Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 68


__ADS_3

Alex: "Kenapa? Ternyata benar saja apa yang dikatakan para perawat itu, kau bahkan tidak memakan apapun hari ini? Ada apa denganmu?!"


Arisa: "Ckk! Para perawat sialan! Mereka bahkan tidak bisa tidak melaporkan masalah sepele!" (bergumam)


Alex: "Apakah kau pikir ini adalah masalah sepele?! Kau tidak memakan apapun hari ini, apakah kau ingin sakit selamanya-?!" (meninggikan suaranya)


Arisa: "Lalu mengapa jika aku sakit?! Apakah kau akan peduli padaku?!!" (langsung menjawab pertanyaan Alex begitu saja)


Alex: "Tentu saja aku peduli!" (masih dengan nada tingginya)


Arisa: "Lalu apakah kau mencintaiku?!!" (dengan keras ia mengucapkannya)


Arisa: "Dan apabila aku sakit apakah kau juga akan sakit? Tidak, bukan?!" (melanjutkan kata-katanya)


Untuk sesaat, Alex hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan yang baru saja Arisa ucapkan kepadanya.


Ia tengah diambang kebingungan, kebingungan dengan perasaannya sendiri. Semacam ia mencintai Arisa namun tidak, tetapi ia tidak mencintai Arisa juga tidak.


Tiba-tiba Alex menjawab...


Alex: "Tcihh! Sangat merepotkan!!" (pergi begitu saja)


Dengan pergi begitu saja, Arisa merasa bahwa dirinya sama sekali tidak berarti dimata Alex. Sempat beberapa saat Arisa hanya bisa menangis ketika Alex meninggalkannya begitu saja.


Kediaman Levana


Jessie: "Paman, apakah aman jika aku sementara bersembunyi disini?"


Jhone: "Nak, kau jangan khawatir. Tidak ada yang bisa memasuki rumahku tanpa seijin dariku! Dan kau tenang saja, aku hanya mengakuimu sebagai menantu di keluarga Levana!"


Beberapa saat kemudian...


Tok..Tok..Tok..

__ADS_1


Suara seseorang mengetuk pintu kediaman Levana.


Jessie: "Siapa, paman?"


Jhone: "Entahlah..."


Jessie: "Aku akan membukakan pintunya..."


Jhone: "Tidak, tidak, biar paman saja yang membuka pintunya." (sambil beranjak dari duduknya)


Jessie: "Baiklah, paman..."


Kriett...


Suara Jhone membuka pintunya.


Komisaris Choi: "Selamat malam, tuan Jhone. Saya Komisaris Choi Yu dari pihak kepolisian, dan saya disini ingin menahan nona Jessie Andrews yang bersalah atas tuduhan pembunuhan."


Jhone: "Aa... saya pikir ada kesalahpahaman disini, disini tidak ada nona Jessie Andrews, ya di-dia sedang tidak berada dirumah saya." (mencoba mengelak)


Sebelum anak buah Komisaris Choi menggeledah rumah Jhone Levana, dia mengehentikan anak buah Komisaris Choi dengan tuduhan.


Jhone: "Tchh! Apakah kau benar-benar seorang Komisaris? Menggeledah rumah orang lain seperti ini bukankah tindakan yang sangat tidak sopan?" (mencoba menyangkal)


Komisaris Choi: "Ini adalah tugas kami, tuan."


Jhone: "Kau tidak bisa melakukan ini, maka kau akan ku laporkan kepada Dapartemen Keamanan bahwa kau telah mengganggu kenyamanan ku!" (berusaha untuk tetap menyangkalnya)


Sebelum Komisaris Choi berbicara, tiba-tiba Alex datang dari belakang gerombolan anak buah Komisaris Choi dan menjawab ujaran Jhone.


Alex: "Silakan saja laporkan dia. Tetapi terlebih dahulu aku akan melaporkanmu atas tuduhan melindungi tersangka pembunuhan."


Jhone: "Sial!" (dalam hatinya mengutuk)

__ADS_1


Komisaris Choi: "Geledah rumahnya!"


...: "Baik, tuan!"


Jhone Levana pun akhirnya membiarkan anak buah Komisaris Choi menggeledah rumahnya karena ia tidak memiliki pilihan lain.


Selang beberapa saat dari berdebatan itu, akhirnya anak buah Komisaris Choi membawa keluar Jessie Andrews dari dalam rumah Jhone.


Jessie: "Alex! Alex!!! Kau, kau tidak bisa berbuat seperti ini padaku! Aku tidak bersalah!!" (berteriak-teriak dan berusaha menyangkalnya)


Jhone: "Ini adalah yang terbaik untukmu saat ini, Jessie. Terima saja dulu hukumannya, aku berjanji aku akan mengeluarkanmu secepatnya..." (sambil berbisik ditelinga Jessie)


Jessie: "Baiklah, kali ini aku akan percaya padamu. Tetapi kau harus menepati janjimu! Jika tidak keluargaku tidak akan tinggal diam terhadapmu!!" (mengancam)


Jhone: "Kau tenang saja..."


Komisaris Choi: "Cepat bawa dia!"


Jessie pun segera dibawa ke kantor polisi untuk menerima hukumannya.


Setelah semuanya pergi, namun hanya tersisa Alex dan pamannya. Tiba-tiba Alex membicarakan sesuatu dengan Jhone Levana.


Alex: "Sampai kapan kau akan melindungi gadis menjijikkan sepertinya?" (dengan nada yang sedikit sombong sambil memantik rokok yang ada dimulutnya)


Jhone: "Cihh! Dan lalu sampai kapan kau akan membela gadis murahan seperti Arisa itu atau entahalah siapa namanya..." (membalas dengan sindirannya)


Alex: "Fyuhhh..." (Alex menghembuskan nafas rokoknya ke wajah Jhone)


Alex: "Dengar, tuan Jhone Levana yang terhormat. Arisa milikku, dia adalah wanitaku. Jadi, siapapun tidak akan aku biarkan menyentuhnya." (sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Jhone)


Sesaat Alex ingin beranjak pergi, namun ia terhenti karena ia masih belum puas mengatakan kata-katanya kepada Jhone.


Alex: "Ah, ya, mungkin marga kita memang sama tapi ingatlah bahwa aku tidak memiliki seorang paman brengsek sepertimu!" (sambil menghisap rokok yang ada dimulutnya)

__ADS_1


Alex: "Dan ya, tentang Arisa... Kurasa kau tidak perlu ikut campur dengan urusanku lagi uruslah urusanmu sendiri. Bahkan sehelai rambut Arisa tidak dapat dibandingkan dengan pria brengsek sepertimu! Heh!" (berjalan pergi sambil menyeringai)


Jhone: "Anak kurang ajar ini....!" (sambil mengepalkan tangannya karena kesal)


__ADS_2