Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 29


__ADS_3

Setelah ia membubarkan rapat secara tiba-tiba, Alex pun segera pergi dari Group Emperor untuk bergegas mencari Arisa yang hilang.


Alex dan pengurus Feng bertemu disebuah jalan dengan alur yang sama untuk mencari Arisa.


Diluar gedung Group Emperor


Duakk!!!


Suara Alex membanting pintu mobilnya.


Didalam mobil


Alex: "Juan, cepat jalankan mobilnya!" (memerintahkan)


Juan: "Baik tuan!"


Juanpun melaju dengan sangat kencang hingga disebuah persimpangan mereka bertemu dengan rombongan pengawal yang dibawa oleh pengurus Feng.


Persimpangan jalan tol di kota S


Ciittt...


Juan mengerem mobilnya dengan cara mendadak. Karena jika ia tidak mengerem mobilnya, maka mereka akan bertabrakan dengan mobilnya pengurus Feng.


Alex: "Ada apa? Mengapa kau berhenti?!" (sambil mengerutkan keningnya)


Juan: "Maaf, tuan. Sepertinya mobil yang didepan adalah mobil milik pengurus Feng."


Alex: "Cepat suruh dia masuk kesini!" (mendesak)


Juan: "Baik tuan." (sambil melepaskan safety belt-nya)


Setelah diperintahkan oleh Alex, Juan pun segera turun dari mobil dan ia segera menghampiri mobil pengurus Feng. Melihat Juan turun dari mobil, pengurus Feng pun juga ikut turun untuk menghampiri Juan.


Feng: "Apakah tuan ada didalam?" (bertanya)


Juan: "Ya, dia ada didalam. Dan ya pengurus Feng, tuan memintaku untuk menjemputmu agar kau masuk kedalam mobilnya." (menjelaskan)


Feng: "Baiklah." (sambil berjalan)


Didalam mobil


Alex: "Juan, biarkan pengurus Feng yang menyetir."


Juan: "Baiklah, tuan."


Alex: "Dan kau harus pergi bersama para pengawal itu untuk melakukan pencarian lebih lanjut terhadap Arisa. Aku yakin kau paham maksudku."


Juan: "Ya, tuan."

__ADS_1


Juan dan pengurus Feng bertukar posisi. Dan mereka pun berpencar untuk mencari Arisa.


Didalam mobil


Karena Alex terlihat sangat dingin, pengurus Feng berusaha berbicara dan meminta maaf kepadanya atas kelalaiannya. Tetapi Alex tidak menghiraukan ucapan pengurus Feng.


Feng: "Tuan... maafkan aku, ini semua..." (belum selesai pengurus Feng berbicara langsung saja dipotong oleh Alex)


Alex: "Fokuslah untuk menyetir!" (marah sambil melihat tabletnya)


Feng: "Baiklah, tuan."


Feng: "Maafkan aku, tuan. Aku telah membuat orang pertama yang kau cintai menghilang. Meskipun kau tak mengakuinya, tetapi setiap kali aku melihat matamu ia selalu berbicara bahwa kau sangat mencintainya." (dalam hati pengurus Feng merasa tidak enak dan merasa bersalah)


Disuatu pabrik minyak terbengkalai, tempat penyekapan Arisa


Arisapun akhirnya sadarkan diri setelah beberapa saat ia pingsan karena obat bius. Setelah ia terbangun, Arisa sangat terkejut karena mendapati dirinya disebuah tempat yang tidak ia kenal dan dengan keadaan tubuhnya diikat.


Arisa: "Aduh... kepalaku... pusing sekali..." (mencoba membuka matanya)


Arisa: "Apa... apa ini?! Mengapa aku diikat?!" (dengan ekspresi yang sangat terkejut)


Bandit 1: "Hei, cantik. Kau ternyata sudah bangun yaa... hehe..." (dengan tatapan penuh nafsu)


Arisa: "Siapa... siapa kalian!?" (sangat ketakutan)


Arisa: "Ah!! Jangan mendekat!!!" (mencoba untuk melawan dan melepaskan dirinya dari tali yang mengikatnya)


Para bandit itu ingin segera melahap Arisa, tetapi tiba-tiba seseorang datang dan menghentikannya.


