Ah, baiklah aku akan melepaskannya..." (melepaskan pelukannya)
__ADS_1
Alex: "Baiklah, sekarang, bagaimana perasaanmu? Apakah kau baik-baik saja? Apakah masih terasa sakit?" (bertanya tanpa hentinya)
Arisa: "Hahaha... lihatlah dirimu... kau bertanya seperti seorang anak kecil yang sangat cerewet... haha..."
Alex: "Ehmm, aku..." (malu)
Alex: "Tapi aku serius bertanya, bagaimana perasaanmu?"
Arisa: "Tidak Alex, aku baik-baik saja." (menjawab dengan senyuman)
Alex: "Baiklah, itu bagus. Sekarang, katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi padamu... dan bayi kita?"
Arisa: "Ya, pada hari itu bukankah kau menyuruh Jessie pergi?"
Alex: "Ya. Lalu?"
Arisa: "Sebenarnya dia tidak pergi, dia menungguku di tangga menuju lift. Ya, kami sempat bertengkar disana. Kemudian, ketika aku ingin pergi menuruni tangga, dia mendorong bahuku dan akhirnya aku terpeleset dan jatuh terguling dari atas tangga..."
Alex membanting vas bunga yang ada di meja dengan keras.
Arisa: "Ah!!" (terkejut)
Alex: "Ternyata benar-benar jal*ng itu pelakunya!" (marah)
Arisa: "Alex, tenanglah..." (mencoba menenangkan Alex yang tengah diselimuti oleh emosi)
Alex: "Arisa, bukankah kau bisa memulihkan data file yang telah dihapus?"
Arisa: "Apa?" (terkejut kebingungan)
Alex: "Juan, bawakan laptop keamanan yang merekam kejadian di tangga kemarin!" (berteriak kepada Juan yang berada diluar ruangan)
__ADS_1
Juan: "Baik, tuan."
Sementara Juan mengambil laptopnya, Lee Zhong pun akhirnya datang dan segera memeriksa keadaan Arisa.
Lee: "Nona, kau sudah bangun..."
Arisa: "Ya..."
Lee: "Bagaimana perasaanmu?"
Arisa: "Aku baik-baik saja..."
Lee: "Biarkan aku memeriksamu..."
Arisa: "Ah, baiklah."
Alex: "Bagaimana keadaannya?"
Lee: "Ya, dia baik-baik saja. Namun, untuk pemulihan total dua hari lagi dia harus dirawat disini, dan setelah pulang ia tidak boleh melakukan berbagai aktivitas berat lainnya yang akan membuatnya lelah. Setelah hamil muda dan mengalami keguguran, tubuhnya masih syok dan lemah. Dan untuk kemungkinan terbesarnya, dia..."
Alex: "Dia... apa kemungkinan terbesarnya?!"
Lee: "Ya, dia akan sulit hamil lagi untuk nantinya. Namun, ingatlah bahwa itu tidak menutup kemungkinan bahwa dia bisa hamil lagi. Hanya saja, akan sulit menerima rangsangan kembali setelah pertama kali tubuhnya mencoba dan mengakibatkan sesuatu yang fatal..."
Arisa: "Apa... aku..." (terkejut)
Alex: "Hei, hei, Arisa, tenanglah, tenang..."
Arisa: "Alex bagaimana aku bisa tenang bukankah kau juga mendengarnya bahwa aku..."
Alex: "Aih, shhh, diamlah sudah, sudah cukup Arisa... Semuanya akan baik-baik saja, kau akan hamil lagi nantinya tidak akan ada yang bisa menghentikannya. Percayalah..." (sambil memeluk dan menenangkan Arisa dengan mengelus-elus kepalanya)
__ADS_1