
Setelah itu, akhirnya Arisa sampai di Mall Tinky dan langsung menemui Fara.
Pukul 07:10 pagi, Mall Tinky
Arisa: "Kurasa tempatnya disini." (gumam Arisa sambil melangkah masuk kedalam mall tersebut)
Arisa: "Fara!" (memanggil sambil melambaikan tangannya)
Fara: "Ah, ternyata kau sudah sampai. Cepatlah kemari, kau akan segera ku perkenalkan dengan manager nya!" (sambil menarik tangan Arisa)
Arisa: "Ah! Baiklah."
Mall Tinky dikelola oleh seorang manager pria yang bernama Rey Gu.
Fara: "Manager Rey, ini adalah Arisa temanku. Dan dia akan bekerja disini sebagai pengganti Lisa." (merekomendasikan Arisa kepada manager nya)
Rey: "Hm, baiklah, kuterima dia. Fara, kau ajari dia bagaimana caranya mempromosikan pakaian-pakaian yang kita jual."
Fara: "Baiklah, terima kasih manager Rey." (berterima kasih)
Arisa: "Terima kasih, manager Rey." (Arisa pun ikut berterima kasih kepada Rey Gu)
Rey: "Baiklah, sekarang cepatlah bekerja!" (memerintahkan dengan tegas)
Tanpa Arisa sadari ia telah bekerja di sebuah mall yang didanai oleh Bryan Kane, dari perusahaan Kane yang tak lain adalah mantan pacaranya.
Arisa sangat terkejut ketika mengetahui fakta tersebut, namun yang lebih membuat Arisa terkejut adalah ketika hari pertama ia bekerja ia sudah langsung bertemu dengan Bryan dan Viola di Mall Tinky.
Pukul 09:00 pagi, Mall Tinky
Pada saat Arisa Serdang menyortir pakaian, tiba-tiba Bryan dan Viola datang berkunjung ke mall tersebut.
Bryan: "Dimana manager Rey?" (bertanya kepada pegawai yang lainnya)
Pegawai: "Manager Rey ada di ruangannya tuan."
Bryan: "Cepat beritahu dia kalau aku datang kesini."
Pegawai: "Baiklah tuan, aku akan segera memberitahu manager Rey." (berjalan pergi menuju ruangan manager Rey)
__ADS_1
Setelah beberapa menit, akhirnya pegawai tersebut kembali dengan membawa manager Rey.
Rey: "Ah, tuan muda Kane, kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau akan datang?"
Bryan: "Aku hanya kebetulan lewat saja tadi, jadi aku sekalian mampir kesini."
Rey: "Oh, begitu baiklah..."
Bryan: "Kudengar kau mempekerjakan orang baru?"
Rey: "Ah, itu benar, dia bekerja menggantikan pegawai yang kemarin berhenti."
Bryan: "Dimana dia?"
Rey: "Ah, baiklah aku akan memanggilkannya. Hei, kau cepat panggil pegawai baru itu kesini!" (memerintahkan kepada pegawai yang ada disampingnya)
Pegawai: "Baik, manager Rey."
Tidak berselang lama setelah pegawai itu menjemput Arisa, akhirnya pegawai itu kembali dengan membawa Arisa kehadapan manager Rey, Bryan dan Viola.
Rey: "Ah! Ini dia pegawai barunya tuan!" (lekas menarik tangan Arisa dari samping pegawai itu untuk memperkenalkannya kepada Bryan)
Arisa: "Halo, tuan aku..." (Arisa mengangkat kepalanya niat untuk memperkenalkan diri kepada Bryan)
Arisa: "Kau!"
Bryan: "Kau!"
Viola: "Huh, ternyata kau!"
Rey: "A...apa... apa kalian semua saling mengenal?" (bertanya dengan kebingungan)
Bryan: "Manager Rey, apakah dia pegawai baru yang kau pekerjakan?"
Rey: "Itu benar, tuan."
Arisa: "Manager Rey, apakah dia orang yang kau sebutkan sebagai investor yang paling diprioritaskan?!"
Rey: "Ya, itu benar, ada masalah apa?"
__ADS_1
Viola: "Aiyo, kakak apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau seharusnya menemani para pria itu bermain-main?" (dengan nada yang menghina)
Arisa: "Kau..!" (Arisa mengepalkan tangannya dengan sangat marah)
Fara: "Arisa tenanglah." (Fara mencoba menenangkan Arisa)
Viola: "Ada apa, kakak? Apa kah kau sudah berhenti menjadi kupu-kupu malam di Club Lauress?" (dengan senyum dan nada yang menghina)
Arisa: "Cih, menjijikkan! Berhenti memanggilku kakak! Aku bukanlah kakakmu!"
Viola: "Lalu, aku harus memanggilmu dengan sebutan apa? Nona tertua dari keluarga Lawrence? Hm, ataukah kupu-kupu malam dari Club Lauress? Hahaha!!" (tidak henti-hentinya menghina Arisa)
Rey: "Ah? Apakah aku salah dengar? Dia anak tertua dari keluarga Lawrence?" (dalam hatinya bertanya)
Arisa sudah lelah berdiam dengan semua ejekan dan penghinaan yang dilakukan oleh Viola dan Bryan didepan umum. Karena tidak tahan lagi, Arisa akhirnya memberikan Viola sebuah pelajaran.
Plakk...
Arisa menampar pipi Viola dengan sangat keras, hingga terlihat bekas dipipinya.
Setelah mendapat tamparan yang keras dari Arisa, sejenak Viola tertegun dengan apa yang telah terjadi padanya.
Viola: "Kau..."
Bryan: "Arisa! Jaga sikapmu!"
Viola: "Kau berani menamparku?!" (dengan perasaan yang sangat marah)
Arisa: "Ya! Aku berani menamparmu! Ada apa? Apakah ada yang salah? Bukankah wanita yang tak tahu malu patut diberikan pelajaran?!"
Viola: "Kau...!"
Arisa: "Dan kau, tuan muda Kane, mengapa kau mengatakan bahwa aku harus menjaga sikapku? Seharusnya kau mengatakan itu kepada tunanganmu yang tak tahu malu ini! Yang seharusnya menjaga sikap itu adalah dia, bukan aku!" (dengan perasaan yang sangat marah Arisa memperlakukan Bryan dan Viola)
Bryan: "Kau... wanita tak tahu malu...!" (sambil mengayunkan tangannya untuk menampar pipi Arisa)
Setelah beraba-aba mengayunkan tangan ingin menampar Arisa, tetapi tidak disangka tampaknya tangan Bryan seperti ada seseorang yang menggenggamnya sehingga tidak bisa mengayunkan tangannya ke wajah Arisa.
Bryan: "Siapa!? Siapa yang berani mengehentikanku untuk memberikan pelajaran kepada wanita tak tahu malu ini?!" (dengan perasaan marah)
__ADS_1