Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 24


__ADS_3

Karena diantara keduanya masih terdapat masalah, maka dari itu ketika Arisa terluka Alex malah menyuruh pengurus Feng untuk mengobatinya.


Feng: "Nona, bolehkah aku mengatakan sesuatu?" (sambil mengoleskan salep di tangan Arisa)


Arisa: "Ada apa, pengurus Feng?"


Feng: "Begini, nona, ini soal tuan. Kau tahu, aku bekerja untuknya sudah lebih dari 10 tahun. Dan aku baru kali ini melihat dia membawa wanita kerumahnya, dan bahkan sampai menjadikannya sebagai istrinya..."


Arisa: "Bukankah dia bertunangan dengan Jessie Andrews?" (serius bertanya)


Feng: "Itu hanyalah pertunangan sepihak, tuan tidak pernah mengakuinya. Pertunangan itu terjadi begitu saja tanpa sepengetahuan tuan, dan tuan dengan nona Jessie memang berhubungan tetapi itu hanya sebatas bisnis antar perusahaan mereka."


Arisa: "Jadi, bagaimana akhir dari pertunangan itu? Bukankah kasihan dari keluarga Jessie?"


Feng: "Hhm..." (tertawa kecil)


Feng: "Keluarga Jessie mereka sangat tamak dan serakah, karena tuan tidak menyetujuinya maka tuan menghancurkan bisnisnya dan memutuskan semua kontrak antara Group Emperor dan perusahaan mereka. Saham mereka turun drastis dalam dua jam."


Arisa: "Hm..." (sambil mengangguk)


Feng: "Jadi, nona, kumohon padamu jangan pernah meninggalkannya. Aku sangat bahagia ketika ia memiliki istri, apalagi sepertimu. Dan, kau juga harus mengetahui sesuatu..."

__ADS_1


Arisa: "Apa itu, pengurus Feng?"


Feng: "Kesehatan mental tuan selalu bermasalah, dan semenjak ada kau seolah semua masalah mentalnya hilang dalam sekejap. Jadi kurasa bahwa kesembuhan mental tuan semuanya bergantung padamu."


Arisa: "Apakah itu bawaan dari lahir?"


Feng: "Tidak. Tuan terlahir sangat sempurna ia tidak pernah kekurangan apapun, dan bahkan ia terlahir dari keluarga yang sangat kaya. Namun mental sehatnya itu berubah ketika 20 tahun yang lalu pada saat ayah dan ibunya mengalami kecelakaan, dan hanya dialah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan maut itu..."


Arisa: "Ya... Dia mengalami masa-masa yang sulit."


Feng: "Maka dari itu, aku mohon padamu nona agar tetaplah disamping tuan." (memohon sambil mengemasi kotak obat)


Arisa: "Tapi kami menikah hanya sebatas kontrak dan itu hanya berlaku selama satu tahun..." (belum selesai ia berbicara tetapi dipotong oleh pengurus Feng)


Setelah mendengar pengakuan dari pengurus Feng mengenai kesehatan mental Alex, Arisa menjadi berpikir keras bagaimana ia bisa meninggalkan Alex nantinya tanpa harus membuat luka lagi pada kesehatan mentalnya.


Arisa: "Apakah mentalnya seburuk itu?" (bergumam)


Takk... Takk... Takk...


Suara langkah kaki Alex menuruni tangga.

__ADS_1


Alex: "Kau tidak perlu bekerja lagi untuk hari ini, untuk besok dan selamanya." (dengan nada yang dingin lalu berjalan pergi keluar)


Arisa: "Aku... Mengapa aku tidak boleh bekerja?!" (dengan suara keras sehingga menghentikan langkah kaki Alex)


Alex: "Itu sudah menjadi keputusanku. Menurutlah, wanita!" (berjalan pergi)


Arisa: "Sial, pria brengsek ini!" (marah sambil mengepalkan tangannya)


Arisa lalu naik ke kamarnya untuk tidur, karena ia juga merasa sangat lelah.


Arisa: "Aku sangat lelah untuk hari ini, sebaiknya aku naik keatas untuk mandi lalu pergi tidur."


Arisa: "Ini sungguh hari yang melelahkan." (sambil menaiki tangga)


Setelah selesai mandi Arisa pun tertidur pulas diatas kasurnya, sampai ia terbangun pada sore harinya.


Pukul 14:30 siang, Paviliun Alex


'Kamar tidur'


Arisa: "Ah, jam berapa ini?!" (tiba-tiba terbangun dan langsung mencari ponselnya)

__ADS_1


Arisa: "Sekarang pukul 14:30, kupikir akan cukup waktunya jika aku membuatkan makan malam untuk Alex." (sambil senyum-senyum lalu bangun dari tempat tidurnya)


Arisa: "Aku akan membuatkan makan malam untuknya sebagai tanda terima kasihku karena sudah berkali-kali ia menolongku." (tersenyum lalu berjalan menuruni tangga dan menuju kedapur)


__ADS_2