
Arisa: "Ah! Alex?! Apakah ini benar-benar kau?! Ini... ini benar-benar kau..." (berbalik dan langsung memegangi pipi Alex dengan kedua tangannya)
Alex: "Ya, ini benar-benar aku..."
Arisa: "Aku... Alex, aku... aku... maafkan aku... huhu... hiks... hiks..." (menangis sambil memeluk Alex)
Alex: "Berhentilah menangis, bukankah kau wanita kuat?" (sambil melepaskan pelukan Arisa dan menatapnya dengan penuh ketulusan)
Arisa: "Aku... aku..." (terbata-bata)
Alex: "Sudahlah, berhentilah menangis. Jika tidak anak kita akan sama cengengnya nanti denganmu!" (kembali memeluk Arisa dan mengejeknya)
Arisa: "Kau..." (sambil memukul punggung Alex)
Entah apa yang membuat Alex tiba-tiba pulang ke Paviliun dan menemui Arisa dengan cara yang tiba-tiba.
Namun, untuk sementara Arisa merasa tenang bahwa yang seharusnya kembali kepadanya telah benar-benar kembali.
...Satu bulan kemudian......
Pukul 08:00 pagi, Paviliun Alex
'Kamar tidur'
Arisa: "Ah... ini... sekarang jam berapa?" (sambil meraba ponselnya di meja samping tempat tidurnya)
Arisa: "Apa?! Sudah pukul 8?!! Aku harus cepat!" (terkejut dan segera bangun kemudian bergegas keluar dari kamarnya)
Arisa pun bergegas pergi turun ke bawah untuk memastikan bahwa Alex belum pergi bekerja.
Arisa: "Pengurus Feng! Pengurus Feng!!" (berteriak memanggil pengurus Feng)
__ADS_1
Feng: "Iya nona, aku disini. Apakah ada yang bisa kubantu?"
Arisa: "Apakah Alex sudah pergi bekerja?"
Feng: "Ya, nona. Tuan sudah pergi sejak 30 menit yang lalu."
Arisa: "Apakah dia sarapan sebelum pergi?"
Feng: "Sepertinya tidak, nona. Karena kulihat tuan langsung saja pergi setelah dia siap."
Arisa: "Ah, baiklah. Kau boleh pergi sekarang."
Feng: "Baik nona." (pergi)
Karena bangun kesiangan, Arisa tidak sempat menyiapkan sarapan pagi untuk Alex.
Arisapun berinisiatif untuk memasak dan membawakan Alex sarapan ke kantornya.
Ketika hendak pergi keluar, tiba-tiba saja pengurus Feng menegur Arisa.
Feng: "Kau ingin pergi kemana, nona?"
Arisa: "Oh, ini, aku ingin mengantarkan makanan untuk Alex."
Feng: "Apakah kau akan pergi sendirian? Maka biarkanlah aku yang mengantarmu."
Arisa: "Ah, pengurus Feng, kau tidak usah repot-repot. Aku bisa naik taxsi saja, tak apa."
Feng: "Tapi nona..."
Arisa: "Pengurus Feng, sudahlah... Aku tetap akan pergi sendiri, simpanlah kekhawatiranmu itu..."
__ADS_1
Feng: "Baiklah, nona."
Setelah percakapan mereka selesai, Arisa pun segera pergi dan berjalan ke depan Paviliun untuk mencari taxsi. Tanpa disengaja, Arisa bertemu adik dari Lee Zhong, Yuan Shao.
Tinn...Tinn...
Suara klakson mobil Yuan ketika melihat Arisa berjalan di trotoar jalan.
Yuan: "Hei, kakak ipar! Mau pergi kemana kau?" (meneriaki Arisa dari dalam mobilnya)
Arisa: "Ah!" (terkejut)
Arisa: "Shao-shao, ternyata kau!"
Yuan: "Iya. Kau mau pergi kemana sepagi ini?"
Arisa: "Aku ingin ke Group Emperor, untuk mengantarkan makanan kepada Alex."
Yuan: "Wahh! Kakak ipar kau sungguh istri yang perhatian." (memuji)
Arisa: "Hhmm..." (tersenyum lebar)
Arisa: "Oh ya? Apa yang kau lakukan disini?"
Yuan: "Tidak ada, aku kebetulan hanya lewat saja. Jika kau ingin pergi ke Group Emperor, sebaiknya kau ikut aku saja. Sangat sulit mencari taxsi jika masih didekat Paviliun..." (menawarkan tumpangan)
Arisa: "Tapi, aku..." (dipotong)
Yuan: "Sudahlah kakak ipar, kau tidak perlu sungkan seperti itu kepadaku... Cepatlah naik!"
Arisa: "Ah, baiklah..." (sambil membuka pintu mobil Yuan dan kemudian ia masuk kedalam mobilnya)
__ADS_1
Karena bertemu dengan Yuan, akhirnya Arisa dan Yuan pun pergi bersama-sama ke kantor Alex.