Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 56


__ADS_3

Pukul 20:00 malam, Paviliun Alex


Kriett...


Suara Alex membuka pintu utama.


Arisa: "Kau baru saja pulang? Dari mana saja kau?" (duduk disofa ruang tamu dan menanyakan kepada Alex yang baru saja masuk rumah)


Alex: "Ya, aku baru saja minum." (menjawab dan terus berjalan)


Arisa: "Apakah kau lelah? Aku ingin membicarakan sesuatu dengamu..."


Alex: "Aku lelah..." (terus berjalan)


Karena ingin membicarakan sesuatu, Arisa menyusul Alex setelah beberapa saat Alex menaiki tangga...


Kamar tidur


Arisa: "Sepertinya kau sangat lelah, dan beberapa bulan lagi kontrak diantara kita akan berakhir. Aku hanya ingin ketika anak ini lahir..." (sambil membantu melepaskan jas Alex dan tiba-tiba Alex memotong ia berbicara dengan menepis tangan Arisa)

__ADS_1


Plakk!!


Alex menepis tangan Arisa dan kemudian ia menangkap kedua tangannya dan memeganginya dengan erat tepat dihadapannya.


Arisa: "Ah! Kau..." (terkejut)


Alex: "Katakan sekali lagi apa yang baru saja kau bicarakan?!" (dengan nada tinggi)


Arisa: "Aku... aku... baiklah maka aku tidak perlu sungkan..." (sambil melepaskan tangannya dari genggaman Alex)


Arisa: "Kau juga sudah tahu bahwa hubungan kita hanya hubungan diatas kertas. Anak ini tidak sama sekali tidak kita harapkan dan tidak ada dipembahasan kontrak kita... Beberapa bulan lagi kau akan menceraikanku, jadi kau tidak perlu susah-susah memikirkan anak ini, aku akan menjaganya dengan baik, aku juga tidak meminta sepeserpun uang darimu... aku hanya ingin biarkan aku pergi dengan tenang dan membesarkan anak ini..." (menjelaskan)


Melemparkan jasnya dengan kasar.


Alex: "Kau pikir aku akan mudah melepaskanmu?!!" (marah)


Alex: "Anak ini memang tidak ada dikontrak kita, tetapi kau tidak bisa melakukanya dengan sesukamu!!" (sambil memegangi kedua tangan Arisa dengan kasar)


Arisa: "Ah! Aku... aku..." (terbata-bata karena ketakutan dan kesakitan)

__ADS_1


Alex: "Ada apa hari ini kau tiba-tiba membahas ini?! Apakah kau sudah menemukan seorang baji*ngan yang akan siap menerimamu dan anak ini?!!"


Alex: "Jika kau pergi sekalipun aku tidak akan membiarkan ada yang menerimamu dengan anakmu!"


Dengan kata-kata yang diucapkan oleh Alex seperti itu, seolah-olah membangunkan hati iblis Arisa yang sudah cukup sabar selama ini menghadapi sikap kasarnya Alex.


Plakk!!!


Arisa menepis tangan Alex dengan keras.


Arisa: "Ya!! Kau berkuasa! Kau kaya! Kau yang paling hebat! Kau yang mengatur segalanya dan bahkan semua orang menghormatimu! Tetapi itu bukan berarti kau bisa seenaknya menindas hidupku! Jika kau tidak menginginkan anak ini, aku bisa membesarkannya sendiri! Tapi aku mohon, jangan pernah kau mengatur jalan hidupku! Aku bukan boneka yang seenaknya kau permainkan!" (marah)


Alex: "Apakah kau berani melawanku sekarang?!"


Arisa: "Ya! Mengapa aku harus takut dengan orang sepertimu! Selama ini aku sudah cukup sabar menghadapi sikap kasarmu itu tetapi hari ini kau membuktikan kepadaku bahwa sesabar-sabarnya aku tidak akan pernah bisa mengubah sikap egoismu dan sikap kasarmu itu!!" (melampiaskan semua keluhannya dengan kemarahannya terhadap Alex)


Feng: "Semoga mereka bisa mengatasi masalah mereka..." (berharap setelah ia mendengar suara Alex berbicara dengan nada keras)


Alex seketika terdiam sejenak mendengar mendengar apa yang telah Arisa katakan. Kemudian tiba-tiba Alex berjalan keluar menujur ruang bacanya.

__ADS_1


Dan setibanya kembali Alex dari ruang bacanya, ia membawa sebuah map dan membawanya kepada Arisa.


__ADS_2