Viola: "Hei para bandit bodoh! Tidak bisakah kalian sabar sedikit? " (berjalan menghampiri mereka)


Bandit 3: "Ah, nyonya boss ternyata sudah tiba. Hampir saja kami sudah melahap kelinci putih ini, karena ia sangat menggiurkan... haha..." (sambil memegang dagu Arisa, dan Arisa pun menghempaskan wajahnya untuk menghentikan tangan bandit itu)


Arisa: "Kau...!" (Arisa sangat terkejut ketika ia mengetahui orang dibalik penyekapannya adalah Viola)


Viola: "Kenapa? Apakah kau terkejut, kakak?" (mendekat dan mengucapkan dengan tatapan kebencian)


Arisa: "Aku tidak memiliki adik munafik sepertimu!!" (marah)


Viola: "Hm... baiklah, baiklah..."


Arisa: "Apa tujuanmu melakukan ini terhadapku!?" (bertanya dengan rasa marah)


Viola: "Kakak... sabarlah... tenangkan dirimu..."


Arisa: "Jawab saja pertanyaanku!!"


Viola: "Baiklah, aku akan memberitahukannya karena kau sangat memaksa..."

__ADS_1


Viola: "Aku melakukan semua ini terhadapmu karena aku sangat membencimu! Kau selalu saja mengagalakan rencanaku! Yang kuinginkan darimu hanyalah satu, yaitu membuatmu merasakan lebih baik mati daripada hidup! Haha!"


Arisa: "Kau...!!"


Viola: "Kalian, nikmatilah dia! Aku ingin tahu apakah tuan Alex Levana yang terhormat akan tetap melindungi wanitanya jika ia sudah dikotori oleh pria lain!" (sambil berjalan pergi dengan tatapan penuh kebencian dan senyuman menyeringai)


Sementara itu, disebuah jalan dikota S...


'Didalam mobil Juan'


Juan: "Tuan, sepertinya aku sudah menemukan tempat penyekapan nona Arisa." (berbicara melalui earphone-nya)


Alex: "Benarkah!? Dimana dia sekarang!?" (menjawab dengan perasaan yang sangat terkejut)


Juan: "Mereka membawanya menuju kearah selatan, tuan. Aku akan mengirimkan alamatnya secara detail melalui alamat e-mail-mu sekarang tuan..."


Tidak ada jawaban apapun setelah kata-kata terkahir yang diucapkan oleh Juan dari Alex.


Didalam mobil Alex


Alex: "Juan sudah mengirimkan alamatnya, cepatlah menuju pabrik minyak terbengkalai dipinggiran selatan pantai!" (memerintahkan)


Feng: "Baik, tuan."


Merekapun melaju dengan sangat kencang kearah pinggiran selatan pantai, tempat penyekapan Arisa.


Bermodalkan dari beberapa kamera CCTV dan beberapa saksi, Juan berhasil menemukan keberadaan Arisa dengan menemui beberapa orang terakhir yang berinteraksi dengan Arisa, dan juga dari tempat terjadinya penyekapan terhadap Arisa.


Ketika penyekapan terjadi disebuah jalan gang yang sepi terhadap Arisa, ternyata ada seorang saksi yang melihat Arisa disekap. Namun ia tidak berani menolongnya, karena jumlah para bandit itu ada beberapa. Dan beruntung Juan pun berhasil menemukan saksi tersebut.


Pabrik minyak terbengkalai dipinggiran selatan pantai, tempat penyekapan Arisa


Karena para bandit itu telah diperintahkan oleh Viola untuk mengotori Arisa, setelah Viola pergi pun para bandit itu mulai bereaksi terhadap Arisa dan bersiap-siap untuk melahapnya.


Arisa: "Ah!! Kalian... kalian jangan mendekat!!!" (berteriak)


Srekkk...


Suara para bandit itu merobek baju Arisa.


Arisa: "Tidak... siapapun kumohon tolong aku... Alex... Alex kumohon selamatkan aku..." (didalam hatinya meminta pertolongan)


Tiba-tiba saja terdengar seseorang mendobrak pintu pabrik tersebut sehingga membuat para bandit itu berhenti melakukannya terhadap Arisa.


Brakkk!!!


Suara pintu pabrik ditendang.


Para bandit: "Siapa?!!" (terkejut dan mengatakannya secara bersamaan)

__ADS_1


__ADS_2