
Paviliun Alex, pagi hari
'Ruang makan'
Sementara Arisa mengambilkan air untuk Alex, beberapa pertanyaan pun diajukan Alex untuk pengurus Feng.
Alex: "Bagaimana tentang identitas Arisa 10 tahun kebelakang, apakah biro intelijen masih menutupinya?"
Feng: "Ya, tuan. Mereka masih menguncinya sampai saat ini. Mereka bahkan sepertinya memprioritaskan..."
Belum selesai pengurus Feng berbicara tiba-tiba terjadi sesuatu kepada Arisa...
Arisa: "Ah! Ini... mengapa... mengapa semuanya terlihat buram...?" (bergumam sambil berhenti dari jalannya)
Arisa: "Aku... benar-benar pusing..." (sambil memegangi kepalanya)
Arisa: "Aku tidak... tidak tahan lagi..." (tiba-tiba ia tidak bisa merasakan dirinya dan menjatuhkan gelas yang berisi air untuk Alex)
Prangg!!!
Gelas yang berisi air ditangan Arisa untuk Alex jatuh karena tiba-tiba pingsan, dan karena suara pecahan itu Alex dan pengurus Feng terkejut.
Alex: "Arisa!!!" (berteriak dan langsung berdiri dari duduknya untuk segera menghampiri Arisa)
Feng: "Nona!!!"
Alex: "Pengurus Feng cepat siapkan mobil!!" (memerintahkan kepada pengurus Feng sambil menggendong Arisa)
Feng: "Baik, tuan!" (bergegas pergi untuk menyiapkan mobil)
__ADS_1
Setelah mobilnya siap, Alex segera pergi membawa Arisa pergi kerumah sakit.
Didalam perjalanan
Alex: "Pengurus Feng, cepatlah!!" (mendesak)
Feng: "Baik, tuan!"
Pengurus Feng pun mempercepat kemudinya agar segera sampai tepat waktu dirumah sakit.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai dirumah sakit, dan segera Alex bergegas membawa Arisa masuk kedalam rumah sakit tersebut dan berteriak memanggil Lee Zhong.
Alex: "Lee Zhong! Lee Zhong!!" (berteriak)
Alex: "Sial, kemana baj*ngan ini pergi! Perlukah aku menutup rumah sakitnya dulu baru dia akan keluar!" (marah)
Alex: "Itukah yang penting sekarang?!"
Lee: "Ah, ya, ya, cepatlah bawa dia kesini..." (menunjukkan jalan)
Setelah itu mereka sampai disebuah ruang VIP rumah sakit tersebut dan Alex segera merebahkan Arisa dikasur ruangan tersebut...
Setelah itu, Lee Zhong langsung melakukan beberapa tindakan kepada Arisa. Alex tidak ingin keluar dan hanya ingin menemani Arisa hingga hasil pemeriksaannya diberitahukan oleh Lee Zhong.
Alex: "Ada apa dengannya?" (mempertanyakan setelah melihat raut wajah Lee Zhong yang serius)
Lee: "..." (tidak memberikan jawaban apapun dan masih fokus dengan pemeriksaan fisik Arisa)
Alex: "Yaa! Baj*ngan! Cepat jawab aku! Ada apa dengannya?!" (marah)
__ADS_1
Lee: "*Huhh...*" (menghembuskan nafas leganya)
Lee: "Astaga... gunung es, kau tidak perlu marah. Ini bukanlah sesuatu yang harus diterima dengan kemarahan..."
Alex: "Apa maksudmu?!" (menatap tajam kearah Lee Zhong)
Lee: "Kyaa! Kau tidak perlu menatapku dengan tajam seperti itu... sebenarnya kakak ipar hanya..." (dipotong)
Alex: "Capat katakan bodoh!" (mendesak)
Lee: "Arisa, kakak ipar dia, dia sedang mengandung... jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun..."
Alex: "Dia... dia hamil?!" (terkejut namun berusaha menyembunyikannya)
Lee: "Ya..."
Alex: "Lalu mengapa dia pingsan? Bukankah dia sedang hamil?!"
Lee: "Tenanglah gunung es... hal itu adalah wajar ketika seseorang sedang mengandung. Kau harus mengetahui beberapa tanda-tanda orang yang sedang mengandung, terutama pusing dan mual itu adalah ciri utama orang yang sedang mengandung..." (menjelaskan)
Alex: "Lalu, mengapa dia tak kunjung bangun sekarang?!"
Lee: "Yaa... Usia kandungannya sudah memasuki tiga minggu, mungkin juga karena akhir-akhir ini ia melakukan terlalu banyak pekerjaan, jadi itu wajar jika ia tak kunjung siuman. Tapi kau tenang saja, ia akan segera siuman." (menjelaskan)
Alex: "Berapa lama dia akan sadar?"
Lee: "Setidaknya 24 jam ini ia harus dalam pengawasan."
Alex: "24 jam?!" (terkejut)
__ADS_1