
Lagi-lagi Alex menyelamatkan Arisa disaat ia terjebak didalam situasi dan kondisi yang sulit.
Bryan: "Siapa!? Siapa yang berani mengehentikanku untuk memberikan pelajaran kepada wanita tak tahu malu ini?!" (dengan perasaan marah dan segera berbalik)
Alex: "Aku." (dengan tatapan dingin memandangi Bryan)
Bryan: "Kau...! Hmph!" (sambil menghempaskan tangannya dari genggaman Alex)
Alex: "Tuan muda Bryan, lagi-lagi kau membuat masalah dengan wanitaku. Apakah aku perlu memberimu sebuah pelajaran yang perlu kau ingat sampai akhir?!" (dengan tatapan dingin)
Bryan: "Heh! Kau pikir kau siapa ingin memperlakukanku seenaknya?" (dengan nada yang menyinggung)
Viola: "Ini...! Bagaimana bisa lagi-lagi tuan Alex menyelamatkannya?! Heh nasib rubah betina ini benar-benar sangat beruntung!" (dalam hatinya kesal)
Setelah Alex melihat Arisa, ia langsung saja mendekati Arisa yang berdiri disamping Fara. Terlihat tampak Arisa sangat tertekan dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Viola, namun Arisa sangat berusaha untuk menutupi semua itu. Namun, dihadapan Alex sekeras apapun ia mencoba untuk menutupinya, itu takkan berpengaruh padanya.
Takk... Takk... Takk...
Suara langkah kaki Alex yang berjalan mendekati Arisa.
Alex: "Apakah mereka melukaimu?" (sambil memegang rahang Arisa lalu mengangkat kepala Arisa yang tertunduk)
__ADS_1
Arisa: "Ti... tidak... dia.. mereka tidak melukaiku..." (dengan perasaan gugup Arisa menjawabnya)
Arisa: "Tuhan, ini terlalu dekat, kuharap dia tidak mendengar suara detak jantungku!" (dalam hati Arisa tak nyaman dan gugup)
Arisa memang tidak terluka, tetapi karena ia telah memberikan tamparan yang keras kepada Viola maka itu menjadikan tangannya merah. Arisa berusaha menyembunyikannya dengan menggenggam tangannya, namun itu tetap saja diketahui oleh Alex.
Alex: "Kurasa tidak!" (sambil menarik lalu membuka genggaman tangan Arisa)
Alex: "Apakah kau mencoba membohongiku?!" (menunjuk kearah tangan Arisa yang merah dan sambil mengernyitkan keningnya)
Arisa: "Itu... aku... itu hanya sedikit merah saja..." (dengan perasaan gugup)
Alex: "Kau bodoh! Meksipun hanya sedikit, jika tidak diobati ini akan membuat tanganmu bengkak!" (marah kepada Arisa)
Arisa: "A...apa... apa... yang kau lakukan! Kenapa kau menggendongku?!" (pipi Arisa memerah karena malu)
Alex: "Sudah kubilang aku akan mengobatimu, maka diam dan patuhlah kucing kecil!" (sambil menggendong Arisa lalu membawanya keluar)
Karena semua orang yang ada disana menyaksikan apa yang terjadi, termasuk manager Rey. Ketika Alex ingin membawa Arisa pergi, Bryan menghentikan langkahnya.
Rey: "Apa-apaan ini?! Tuan Alex dari Group Emperor?! Ternyata pegawai wanita yang baru itu memiliki hubungan dengan tuan Alex?! Sial! Seharusnya aku memperlakukannya lebih baik sebelumnya!" (dalam hatinya)
__ADS_1
Bryan: "Apakah kau mencoba melarikan diri, tuan Alex?" (dengan nada merendahkan)
Alex: "Cih, menjijikkan! Apakah aku perlu bersusah payah untuk melarikan diri dari seekor semut?" (membalas dengan nada yang merendahkan)
Bryan: "Hmph! Kau ingat, ini belum berakhir!"
Alex: "Aku tidak takut!" (berbalik lalu berjalan pergi)
Tidak ada terjadi percakapan antara Arisa dan Alex ketika dalam perjalanan menuju ke Paviliun. Itu karena mereka masih memikirkan hal yang terjadi pada saat pagi hari.
Pukul 11:20 siang, Paviliun Alex
Setelah sampai di Paviliun, Alex segera meletakkan Arisa di sofa ruang tamu. Karena masih terdapat konflik diantara mereka, jadi kali ini Alex tidak mengobati Arisa. Melainkan ia memerintahkan kepada pengurus Feng yang mengobati Arisa.
Alex: "..." (meletakkan Arisa di sofa ruang tamu dan ia sama sekali tidak menatap mata Arisa)
Alex: "Pengurus Feng!?" (memanggil)
Feng: "Ya, tuan. Apakah kau memerlukan sesuatu?" (langsung datang)
Alex: "Bukan aku, tetapi dia." (sambil mengisyaratkan bahwa Arisa yang memerlukan bantuan)
__ADS_1
Alex: "Kau, obatilah nyonya kediam Alex dengan baik."
Feng: "Em... ba... baiklah tuan." (dengan perasaan gugup)