Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 62


__ADS_3

Kurang lebih 30 menit akhirnya Arisa dan Yuan sampai ke group Emperor.


Group Emperor


'Lobi'


Yuan: "Ya, kakak ipar. Kita telah sampai di kantor Alex." (sambil membuka pintu mobilnya dan keluar)


Arisa: "Ya, terima kasih shao-shao kau sudah mengantarku kemari."


Yuan: "Aiyaa! Kakak ipar, kau tidak perlu begitu sungkan denganku..." (dengan senyuman malu-malu)


Arisa: "Baiklah, aku harus segera mengantarkan makanan kepada Alex, kau bisa melakukan urusanmu sekarang."


Yuan: "Baiklah, sampai jumpa kakak ipar!" (sambil melambaikan tangannya dan masuk kedalam mobil)


Setelah itu, Arisa pun segera masuk kedalam Group Emperor untuk mengantarkan makanan kepada Alex.


Setibanya didalam Group Emperor, tiba-tiba Juan menyapa Arisa.


Juan: "Nona, apa yang kau lakukan disini?" (menyapa Arisa)


Arisa: "Ah, Juan. Kau, aku... aku ingin mengantarkan makanan ini kepada Alex, dia pergi bekerja tidak sarapan pagi jadi aku mengantarkannya kemari."


Juan: "Ini..." (ragu)


Juan: "Bagaimana aku memberitahukan hal ini kepada nona bahwa nona Jessie sedang berada di ruangan tuan..." (dalam hatinya bingung)

__ADS_1


Arisa: "Kenapa, Juan? Apakah Alex tidak ada diruangannya?"


Juan: "Ah, ti-tidak nona... Tuan ada tetapi dia..." (dipotong)


Arisa: "Ah itu bagus jika dia ada diruangannya, aku akan langsung kesana saja." (sambil berjalan)


Juan: "Nona..." (dengan ragu-ragu menghentikan Arisa)


Arisa: "Ya, Juan? Ada apa?"


Juan: "Ah, tidak, nona..." (dilema antara ingin memberitahukan atau tidak)


Karena Juan tidak memberikan Arisa jawaban maksud dari dia menghentikan langkahnya, maka Arisa terus saja berjalan menuju lift.


Kemudian Arisa dan Juan bersama-sama menaiki lift menuru ruangan Alex. Ketika mereka sampai di lantai tempat ruangan Alex berada, mereka harus menaiki beberapa anak tangga lagi untuk bisa memasuki ruangannya.


Ketika hendak menaiki tangga menuju ruangan Alex, Juan kembali menegur dan mengehentikan langkah Arisa.


Juan: "Tapi, nona..." (kembali mengehentikan langkah Arisa)


Arisa: "Ada apa, Juan?"


Juan: "Sebenarnya, didalam ada... nona... nona Jessie...." (dengan perasaan ragu dan berbicara terbata-bata)


Arisa: "Jessie?" (sekilas bertanya didalam hatinya)


Arisa: "Ah, baiklah aku mengerti." (tersenyum lebar ke arah Juan)

__ADS_1


Juan: "Bagaimana nona bisa tersenyum seperti itu ketika ia mengetahui bahwa tuan sedang bersama nona Jessie?" (bertanya-tanya didalam benaknya)


Juan: "Woahh, cukup!!" (sambil menyadarkan dirinya dari pemikiran itu)


Setelah itu, Arisa segera menaiki tangga dan pergi menuju ruangan Alex.


Tak...Tak...Tak...


Suara Arisa menaiki beberapa anak tangga yang menuju ruangan Alex.


'Ruangan CEO'


Jessie: "Sepertinya ada yang datang, aku harus terlihat mesra dengan Alex..." (yang dipikirkan oleh Jessie ketika mendengar langkah kaki Arisa menaiki tangga)


Setelah itu tiba-tiba saja Jessie memeluk Alex dari belakang dengan posisi Alex duduk didepan komputernya.


Klikk...


Suara Arisa membuka pintu ruangan Alex.


Alex: "Arisa!" (setelah melihat Arisa yang masuk Alex langsung menepis tangan Jessie yang menempel padanya dengan keras)


Jessie: "Ternyata dia..." (berbicara dengan nada yang mendendam didalam hatinya)


Alex: "Apa yang kau lakukan disini? Mengapa kau kemari?" (langsung berdiri dan menghampiri Arisa)


Arisa: "Sayang, aku kemari untuk mengantarkanmu sarapan. Bukankah kau tadi pergi tidak sarapan sama sekali? Ya, jadi aku mengantarnya kesini." (dengan senyuman lebar dan seolah tak menghiraukan Jessie yang berada didekat Alex disana)

__ADS_1


__ADS_2