
Alex, ia berusaha keras untuk membuat Arisa tenang dengan apa yang baru saja ia dengar dari Lee Zhong.
Setelah beberapa saat kemudian setelahnya, akhirnya Juan kembali dengan membawa laptop keamanan yang merekam kejadian pada hari itu.
Tok! Tok! Tok!
Juan datang dan mengetuk pintu kamar.
Alex: "Hm?"
Juan: "Ini aku, tuan."
Alex: "Masuklah..."
Juan: "Tuan, ini adalah laptopnya..."
Alex: "Baiklah kau bisa pergi sekarang..."
Juan: "Baik, tuan." (perlahan melangkah mundur)
Alex: "Juan, tunggu sebentar!" (mengehentikan langkah Juan)
Juan: "Ya, tuan?"
Alex: "Ya, tolong awasi Jhone untukku, setiap gerak-geriknya laporkan saja padaku sekecil apapun itu. Dan begitu juga untuk Jessie, karena aku yakin bahwa Jessie meminta pertolongan rubah tua itu untuk ini!" (dingin)
Juan: "Baik, tuan." (berjalan keluar dari kamar itu)
Alex: "Sekarang, pulihkanlah datanya..." (sambil menyodorkan laptop itu kepada Arisa)
Arisa: "Da-data...? Data apa yang kau maksud?" (bingung)
Alex: "Bodoh!"
Takk...
Alex menyentil dahi Arisa.
Arisa: "Shhh! Aw!!" (merengek kesakitan)
Arisa: "Apa yang kau lakukan! Kau pikir aku babi jadi kau bisa menyentil dahi sesukamu?!" (protes)
Alex: "Ya! Kau adalah babi! Siapa suruh kau begitu bodoh!"
Arisa: "Kau..." (dengan geram dan semua amarah yang ia tahan)
Alex: "Cepat pulihkan saja data itu! Apakah kau ingin wanita jal*ng itu berkeliaran setelah melayangkan nyawa anakmu?" (mendesak)
__ADS_1
Arisa: "Hei, baj*ngan! Dia juga adalah anakmu!!"
Arisa: "Dan, dia bahkan lebih marah daripada aku..." (gumamnya dalam hati setelah melihat sikap Alex)
Alex: "Hm..." (menjawab dengan dingin sambil menyalakan rokoknya)
Arisa: "Tcihh!" (sambil membuang mukanya dihadapan Alex)
Alex: "Cepatlah!" (mendesak)
Arisa: "Hm." (kembali menjawab dengan dingin sambil mengambil laptopnya)
Setelah Arisa mengambil laptopnya, ia pun kemudian memulihkan data yang telah hilang pada hari itu.
Setelah beberapa saat, akhirnya Arisa selesai dengan apa yang ia lakukan.
Arisa: "Ini..." (sambil menyodorkan kembali laptopnya kepada Alex)
Alex: "Bagus."
Alex: "Aku akan segera menghubungi Komisaris Choi dan kita akan mengurusnya setelah kau keluar dari sini." (menjelaskan panjang lebar)
Arisa: "Hm." (menjawab dengan dingin sambil merebahkan tubuhnya)
Alex: "Kucing liar ini..." (bergumam dengan smirk di wajahnya)
Glepp!!
Alex memegang kedua tangan Arisa secara silang diatas kepalanya dengan posisi tidurannya.
Arisa: "Ah! A-apa yang kau lakukan!!" (mencoba untuk berontak)
Alex: "Heh! Rupanya aku terlalu baik kepadamu ya akhir-akhir ini sehingga kau menjadi sangat tidak patuh. Bukankah kucing liar yang nakal harus dihukum?!" (dengan smirk diwajahnya sambil membelai dagu Arisa)
Arisa: "Tcihh! Kau brengsek!" (sambil menghempaskan mukanya untuk melepaskan tangan Alex dari wajahnya)
Alex: "Bagaimana aku bisa brengsek? Bukankah kau sangat menyukai tubuhku?" (smirk)
Arisa: "A-apa? Aku menyukai tubuhmu? Tcihh! Aku tidak akan pernah melakukan hal mesum seperti itu!"
Alex: "Baiklah, akan kubuat kau menyukai tubuhku!" (sambil membuka kancing bajunya)
Arisa: "Sial! Sejak kapan tubuh baj*ngan ini sebagus itu! Aihh Arisa, Arisa, Arisa! Apa yang kau pikirkan!!" (pikirnya sambil melamun)
Alex: "Sudah puas kau melihat tubuhku?" (membuyarkan lamunan Arisa)
Arisa: "Tcihh!! Lihatlah dirimu, kau adalah orang mesum yang bahkan sama dengan seorang pria baj*ngan!" (mencari pembelaan)
__ADS_1
Alex: "Hm? Benarkah aku seperti itu?" (tiba-tiba mendekat kepada Arisa)
Arisa: "Hei! A-apa yang kau lakukan? Perlukah sedekat ini?!" (sambil mendorong tubuh Alex dari atas tubuhnya)
Alex: "Apakah kau suka memeganginya?"
Arisa: "A-apa!" (sambil melihat kearah letak tangannya yang ia letakkan tepat diatas dada Alex)
Arisa: "Ah, aku... aku... aku tidak..." (sambil melepaskan tangannya)
Alex: "Kau tidak apa, ha...?" (smirk)
Arisa: "Aku tidak... mmmhh!!" (Alex menghentikan bicaranya Arisa dengan ciuman yang tiba-tiba)
Arisa: "Mmhh!" (mencoba untuk berontak)
Glepp!
Arisa mendorong Alex.
Alex: "Kenapa? Bukankah kau menikmatinya?"
Arisa: "K-kau pria mesum!"
Alex: "Baiklah, akan ku tunjukkan padamu bahwa aku adalah pria mesum!" (kembali menyodorkan tubuhnya kepada Arisa)
Tiba-tiba...
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu.
Alex: "Siapa?"
Juan: "Tuan, ini aku."
Alex: "Ada apa?"
Juan: "Tuan, Komisaris Choi meminta bertemu denganmu."
Alex: "Baiklah."
Alex: "Heh! Kau mempunyai nasib baik hari ini kucing liarku..." (smirk sambil mengancing bajunya)
Arisa: "Brengsek!"
Alex: "Baiklah, aku harus pergi sekarang. Dan ketika kau keluar dari sini lihatlah saja bagaimana aku akan menghukummu diatas ranjangku! Hehe..." (dengan smirk diwajahnya sambil berbalik dan berjalan pergi)
__ADS_1
Arisa: "Alex kau baj*ngan! Kau mesum! Kau brengsek!!!" (meneriaki Alex yang berjalan pergi)