Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 33


__ADS_3

Keesokan paginya, Paviliun Alex


Pada keesokan paginya Alex pergi bekerja sangat pagi, dan ia juga pergi bekerja tanpa membangunkan Arisa yang tertidur pulas. Alex pergi pagi-pagi untuk bekerja karena ia memiliki suatu masalah mendesak yang harus segera ia urus.


Pukul 08:00 pagi, kamar tidur di Paviliun Alex


Srkk... Srkk...


Arisa meraba tempat tidur Alex.


Arisa: "Hm?" (sambil mencoba membuka matanya ketika ia meraba tempat tidur Alex namun tidak ada Alex disana)


Arisa: "Hoaamm!!" (menguap)


Arisa: "Pria es ini... pergi bekerja pagi sekali kah? Ini baru jam 8 dia sudah tidak ada..." (sambil duduk dan melihat jam ke ponselnya)


Setelah Arisa tidak mendapati Alex ditempat tidurnya, Arisa segera bebersih lalu ia pergi berjalan kelantai bawah untuk menanyakan kepada pengurus Feng.


Takk... Takk... Takk...


Arisa menuruni tangga. Dan setelah sampai dilantai bawah, Arisa langsung disambut oleh pengurus Feng dipenghujungan anak tangga.


Feng: "Selamat pagi, nona." (menyapa)


Arisa: "Selamat pagi juga, pengurus Feng." (membalas dengan senyuman)


Feng: "Nona, sarapan sudah siap. Sebaiknya kau makan sekarang sebelum masakannya dingin."


Arisa: "Oh, baiklah." (sambil berjalan menuju meja makan)


Arisa: "Oh ya, pengurus Feng apakah kau tahu mengapa Alex pergi sangat pagi hari ini untuk bekerja?" (bertanya sambil menarik bangku lalu duduk)


Feng: "Nona, yang kutahu hanyalah tuan memiliki masalah yang mendesak diperusahaan, jadi ia pergi sangat pagi hari ini." (membantu menuangkan air)


Arisa: "Masalah mendesak?" (bergumam)

__ADS_1


Feng: "Ada apa nona?" (bertanya)


Arisa: "Ah, tidak ada..." (sambil tersenyum menutupi)


Setelah selesai makan, Arisa bersiap-siap untuk bertemu dengan Fara di sebuah boutique. Karena Arisa akan membantu Fara memilih gaun untuk acara pertunangannya.


Setelah selesai bersiap-siap Arisa langsung saja pergi untuk menemui Fara...


Boutique Vegalta


Arisa: "Fara!" (menyapa)


Fara: "Arisa!" (kembali menyapa)


Arisa: "Apakah kau sudah lama menunggu?"


Fara: "Ah, tidak. Aku juga baru sampai. Oh iya, aku lupa memperkenalkan padamu, Arisa ini adalah Stafen tunanganku dan Stafen ini adalah Arisa teman baikku." (memperkenalkan)


Stefan: "Hai!" (menyapa)


Arisa: "Jadi, gaun seperti apa yang kau pilih, Fara?"


Fara: "Aku menginginkan yang sederhana namun terlihat elegan."


Stefan: "Kau mana mungkin bisa elegan." (mengejek)


Fara: "Kau! Keterlaluan sekali kau!"


Arisa: "Aiya sudahlah cukup cukup, pasangan muda kalian jangan bertengkar lagi. Baiklah, biar aku saja yang akan memilihkan gaunmu berdasarkan seleramu." (sambil tersenyum)


Fara: "Ya ya ya, pilihanmu selalu yang terbaik!!" (memuji)


Setelah beberapa saat, Arisa mendapatkan apa yang dipilihnya untuk gaun pertunangan Fara dan Fara juga memiliki pilihannya sendiri.


Dan setelah mencobanya, ternyata menurut Stefan gaun yang dipilih Arisa lebih cocok dengan Fara dalam segi apapun.

__ADS_1


Stefan: "Huh, lihatlah! Semua yang kau pilih sama sekali tidak ada yang bagus!" (mengejek)


Fara: "Kau! Mengapa tidak kau saja yang memilih?!"


Stefan: "Apakah aku yang akan memakai gaun pengantinnya nanti?"


Fara: "Kalau begitu maka kau saja yang pakai gaun pengantinnya nanti!"


Arisa: "Ah, kalian... sudah cukup berdebatnya... karena sudah memilih gaun pengantin untuk kalian berdua aku juga sudah selesai disini, jadi aku akan pergi pulang saja."


Fara: "Baiklah, Arisa terima kasih karena kau telah menemaniku memilih gaun pengantinnya."


Arisa: "Ah, itu tidak masalah. Baiklah sampai jumpa." (sambil melambaikan tangannya)


Stefan & Fara: "Sampai jumpa!" (sambil mengucapkan dan melambaikan tangan mereka secara bersamaan)


Suatu jalan di kota S...


Arisa: "Tidak terasa, hari sudah semakin siang saja." (bergumam sambil melihat ponselnya)


Pada saat itu Arisa hanya berjalan untuk pulang kerumah, karena boutique dengan Paviliun Alex cukup bisa ditempuh dengan berjalan kaki meskipun jaraknya cukup jauh tetapi Arisa senang berjalan-jalan dan melihat-lihat dengan bebas tanpa dibatasi.


Karena hari semakin panas, Arisa akhirnya tidak tahan dan ia memutuskan untuk memesan taxsi. Setelah masuk kedalam taxsi Arisa masih melihat-lihat jalanan dikota S dengan ramai sekali orang dan rapat sekali bangunan.


Namun, pemandangan yang Arisa lihat-lihat seketika berubah menjadi hitam ketika mereka berhenti disebuah lampu merah persimpangan di kota S...


Ciittt...


Supir mengerem taxsi nya untuk berhenti dilampu merah.


Arisa melihat kembali ponselnya untuk mengetahui pukul berapakah sekarang. Dan setelah ia selesai melihat ponselnya, Arisa melihat keluar jendela taxsi berniat untuk melihat pemandangan yang bagus di kota S. Namun, yang ia lihat kali ini sangatlah membuat semua keindahan di kota S menjadi sebuah pemandangan yang mengerikan dalam sekejap.


Arisa: "Ah itu..." (bergumam)


Arisa: "Bukankah itu Alex? Bukankah seharusnya dia berada di kantornya? Sekarang juga masih belum waktunya makan siang, lalu mengapa dia berada di restoran itu...? Dan itu... siapa... siapa... wanita yang bersamanya?!" (bertanya-tanya dengan nada pelan dan ketika melihat Alex bersama seorang wanita di sebuah restoran, Arisa langsung menutup mulutnya dan ia tak kuasa untuk menahan air matanya untuk keluar)

__ADS_1


__ADS_2