
Arisa memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa melenyapkan semua barang-barang yang ia beli dengan jumlah $5000 itu. Meskipun sedemikian banyaknya Arisa menghabiskan uang Alex, Alex tidak marah karenanya.
Pukul 13:45 sore, Paviliun Alex
Arisa: "Haihh! Bagaimana ini! Harus aku apakan semua barang mewah ini..." (merengek)
Arisa masih saja memikirkan bagaimana caranya mengurus semua barang-barang itu, sementara waktu sudah menunjukkan tiba saatnya Alex pulang bekerja...
Group Emperor
'Ruangan CEO'
Juan: "Tuan, kita perlu mengakusisi Perusahaan Di?"
Alex: "Tidak perlu terburu-buru, kau hanya perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mereka dan tetaplah memantau."
Juan: "Baik, tuan."
Alex: "Dan ya, mengapa Arisa menghabiskan $5000 dalam satu kali pemakaian pagi ini?"
Juan: "Ah, itu... dari hasil yang ku dapat, nona Arisa terus-menerus dipermalukan oleh Bryan dan Viola. Maka dari itulah nona menunjukkan bahwa dirinya tidak pantas untuk ditindas dengan membeli semua gaun eksklusif dari toko itu..."
Alex: "Heh..." (tersenyum puas)
Juan: "Ya Tuhan! Apa lagi ini! Sejak kapan tuan menjadi murah senyum seperti itu, bahkan hanya mendengar hal tentang nona Arisa... Apakah kau masih tuan yang aku kenal...?" (bertanya-tanya didalam hatinya seolah tak percaya)
__ADS_1
Alex: "Juan, siapkan mobil pulang ke paviliun!" (berdiri dari duduknya dan berjalan sambil mengenakan jasnya)
Juan: "Baik, tuan." (mengikuti)
Kediaman Lawrence
'Ruang tamu'
Marian: "Kenapa, kulihat wajahmu sangat kesal?"
Viola: "Cih! Rubah itu... dia, dia benar-benar mempermalukanku tadi didepan umum! Aku semakin ingin menghabisinya!!" (kesal)
Marian: "Sayang, tenanglah dua hari kedepan akan diadakan acara amal Perusahaan Kane, bukan? Dan kau ingat apa yang kukatakan padamu untuk mempermalukannya?" (sambil memeluk Viola)
Viola: "Ah, benar ibu, aku mengingatnya!"
Viola: "Tentu, ibu." (dengan senyuman kelicikan)
Kediaman Kane
'Ruang tamu'
David: "Dari mana saja kau?" (menyapa Bryan yang baru saja memasuki rumah)
Bryan: "Bukan urusanmu!" (kembali berjalan setelah terhenti karena teguran David)
__ADS_1
Jacob: "Berhenti disitu, anak kurang ajar!"
Bryan: "..." (berhenti)
Jacob: "Kau, dua hari lagi akan diadakannya acara amal perusahaan kita, dan apa yang kau lakukan malah hanya bersenang-senang saja! Seharusnya kau membantu kakakmu mempersiapkan segalanya!"
Bryan: "Ayah, David saja tidak keberatan aku tidak membantunya, lalu mengapa kau begitu heboh?"
Jacob: "Jangan panggil aku ayah! Dasar kau anak kurang ajar! Aku tidak memiliki anak sepertimu!"
David: "Ayah, ayah, tenanglah. Biarkan saja dia... kau tidak perlu terlalu memikirkannya..." (menahan Jacob agar tidak terlalu emosi dengan Bryan)
Sebenarnya, hubungan Bryan, David dan ayahnya, Jacob tidak terlalu bagus. Tetapi mereka selalu berusaha membuat publik percaya bahwa keluarga mereka sedang baik-baik saja dan sangatlah harmonis.
Keluarga Kane memang pandai memanipulasi tentang kebahagiaan keluarganya dimata publik.
Villa Brandon Depth
Ajudan: "Tuan, apakah perlu memikirkan kembali rencana ini...?" (menanyakan dengan ragu)
Brandon: "Tidak perlu, lakukan saja sesuai perintahku! Jika ada yang berani mengubahnya, jangan biarkan dia hidup! Fhuuu..." (serius sambil menghembuskan asap dari rokok yang baru saja ia hisap)
Ajudan: "Baik, baik tuan..." (segera pergi)
Brandon: "Heh, Alex kita lihat saja bagaimana kau akan melindungi wanitamu itu dari rencanaku..." (dengan senyuman kelicikan)
__ADS_1
Semua orang menargetkan pasangan suami istri kontrak itu pada acara amal Perusahaan Kane. Mereka memiliki rencananya masing-masing.
Namun, seteliti dan serapi apapun rencana yang mereka buat untuk menjatuhkan Arisa dan Alex, itu tidak akan berhasil untuk membuat mereka jatuh. Sebab, meskipun tak terutarakan Arisa dan Alex saling melindungi satu sama lain...