
...Pesan teks...
Arisa: "Juan, aku dilobi Group Emperor..."
Juan: "Baik, baiklah. Nona, kau tunggulah aku disana... Aku akan datang dan menjemputmu segera."
Arisa: "Ya..."
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Juan turun ke lobi untuk menjemput Arisa.
Juan meminta pertolongan Arisa karena ia rasa hanya Arisa lah yang mampu meluluhkan kerasnya gunung es yang ada dihati Alex.
Juan: "Nona!" (menyapa)
Arisa: "Juan..."
Juan: "Ya... nona, sebaiknya kau ikutlah denganku sekarang untuk menemui tuan..." (terlihat gelisah dan khawatir)
Arisa: "Ya, ya aku akan menemuinya, kau tenanglah dulu..."
Arisa: "Baik, sekarang ceritakan kepadaku sebenarnya apa yang terjadi dengan pria es itu...?"
Juan: "Nona, sekarang tidak ada waktu untuk menceritakannya disini, aku akan menceritakannya sambil berjalan..."
Arisa: "Ya, ya, baiklah..."
Selama didalam perjalanan menuju ruang rapat, Juan menceritakan semuanya yang telah terjadi pada Alex.
Setelah beberapa menit diperjalanan, akhirnya mereka sampai didepan pintu ruang rapat itu...
Juan: "Oh, ya nona. Aku lupa memberitahukan kepadamu bahwa tuan juga menghukum beberapa dewan direksi yang memiliki sedikit kekurangan dalam laporannya, dan ia juga bahkan memaksakan 'Dark's Chicago' siap beroperasi dalam satu bulan..."
Arisa: "Kyaa!! Baj*ngan ini... Sangat semena-mena sehingga tidak memikirkan orang yang ia berikan beban..."
__ADS_1
Arisa: "Baiklah kau tenang saja, aku akan mengurus semuanya. Baj*ngan ini begitu tidak tahu diri..."
Juan: "Terima kasih, nona..."
Setelah percakapan diluar ruangan rapat itu selesai, Arisa bergegas membuka pintu ruang rapatnya dan mengentikan kekeras-kepalaan Alex.
Brakk!!!
Suara Arisa membuka pintu ruang rapat itu dengan sedikit kasar.
Arisa: "Kyaa!! Baj*ngan, berhentilah menekan mereka..." (berbicara kepada Alex yang duduk di kursinya)
Mendengar Arisa memanggil Alex dengan sebutan seperti itu, seketika para dewan direksi yang ada disana menatap kearah Arisa. Dan mereka memiliki pikiran masing-masing.
Dewan direksi 1: "Siapa wanita ini?!"
Dewan direksi 2: "Siapa dia, wanita ini...?"
Dewan direksi 4: "Berani sekali dia menerobos masuk kesini..."
Dewan direksi 5: "Ini..."
Dewan direksi 6: "Suasana hati tuan sedang buruk, dan wanita ini memanggilnya seperti itu... apakah kita semua akan benar-benar tamat hari ini...?"
Seketika mereka saling tatap-menatap satu sama lain...
Alex: "Kau... mengapa kau kemari?"
Arisa: "Kudengar Group Emperor akan runtuh karena keegoisan seorang Presdir nya..." (sambil berjalan mendekati Alex)
Alex: "Dari mana kau mendengar berita konyol seperti itu?!"
Arisa: "Juan..."
__ADS_1
Alex: "Sial! Pria brengsek itu benar-benar membuatku marah!!" (berdiri dan berjalan ingin pergi namun ditahan oleh Arisa dibelakang kursi para dewan direksi)
Arisa: "Heh, bodoh! Mau kemana kau!?"
Alex: "Aku ingin melenyapkan pria brengsek pembawa omong kosong itu!!"
Arisa: "Cihh!! Sangat merepotkan..." (berbicara didalam hatinya)
Arisa: "Kau... bisakah kau berhenti marah-marah, dan kau juga tidak seharusnya menekan mereka. Mereka juga manusia, memiliki keterbatasan masing-masing. Kau menekan mereka seperti itu hanya akan memperburuk keadaan mereka..." (sambil memperbaiki dasi Alex dan setelan kemejanya yang berantakan)
Setelah mendengar apa yang Arisa katakan kepada Alex, seketika para dewan direksi menundukkan kepala mereka ketika Arisa menatap mereka. Didalam hati mereka, mereka berdoa agar Arisa menyelamatkan mereka karena memandang hubungan diantara keduanya.
Alex: "Wanita ini..." (berkata didalam hatinya dan merasa tersentuh sehingga membuat pipinya memerah)
Alex: "Ehm! Ehm!" (batuk karena malu)
Alex: "Baiklah, aku akan memberikan waktu untuk kalian, 'Dark's Chicago' harus dioperasikan bersih dalam waktu tiga bulan, dan untukmu laporanmu kau harus memperbaikinya dengan benar aku berikan kau waktu hingga minggu depan..." (merubah ekspresinya dengan cepat karena tersentuh oleh Arisa yang memperbaiki dasinya)
Alex: "Dan, kau... kau ikutlah denganku..." (dengan senyuman psikopatnya)
Arisa: "A... apa...?! Aku...?!"
Alex: "Baiklah, rapat kali ini sampai disini saja! Sampai jumpa minggu depan, dan pertemuan berikutnya kalian harus benar-benar memberikanku hasil yang maksimal dan memuaskan!"
Dewan direksi 1: "Terima kasih tuan atas kesempatannya..."
Dewan direksi 2: "Terima kasih tuan atas keringanannya..."
Dewan direksi (all): "Terima kasih Presdir, terima kasih nyonya Presdir..."
Arisa: "Ah!! Ini... ini... tidak... aku tidak..." (berusaha mengelak dengan apa yang diucapkan para dewan direksi itu kepadanya)
Alex: "Sudahlah kau tidak perlu menghindarinya, karena itu adalah kenyataannya..." (sambil membisik ditelinga Arisa)
__ADS_1