
Arisa: "Da... kak David, lama tak bertemu." (tersenyum tipis)
David: "Bagaimana kabarmu?"
Arisa: "Cukup baik..."
David: "Baguslah kalau begitu..."
Tiba-tiba Bryan dan Viola datang ke kelompok mereka untuk menyapa.
Bryan: "Aiya! Ternyata presdir Alex memiliki waktu luang untuk menghadiri acara amal ini...?"
Alex: "Aku khusus meluangkan waktuku untuk datang keacara yang spesial ini..." (dengan mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum memiliki maksud)
Viola: "Kakak, rupanya kau menghadiri acara ini bersama tuan Alex, ya... kupikir kau akan menghadirinya dengan pria kaya yang mana lagi tadi... " (dengan nada mengejek)
Arisa: "Cih! Ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa aku wanita malam? Trik murahan!" (bicara didalam hatinya)
Arisa: "Viola... emm tidak, maksudku adik... mengapa aku harus menghadiri acara ini dengan pria lain sementara Alex adalah suamiku...?" (membalas dengan nada mengejek)
Beberapa orang dikelompok itu terkejut mendengar pengakuan Arisa mengenai bahwa Alex adalah suaminya, terutama Jacob.
Viola: "Kau...!" (kesal)
David: "Suami?" (didalam hatinya bertanya-tanya)
Jacob: "Apa?! Apakah aku salah dengar, dia tadi... dia menyebutkan bahwa Alex adalah suaminya?!" (didalam hatinya terkejut dan bertanya-tanya)
__ADS_1
Jacob: "Apa... apa yang dikatakan Arisa itu... apakah benar?" (karena penasaran dengan kenyataannya, maka ia memutuskan bertanya langsung kepada Alex)
Alex: "Apakah istriku terlihat berbohong?"
Jacob: "Ah, tidak... tentu saja tidak, aku hanya memastikannya saja..." (gugup)
Tiba-tiba kecanggungan diantara mereka dihilangkan dengan kedatangan Brandon Depth disana.
Brandon: "Ayolah, jangan terlalu serius..." (tiba-tiba datang)
David: "Ya, tuan Brandon benar. Jangan terlalu serius dan nikmatilah acaranya..."
Brandon: "Presdir Alex, rupanya kau datang membawa rubahmu ya..." (dengan nada menyindir)
Alex: "Tentu saja, presdir Brandon. Jika aku tidak membawa rubahku kesini, maka aku tidak akan ada yang tahu jika tiba-tiba saja ada yang menculiknya..." (dengan mengangkat sebelah alisnya dan tersenyum memiliki maksud sambil melirik kearah Bryan)
Alex: "Hmph!"
Arisa pergi mengambil minuman dan pergi menjauhi mereka, sedangkan Alex berbicara dengan beberapa tamu disana untuk membahas mengenai bisnis.
Arisa: "Aku akan pergi mengambil minuman disana..." (berbisik)
Alex: "Ya, aku menunggumu disana..."
Alex: "Tuan Jacob, maafkan kami karena kami harus meninggalkan kelompok bicara yang sangat penting ini..."
Jacob: "Ah, baiklah, itu tidak masalah kau harus menikmati acaranya."
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi dengan masing-masing tujuan mereka.
Ketika Arisa sampai di meja makanan, tiba-tiba saja Jessie menghampiri Arisa dan memperingatkannya mengenai, Alex...
Jessie: "Apakah kau adalah Arisa?" (datang dan tiba-tiba bertanya)
Arisa: "Ya..." (menoleh lalu menjawabnya)
Jessie: "Apa hubunganmu dengan Alex?!" (menaikkan nada bicaranya)
Arisa: "Apa hubunganku dengannya, itu bukan urusanmu!"
Jessie: "Kau...! Kuperingatkan kau, untuk menjauhinya! Jika tidak maka kau akan menerima akibatnya!" (mengancam)
Arisa: "Lalu, kau siapanya? Apakah kau ibunya? Bukan, kan? Dan aku peringatkan kau untuk tidak mendekatinya, jika kau berani mendekatinya maka kau akan membayarnya!" (membalas ancaman Jessie lalu pergi meninggalkannya)
Jessie: "Kau...!"
Arisa: "Heh! Ternyata benar saja, ini bukanlah acara yang sederhana!" (sambil berjalan)
Marian: "Apakah kau sudah siap?" (bertanya kepada seorang pria)
Pria: "Sudah, nyonya."
Marian: "Sekarang, temuilah dia."
Pria: "Baik, nyonya."
__ADS_1
Ditengah perjalanannya tiba-tiba Arisa mendapat uluran tangan seorang pria yang mengajaknya berdansa...