
Karena keluar dengan cara melarikan diri, Arisa sama sekali tidak membawa apapun selain ponselnya bersamanya. Ia bahkan tidak membawa uang untuk naik taksi, terpaksa Arisa kembali berjalan kaki untuk pulang. Ia pun bergegas sebelum pengurus Feng menyadari bahwa ia tidak ada dirumah.
Dalam perjalanan pulang, nampaknya Arisa tidak sampai kerumah dengan selamat...
Suatu persimpangan jalan di kota S...
Arisa: "Aku tidak membawa uang dan juga tidak punya uang... terpaksa aku harus pulang dengan berjalan kaki..." (sambil berjalan dengan merenung)
Arisa: "Ah, aku... sebaiknya harus cepat-cepat pulang sebelum pengurus Feng menyadari bahwa aku pergi dari rumah..." (bergegas)
Ketika sampai disebuah jalan yang terbilang lumayan sunyi, tiba-tiba dari belakang ada yang menyergap mulut Arisa menggunakan sapu tangan dengan obat bius. Tidak sempat melakukan perlawanan apapun, Arisa langsung tak sadarkan diri karena obat bius tersebut sangat kuat.
Suatu jalan gang di kota S...
Arisa: "...hmm... hei... mmmhh..." (terkejut dengan adanya yang menyergapnya secara tiba-tiba dan kemudian pingsan akibat obat bius tersebut)
Sementara itu, Paviliun Alex
Tokk... Tokk... Tokk...
Suara pengurus Feng mengetuk pintu kamar Arisa...
Feng: "Permisi, nona. Aku membawakanmu makan siang, karena aku khawatir kau mengurung diri karena tidak diijinkan untuk keluar, dan juga karena beberapa kali kau kupanggil kau tidak menyahutku..." (berdiri didepan pintu berharap Arisa membukakan pintunya)
Tokk... Tokk... Tokk...
Karena tak ada jawaban, pengurus Feng kembali mengetuk pintu kamar Arisa, tetapi masih saja tidak ada jawaban apapun. Sampai pada akhirnya pengurus Feng membukanya sendiri dan menemukan...
Feng: "Nona...?"
Feng: "Baiklah, aku akan masuk... Permisi, nona..." (sambil membuka pintu)
Pengurus Feng sangat terkejut ketika ia membuka pintu mendapati bahwa Arisa tidak ada dikamarnya. Pengurus Feng pun segera memerintahkan kepada semua pengawal agar segera melakukan pencarian terhadap Arisa.
__ADS_1
Feng: "Nona! Astaga, dimana kau!?" (bertanya dengan perasaan yang sangat terkejut)
Feng: "Oh tidak... nona... nona melarikan diri...!" (setelah melihat beberapa sprei yang diikat menjulur dibalkon)
Bergegas pengurus Feng keluar dari kamar Arisa dan segera pengurus Feng memerintahkan kepada semua pengawal untuk mencari Arisa.
Feng: "Nona tidak ada dirumah! Dia melarikan diri! Sekarang, cepat cari dia secepatnya jangan pernah pulang sebelum mendapatkannya! Jika tidak ingin tuan mengambil nyawa kalian sebaiknya bergegaslah untuk menemukan nona secepatnya, sekarang!!" (memerintahkan kepada semua pengawal untuk mencari Arisa)
Para pengawal: "Siap, laksanakan!" (menjawab dengan serentak dan bergegas pergi)
Sementara itu, pengurus Feng juga ikut mencari Arisa. Ia sedikit ragu untuk menghubungi Alex, karena ia juga pasti akan kena marah dan hukuman dari Alex. Tetapi ini menyangkut nyawa Arisa, pengurus Feng tidak bisa tidak memberitahukan masalah besar ini kepada Alex.
Didalam perjalanan mencari Arisa, di dalam mobil...
Tutt... Tutt... Tutt...
Pengurus Feng memberanikan diri untuk menelpon Alex..
Group Emperor
Ruang rapat sedang diisi, Alex tengah melaksanakan rapat. Selama rapat berlangsung Alex juga tampak menekan suhu udara disana, jadi sama sekali tidak ada yang berani berkutik. Sampai ponsel Alex mendapatkan telepon...
'Ruang rapat'
Alex: "Baiklah, siapa lagi yang akan menjelaskan bagaimana proyek ini akan berjalan kedepannya!" (sambil mengangkat tangannya dan menyandarkan dagunya diatas tangannya yang tersilang)
Para staf rapat: "Er... ada apa dengan tuan Alex hari ini..." (saling bertanya dengan sesama dengan berbisik lirih)
Brakk...
Suara Alex menghentakkan tangannya keatas meja. Sontak suara itu membuat semua staf yang hadir sangat terkejut dan ketakutan.
Alex: "Jika tidak ada lagi yang akan menjelaskannya sebaiknya bubar saja! Kalian sangat membuang-buang waktuku!" (dengan marah dan tatapan dingin yang tajam)
__ADS_1
Juan: "Hmm... sepertinya suasana hati tuan Alex tidak baik hari ini..." (karena ia duduk disamping Alex dan melihat semuanya maka ia berkata didalam hatinya)
Salah satu staf: "Ah, tidak tuan... ini aku... baiklah aku... yang akan melakukan presentasinya sekarang..." (sambil berdiri dengan gugup)
Setengah perjalanan sudah staf itu mempresentasikannya, tetapi tiba-tiba rasa takut mereka bertambah ketika Alex menjawab sebuah telepon ditengah-tengah rapatnya.
Drrttt... Drrttt... Drrttt...
Suara ponsel Alex yang mendapatkan sebuah telepon. Alex pun segera melihat dan mengangkatnya.
Alex: "Halo!" (dengan suara yang keras sontak itupun membuat staf yang berprestasi berhenti dan para staf yang lainnya ketakutan)
Para staf: "Siapa yang berani menelepon tuan Alex ketika ia sedang rapat seperti ini..." (bergunjing)
Feng: "Tuan, maafkan aku ini adalah salahku..." (meminta maaf)
Alex: "Apanya yang salahmu!? Cepat katakan, aku sedang rapat jangan membuang-buang waktuku!" (dengan marah)
Setiap Alex menjawab pertanyaan dari Feng ditelepon, setiap itu pula semua staf rapat merasa bahwa nyawa nya akan segera direnggut oleh rasa takut.
Feng: "Tuan... nona Arisa dia... melarikan diri dengan memanjat turun dari balkon... maafkan aku tuan, ini adalah karena aku tidak becus..." (merasa bersalah dan terus meminta maaf)
Alex: "Sial!!" (segera berdiri dari duduknya dan langsung saja menutup teleponnya lalu begitu saja membubarkan rapatnya)
Alex: "Rapat hari ini sampai disini saja! Aku ada urusan mendadak sekarang! Juan cepat lacak keberadaan Arisa!" (bergegas pergi)
Para staf: "Baik... tuan..."
Juan: "Baik tuan!" (mengikuti)
Setelah Alex keluar dari ruang rapat para staf merasa lega...
Para staf: "Huhh.... akhirnya..." (dengan duduk santai sejenak lalu pergi dari ruang rapat dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing)
__ADS_1