
Pria: "Permisi nona, bersediakah kau untuk menjadi pasangan dansaku?" (sambil mengulurkan tangannya)
Arisa: "Ah! Aku..." (terkejut dan sambil melihat-lihat kearah Alex)
Arisa: "Baiklah, aku akan menjadi pasangan dansamu, tetapi bolehkah aku pergi menemui suamiku sebentar?" (langsung berbicara ketika melihat tatapan kemarahan Alex padanya)
Pria: "Silakan, nona." (mempersilakan)
Tak... Tak... Tak...
Arisa berjalan pergi menghampiri Alex.
Alex: "Apa yang kau lakukan!? Siapa pria brengsek itu!" (marah)
Arisa: "Kau! Kau tenanglah dulu... Aku tidak mengenal siapa pria itu, dia tiba-tiba saja menyeka jalanku dan menawarkanku untuk menjadi pasangan dansanya..." (dipotong)
Alex: "Cih! Si brengsek ini...!" (ingin pergi menghampiri pria itu tetapi diseka oleh Arisa)
Arisa: "Kau...! Mengapa kau begitu gegabah?! Apakah kau cemburu...?"
Alex: "Ehm! Ehm!" (batuk)
__ADS_1
Alex: "Aku? Cemburu dengan dia? Cih yang benar saja kau!" (dengan rona merah di pipinya ia berusaha menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya)
Arisa: "Baiklah, jika kau tidak cemburu... maka kau harus mengijinkanku untuk berdansa dengannya..."
Alex: "Mengijinkanmu berdansa dengannya? Yang benar saja!" (kemarahan semakin meningkat)
Arisa: "Kau dengarkanlah aku dulu... Aku tidak mengenal pria itu namun ia tiba-tiba mengajakku berdansa, aku pikir dia dikirim oleh seseorang yang ingin mempermalukanku dengan berdansa... kau... aku harus berdansa dengannya agar yang merencanakan ini puas."
Alex: "..." (berpikir beberapa saat)
Alex: "Siapa yang mengetahui bahwa kau tidak bisa berdansa?" (tiba-tiba bertanya)
Arisa: "Ah! Apa katamu? Itu..."
Arisa: "Yang mengetahuiku tidak bisa berdansa adalah Marian Li! Beberapa saat lalu kediaman Lawrence pernah mengadakan pesta, aku sama sekali tidak berdansa meskipun ada yang menawarkan untuk menjadi pasangan dansaku pada saat itu. Mungkin Marian Li mengetahuinya, tetapi setelah acara itu aku diam-diam mengikuti kelas dansa tanpa sepengetahuan mereka... bukankah kau akan mengijinkanku untuk ini...?"
Alex: "Tepat sekali, mungkin saja ini sudah diatur dengan baik olehnya... tentang membiarkanmu berdansa dengannya... baiklah, aku akan mengijinkanmu berdansa dengannya, tetapi hanya untuk kali ini! Demi membuktikan bahwa kau sebenarnya bisa berdansa!" (mengubah raut wajahnya dengan cepat)
Arisa: "Ya, ya, baiklah..." (dengan senyuman)
Setelah berkompromi dengan Alex, akhirnya Arisa kembali mendatangi pria itu dan menjadi pasangan dansanya. Namun, Arisa hanya bisa menunjukkan sisi ketidakberdayaan akan berdansa dihadapan pria itu...
__ADS_1
Pria: "Bagaimana, nona?"
Arisa: "Ya, aku akan menjadi pasangan dansamu. Tetapi sepatuku... terlalu tinggi untuk berdansa..."
Pria: "Nona, itu tidak apa-apa. Aku akan berdansa dengan pelan..."
Arisa: "Ah, baiklah..."
Marian: "Bagus sekali! Bagus sekali! Lihatlah bagaimana rubah licik itu akan berdansa lalu dipermalukan! Hahaha! Rencanaku berjalan dengan sempurna!" (berbicara didalam hatinya setelah melihat tangan Arisa menyambut tangan pria itu dan melihat dari kejauhan)
Musik dansapun dimulai. Pada awal-awal Arisa memang menunjukkan bahwa dirinya seolah-olah benar-benar tidak bisa berdansa...
Ketika dipertengahan, ia sudah mulai menunjukkan bakatnya berdansa dengan bebas mengikuti alunan musiknya, tak perduli seberapa cepatnya alunan musik itu langkah Arisa tak pernah jatuh karenanya.
Pria: "Ini... bukankah dia tidak bisa berdansa...?!" (bertanya-tanya didalam hatinya sambil mengerutkan keningnya)
Arisa: "..." (membalas kerutan kening sang pria tersebut dengan senyuman)
Marian: "Cih! Sejak kapan wanita tak tahu malu ini menjadi sangat pandai berdansa!? Dan bahkan... dia... dia bisa menguasai Vienna Waltz itu dengan mudahnya!!!" (kesal didalam hatinya sambil mengernyitkan giginya)
Viola: "Ibu, ini... dia..."
__ADS_1
Marian: "Diam!" (menjawab dengan perasaan yang sangat kesal)
Alex: "Heh! Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh wanitaku!" (sangat bangga sambil berucap didalam hatinya)