
Setelah keesokan paginya Alex pun terbangun dari tidurnya dan ia mendapati tubuhnya terbaring diatas ranjang, seingatnya ia hanya minum sampai mabuk disofa karena kecemburuan.
Pukul 06:30 pagi, Paviliun Alex
'Kamar tidur'
Alex: "Ah..." (duduk sambil memegang kepalanya)
Alex: "Ini... apa yang terjadi? Mengapa aku ditempat tidur?" (bertanya didalam hatinya)
Alex: "Ah sudahlah, yang kuingat aku hanya minum sampai mabuk karena pria baj*ngan itu berdansa dengan wanitaku!" (kesal)
Alex: "Cih! Dimana dia?! Pagi-pagi sudah pergi?!" (kesal setelah melihat tempat tidur Arisa kosong)
Setelah melihat tempat tidur Arisa kosong, Alex bergegas bangun dan ingin beranjak pergi untuk mencari Arisa.
Namun ketika ia ingin berdiri dari duduknya, tiba-tiba Arisa membuka pintu dengan membawakan satu setelan jas. Rupanya, Arisa baru saja menyetrika pakaiannya.
Duakk...
Alex siap untuk berdiri dan pergi mencari Arisa.
Kriett...
Disaat yang bersamaan, Arisa membuka pintu kamarnya dan membuat Alex tidak jadi beranjak berdiri.
__ADS_1
(Pembicaraan santai)
Alex: "Dari mana saja kau?"
Arisa: "Kau sudah bangun?"
Alex: "Cih, jangan mengalihkan pembicaraan! Dari mana saja kau?"
Arisa: "Aku? Aku pergi menyiapkan sarapan untukmu, dan lalu menyetrika pakaianmu. Bukankah kau akan ada rapat dengan dewan direksi pagi ini?" (sambil menyibukkan dirinya dengan menyiapkan pakaian Alex)
Sedikit tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh Arisa padanya sepagi itu, Alex pun segera berdiri dari duduknya dan menghampiri Arisa yang tengah menyibukkan dirinya. Dan dengan tiba-tiba saja Alex memeluk Arisa dari belakang...
Glepp...
Alex dengan tiba-tiba memeluk Arisa.
Arisa: "Apa yang...kau lakukan?" (terkejut dan sedikit gugup sehingga membuat rona merah di pipinya dan jantungnya berdetak kencang, dan Arisa mencoba melepaskan pelukan Alex namun Alex menahannya)
Alex: "Hm... tidak... menurutlah, dan biarkan aku memelukmu sebentar saja..."
Setelah beberapa saat, akhirnya Arisa melepaskan pelukannya. Karena Arisa juga memikirkan tentang rapatnya Alex di Group Emperor pagi ini.
Arisa: "Berhentilah memelukku, dan lebih baik kau mandi sekarang lalu bersiap-siaplah untuk pergi bekerja. Jika tidak kau akan terlambat." (melepaskan pelukannya lalu menaruh setelannya diatas kursi ranjang)
Alex: "Bukankah kau sudah menyiapkan sarapannya?"
__ADS_1
Arisa: "Ah, ya! Tentu saja... kau sebaiknya pergi mandi, aku akan menaruh semua makanannya diatas meja makan...! Setelah aku selesai menyiapkannya kau juga harus sudah selesai dengan perisapanmu..." (langsung pergi dengan terburu-buru karena malu)
Alex: "Cih... Sangat sulit menebaknya..."
Alex: "Tunggu, apakah dia tidak marah lagi denganku?"
Setelah berpikir sejenak tanpa jawaban, Alex akhirnya pergi mandi kemudian bersiap-siap.
Setelah selesai bersiap-siap, Alex langsung pergi kebawah untuk menyantap sarapannya...
'Ruang makan'
Alex: "Ada apa denganmu hari ini?" (bertanya sambil duduk di kursinya)
Arisa: "Aku? Ada apa denganku? Apakah ada yang salah?" (menjawab sambil menuangkan air untuk Alex)
Alex: "Apakah kau tidak marah lagi denganku?"
Arisa: "Apa? Aku marah padamu? Untuk apa? Lagipula kau juga sudah mengakuinya...?" (dengan senyuman sambil mengambilkan makanan untuk Alex)
Alex: "Aku? Mengakui apa?"
Arisa: "Kau pikirkan saja sendiri."
Setelah percakapan santai itu, akhirnya maereka selesai menyantap sarapan paginya. Dan Alex pun bersiap-siap untuk pergi bekerja.
__ADS_1
Sedangkan Arisa, ia hanya dirumah saja. Namun, ia juga bosan sebenarnya, hingga tiba-tiba Juan, asisten pribadi Alex meneleponnya...