Pak Presdir, Aku Benci Kamu

Pak Presdir, Aku Benci Kamu
Episode 38


__ADS_3

Setelah mendapatkan Black Card VIP dari Alex, Arisa segera keluar dari sana untuk bersenang-senang sekaligus memeras uang Alex. Karena Arisa sangat kesal pada Alex, maka dari itulah ia melakukan hal tersebut.


Diluar gedung Group Emperor


Arisa: "Ahaha! Lihat saja nanti, aku akan menghabiskan seluruh uangmu!! Haha!" (tertawa puas)


Arisa: "Aku akan pergi berbelanja sepuasnya kali ini, aku akan membuatmu mengalami kerugian yang sangat besar, Alex! Lihat saja nanti!!" (tersenyum puas)


Arisa: "Ah, itu... Taxsi!!" (memanggil taxsi)


Ruangan CEO


Brandon: "Shhh. Lumayan." (dengan senyuman licik sambil melihat kearah Arisa yang baru saja pergi)


Alex: "Aku peringatkan kau, jangan coba-coba untuk mendekatinya!" (dengan tatapan dingin)


Brandon: "Kita lihat saja nanti." (membalas tatapan dingin Alex)


Alex: "Hmph!" (dengan senyuman kebencian)


Sementara itu, Arisa telah sampai disuatu mall yang dimana disana ia ingin menghabiskan uang Alex.


Di suatu mall ternama di kota S


Arisa: "Astaga! Bukankah ini salah satu mall terbesar dan termahal di kota S? Ini akan lebih bagus jika aku menghabiskan uang Alex disini! Haha!" (berjalan masuk menuju mall)


Toko baju bermerek


Sales: "Ada yang bisa saya bantu?" (menyambut Arisa yang baru masuk kedalam toko itu)


Arisa: "Tidak, terima kasih. Aku hanya melihat-lihat saja." (menolak dengan senyuman)


Sales: "Ah, silakan."

__ADS_1


Sales: "Tentu saja datang kesini hanya untuk melihat-lihat, dilihat dari penampilannya saja sudah tidak mampu untuk membeli satu baju disini!" (memaki dalam hati karena melihat penampilan Arisa yang sederhana)


Setelah berkeliling melihat-lihat baju yang ada disana, tiba-tiba pasangan Bryan dan Viola memasuki toko itu. Sales yang mengikuti Arisa pun segera meninggalkannya untuk pergi menyambut Bryan dan Viola.


Arisa: "Haihh!? Dimana sales wanita itu?" (sadar setelah ditinggalkan sales itu, namun Arisa tak menghiraukan itu ia terus saja berkeliling melihat-lihat baju ditoko itu)


Arisa: "Ah, sudahlah. Aku tidak peduli." (kembali berjalan-jalan)


Tanpa Arisa sadari bahwa Bryan dan Viola telah memasuki toko baju itu. Dan tiba-tiba Bryan dan Viola menghampiri Arisa yang tengah asik melihat-lihat baju disana.


Bryan: "Yo! Ternyata nona Arisa, kupikir tadi siapa." (menyapa dengan nada mengejek)


Arisa: "Kau...!" (segera berbalik karena mendengar namanya dipanggil, dan betapa terkejutnya ia karena yang memanggil namanya ada Bryan)


Viola: "Apa yang kau lakukan disini, kakak? Apakah kau akan membeli baju disini? Aiyo! Apakah kau mampu membayarnya?! Puftt!!" (dengan nada mengejek dan tertawa kecil yang mengejek)


Arisa: "Cih, sekelompok sampah ini!" (dalam hati memaki)


Arisa: "Aiyo! Bagaimana denganmu, adik? Apakah kau ingin membeli baju disini atau hanya untuk mempermalukan ku?" (membalas ejekan Viola dengan nada mengejeknya)


Viola: "Kau!!" (hampir dengan emosinya yang tak tertahankan)


Bryan: "Sayang, sudahlah kau tidak perlu bertengkar dengan rubah licik ini! Bukankah kita ingin membeli sebuah gaun kesini?" (menenangkan Viola)


Viola: "Ah, ya, kau benar, sayang. Jika mengurusi rubah ini, itu hanya akan membuang-buang waktu saja!" (ingin berjalan pergi meninggalkan Arisa)


Arisa merasa sudah cukup ia dipermalukan, sehingga Arisa mengeluarkan dirinya yang sebenarnya kepada mereka semua, untuk membuktikan kepada mereka semua bahwa Arisa tidaklah seorang wanita yang lemah yang seenaknya bisa diinjak-injak.


Arisa: "Hmph! Aku ingin membeli semua gaun keluaran terbaru yang ada disini!!" (berteriak dengan keras sehingga mengentikan langkah Bryan dan Viola)


Viola: "Kakak, apakah kau mampu membayarnya?!" (dengan nada mengejek)


Sales: "Nona, ini..." (tak percaya dan ragu)

__ADS_1


Plakk!!


Suara Arisa menaruh Black Card VVIP nya dengan keras diatas meja.


Arisa: "Aku bayar!"


Sales: "Ini... BlackCard VVIP?!!" (memegang seolah tak percaya)


Arisa: "Apakah dengan itu cukup?!" (bertanya kepada sales namun tatapannya tertuju pada Bryan dan Viola)


Sales: "Cukup... tentu saja cukup, nona!! Aku akan segera melakukan transaksi!" (bergegas pergi)


Sales: "Huh, ternyata benar bahwa tidak bisa menilai seseorang dari penampilan luarnya saja!" (dalam hati menjilat)


Viola: "Cih! Apakah tuan Alex sungguh membiayai rubah licik ini?!" (berucap dalam hati seolah tak percaya)


Bryan dan Viola terdiam melihat apa yang telah dilakukan Arisa disana. Mereka pun tidak bisa melawan Arisa dengan itu, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi.


Paviliun Alex


'Kamar tidur'


Arisa: "Astaga! Bagaimana ini! Aku terlalu banyak menghabiskan uangnya! Aku memang ingin menghabiskan uangnya, tetapi tidak sebanyak ini!! Dan untuk gaun-gaun mawah ini... apa yang akan kulakukan dengan mereka!!!" (menyesal karena telah terlalu banyak menghabiskan uang Alex)


Group Emperor


'Ruangan CEO'


Juan: "Tuan, ada pemberitahuan bahwa kartumu memiliki $5000 pengeluaran dalam sekali pemakaian. Apakah kau ingin..." (dipotong)


Alex: "Tidak perlu. Ternyata wanita memang tidak mampu menahan godaan uang. Heh!" (dengan senyuman jahilnya)


Juan: "Ha?! Tuan tersenyum lagi, astaga kali ini aku benar-benar tidak salah lihat! Meskipun nona telah menghabiskan uangnya, tetapi ia masih saja bisa tersenyum seperti itu!" (berucap didalam hati)

__ADS_1


__ADS_2