
Pertikaian diantara mereka masih belum ada habisnya, perdamaian diantara dua negara belum terlaksana.
Alex selalu berusaha menarik Arisa agar berbaikan dengannya, tetapi Arisa terus saja berusaha menghindari niat baik Alex.
Pukul 09:00 pagi, Group Emperor
'Ruangan CEO'
Alex: "Kali ini, apalagi maumu?"
Brandon: "Ayolah, Alex, kita bicarakan ini baik-baik dan kau janganlah terlalu dingin kepadaku..." (merayu)
Alex: "Aku tidak punya waktu untuk bermain-main denganmu." (dingin)
Brandon: "Kupikir kau tidak ingin kehilangan dia, kan?" (menyodorkan beberapa lembar foto)
Setelah Brandon menyodorkan beberapa lembar foto itu, Alex pun segera mengambil dan melihatnya. Dan ternyata foto itu adalah foto Arisa.
Brandon menggunakan Arisa sebagai ancaman bagi Alex. Meskipun seperti itu, Alex tidak pernah menyerah terhadap Brandon Depth.
Alex: "Cih! Trik kekanakan!" (dalam hati Alex berbicara)
Alex: "Mari kita lihat, bagaimana kau memerankan peran didalam permainan ini. Karena kau ingin bermain, maka aku harus mengikutimu." (didalam hatinya berbicara sambil tersenyum tipis)
Alex: "Apakah kau mengancam ku?!" (serius)
Brandon: "Ah, tidak, tidak, tidak... Aku sama sekali tidak mengancamu, ini hanya peringatan kecil dariku." (mendekati Alex sambil tersenyum licik)
Alex: "Heh, trikmu sungguh kekanak-kanakan, Presdir Brandon!" (membalas senyuman licik Brandon)
Diwaktu yang bersamaan, Paviliun Alex
'Taman'
Arisa: "Cih, brengsek ini sama sekali tidak memberikanku kebebasan! Aku juga menginginkan pergi keluar, berbelanja bersama Fara, makan bersama Fara. Tetapi, tetapi cihh! Pria brengsek ini! Mengurungku bagaikan seekor merpati!" (kesal)
Arisa: "Kau mengurungku disini, heh lihat saja bagaimana aku memerasmu!" (dengan tekad kelicikannya)
Merasa terkekang, Arisa akhirnya ingin pergi berjalan-jalan keluar. Karena Arisa tidak memiliki uang, Arisa akhirnya memutuskan untuk mendatangi kantor Alex. Setelah selesai bersiap-siap, Arisa siap untuk pergi kekantor Alex.
Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya Arisa sampai di Group Emperor.
__ADS_1
Lobi Group Emperor
Resepsionis: "Nona, ada yang bisa saya bantu?"
Arisa: "Aku ingin bertemu dengan presdir Alex."
Resepsionis: "Maaf, nona, tetapi presdir sedang sibuk. Dan apakah nona memiliki janji sebelumnya?"
Arisa: "Tidak. Aku tidak memiliki janji apapun sebelumnya dengannya."
Resepsionis: "Maafkan aku, nona. Tetapi presdir kami bukanlah orang yang mudah untuk ditemui."
Arisa: "Cih! Kenapa seperti itu! Ternyata seperti ini dia mendidik bawahannya!" (kesal)
Tiada hentinya Arisa berdebat dengan resepsionis itu. Sampai ketika Arisa melihat Juan berjalan disekitar sana. Arisa pun segera memanggilnya.
Arisa: "Itu..." (bergumam sambil melihat kearah Juan berjalan)
Arisa: "Benar saja itu adalah Juan!" (senang)
Arisa: "Juan!" (memanggil)
Arisa: "Aku hanya ingin bertemu dengan pria brengsek itu!" (berbicara dengan wajah kesal)
Juan: "A... yang nona maksud... adalah, tuan...?" (bertanya seolah tak percaya)
Arisa: "Tentu saja, kalau bukan dia siapa lagi pria yang brengsek didunia ini!"
Juan: "Astaga, nona kau... kau berani sekali memanggil tuan dengan sebuatan itu... aku tidak tahu apa yang akan tuan lakukan padamu jika dia mendengarnya..." (berbicara didalam hatinya dengan rasa takut)
Arisa: "Juan, kau pasti tahu kan ruangannya dimana? Ah, taku tidak percaya asisten pribadinya tidak mengetahui ruangannya!" (serius)
Juan: "Ah, ya, itu... aku akan mengantarmu ke ruangan tuan." (sambil berjalan menuju lift)
Arisa: "Hm." (berjalan mengikuti Juan)
Resepsionis: "Wanita itu... dia bahkan mengenal asisten pribadinya presdir Alex! Dia pasti juga memiliki hubungan yang tak biasa dengan presdir Alex! Aduhh! Bagaimana ini, aku tadi sudah menyinggungnya. Apakah aku... apakah aku akan dipecat...?!" (gelisah)
Akhirnya Juan dan Arisa sampai diruangan Alex.
Juan: "Nona, didepan adalah ruangan tuan. Tapi..."
__ADS_1
Arisa: "Tapi kenapa?"
Juan: "Tuan sedang memiliki tamu, nona."
Arisa: "Aku tidak peduli! Aku ingin bertemu dengannya sekarang!"
Juan: "Tapi, nona..." (tidak dapat menghentikan Arisa yang berusaha menerobos masuk kedalam ruangan Alex)
Juan: "Nona, kuharap kau akan baik-baik saja..." (dengan wajah takut dan bersedih)
Setelah sampai didepan pintu ruang Alex, Arisa langsung saja mendobrak pintu itu. Sehingga membuat Brandon dan Alex berdiri dari duduknya.
Brakkk!!
Suara Arisa mendobrak pintu ruangan Alex. Dan langsung berteriak kepada Alex.
Arisa: "Heh, pria brengsek! Berikan aku uang!" (berteriak setelah mendobrak pintu masuknya dan ia sama sekali tidak memperdulikan Brandon yang ada disana)
Alex: "Mengapa kau datang kesini, sayang?" (bertanya dengan lembut)
Panggilan itu membuat Arisa malu dan memerahkan pipinya.
Arisa: "Ada apa dengan pria es ini? Mengapa tiba-tiba memanggilku seperti itu!?" (bertanya didalam hati)
Arisa: "Bodoh. Sudah kukatakan aku menginginkan uang! Kau terus saja mengurungku dikediamanmu, aku sangat bosan dan aku ingin berjalan-jalan keluar."
Alex: "Ternyata kau kesini meminta uang untuk bersenang-senang, yaa. Kau semakin nakal saja." (memanjakan)
Arisa: "Cih!" (merasa jijik)
Alex: "Jika kau menginginkan uang, bisakah kau berbicara baik-baik denganku?"
Arisa: "Sayang, aku ingin pergi bersenang-senang, aku memerlukan uangmu... Apakah aku bisa memintanya darimu?" (mendekati Alex kemudian menarik dasinya)
Alex yang melihat itupun sejak tertegun dan merasa malu dengan tingkah yang ditunjukkan oleh Arisa terhadapnya, dan tentu saja itu membuatnya tak tahan.
Alex: "Tentu saja, sayangku. Tetapi ingatlah, untuk memberiku kompensasi nanti malam..." (menaruh sebuah Black Card VIP diatas meja)
Arisa: "Kau...!" (sambil melepaskan dasinya dan mendorongnya, kemudian Arisa mengambil Black Card VIP nya dan kemudian pergi)
Brandon: "Wanita Alex ini... sangat menarik..." (berkata didalam hati dan tersenyum licik)
__ADS_1